Senin, 20 Agustus 2018

Aliran Pada Saluran Terbuka (Tugas Praktikum Hidorlik)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam suatu pengelolaan sumber daya air dengan perancangan bangunan air diperlukan suatu informasi yang menunjukan bentuk pola aliran saluran .Oleh karena itu, dalam praktikum ini belajar melakukan peragaan pola aliran untuk mendapatkan informasi bentuk pola aliran pada saluran terbuka.

1.2 Tujuan
1.      Memperagakan secara visual berbagai kejadian hidrolis sehubungan dengan aliran dalam saluran terbuka.
2.      Peragaan pola aliran disekitar dan diatas benda yang terbenam






BAB II
DASAR TEORI

            Apabila suatu aliran menemui hambatan/benturan didalam pengalirannya,maka kecepatan partikel-partikel air disekitar hambatan tersebut tidak sama,hal ini akan berubah sifat aliran dari uniform menjadi non uniform atau dari suatu aliran yang bersifat laminar menjadi turbulen

2.1 Saluran Terbuka dan Sifat-sifatnya
2.1.1 Jenis Aliran Terbuka
Saluran Terbuka : Saluran yang mengalirkan air dengan permukaan bebas.
Klasifikasi saluran terbuka :
·         Saluran Alam (Natural Channel)
Contoh : sungai-sungan kecil di daerah hulu hingga sungai di daerah muara.
·         Saluran Buatan(Artificial Channel)
Contoh :saluran darinase tepi jalan, saluran irigasi untuk mengaliri persawahan, saluran pembuangan, saluran untuk membawa air untuk pembangkit listrik tenaga air, saluran banjir.
2.1.2 Macam-macam Saluran Terbuka
1.      Berdasarkan Aspek Waktu. :
·         Aliran Tunak / Steady Flow :
Kecepatan aliran di suatu titik di dalam ruangan tidak bervariasi menurut waktu.
·         Aliran Taktunak / Unsteady Flow :
Kecepatan aliran dalam suatu ruangan yang berubah terhadap waktu.
2.      Berdasarkan Aspek Ruang :
·         Aliran Seragam / unfrom  :
Aliran seragam merupakan aliran yang tidak berubah menurut tempat. Konsep aliran seragam dan aliran kritis sangat diperlukan dalam peninjauan aliran berubah dengan cepat atau berubah lambat laun.
·         Aliran Tidak Seragam / non uniform :
0        Aliran Berubah Cepat (Rapidly Varied Flow)
0       Aliran Berubah Lambat (Gradually varied flow)

didefinisikan sebagai aliran yang mempunyai debit bervariasi sepanjang jarak longitudinal.
3.      Berdasarkan Aspek Kecepatan Rata-rata :
a)      Mengalir : u < Ukr
b)      Keritik : u = Ukr
c)      Meluncur : u>Ukr
Keterangan:
ukr       = kedalaman
u          = tinggi kecepatan air

2.1.3 Keadaan Aliran
1.      Laminer :
Laminer adalah aliran partikel-partikel fluida yang bergerak secara paralel (tidak saling memotong), atau aliran berlapis. contohnya: aliran lambat dari cairan kental. Perlu diingat: suatu aliran fluida (gas / cair) dapat berupa aliran laminer atau turbulen ditentukan (dihitung) berdasarkan angka Reynold (reynold number).
2.      Trubulen :
 Kecepatan aliran yang relatif besar akan menghasilkan aliran yang tidak laminar melainkan komplek, lintasan gerak partikel saling tidak teratur antara satu dengan yang lain. Sehingga didapatkan Ciri dari lairan turbulen: tidak adanya keteraturan dalam lintasan fluidanya, aliran banyak bercampur, kecepatan fluida tinggi, panjang skala aliran besar dan viskositasnya rendah. Karakteristik aliran turbulen ditunjukkan oleh terbentuknya pusaran-pusaran dalam aliran, yang menghasilkan percampuran terus menerus antara partikel partikel cairan di seluruh penampang aliran.



BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Meja Hidrolika
2. Alat peraga aliran pada saluran terbuka
3. Pensil
4. Kertas grafik secukupnya
5. zat pewarna (cairan zat pewarna dibuat sedikit lebih kental)


  



Keterangan gambar:
a)      Pipa aliran masuk
b)      Kelereng peredam aliran
c)      Tangki air
d)      Katup pengatur aliran zat pewarna
e)      Reservoir berisi zat pewarna
f)       Jarum zat pewarna pengatur bending
g)      Pintu saluran masuk
h)      Dinding saluran tembus pandang
i)       Benda perintang
j)       Bending dengan aliran pelimpas
k)      Sekrup pengendut bending
l)       Kaki penyangga bending
m)   Kaki penyangga alat
n)      Sekrup untuk memasang benda perintang







BAB IV
CARA KERJA
1.      Siapkan meja hidrolika
2.      Siapkan alat peraga aliran pada saluran terbuka
3.      Letakkan alat peraga diatas meja hidrolika
4.      Letakkan sebuah perintang dalam alat peraga
5.      Alirkan air kedalam alat peraga
6.      Bukalah katup pengatur aliran zat pewarna secukupnya
7.    Amati garis aliran zat pewarna yang terjadi dalam alat peraga dan gambarkan dalam kertas grafik
8.      Tutuplah katup pengatur aliran air dan zat pewarna
9.   Ulangi langkah no. (4) dan seterusnya dengan perintang yang berbeda sampai perintang keempat








BAB V
ANALISIS
4.1 Percobaan

            4.1.1 Pendahuluan

Siapkan meja hidrolika kemudian pastikan alat peraga aliran terbuka sudah disiapkan diatas meja hidrolika. Letakkan benda perintang seperti empat persegi panjang,segitiga,lingkaran dan wing (sayap)
           
            4.1.2 Cara kerja
                       
Masukan salah satu benda perintang dalam dinding saluran tembus pandang kemudian masukan Reservoir berisi zat warna,zat warna ini sebagai garis aliran terbuka yang akan diamati pola alirannya.Buka pipa aliran masuk sehingga air masuk ketangki air yang sudah terisi kelereng,kegunaan kelereng ini adalah sebagai peredam aliran saat air masuk dari pipa aliran.Buka pintu aliran masuk agar air masuk kedalam dan menggenangi benda perintang,pastikan benda perintang dalam keadaan tenggelam,kendurkan sekrup pengendur bendung agar bendungan dapat dibuka sehingga air dapat keluar secara konstan,pastikan sebelum membuka bendungan sudah diberi papan atau triplek sebagai penghalang air yang keluar dari bendungan sehingga air dapat masuk kesaluran pembuangan.Buka katup pengatur aliran zat warna sehingga zat warna dapat keluar melalui jarum,amati garis aliran zat warna yang terjadi pada dinding saluran tembus pandang dan digambarkan dalam kertas grafik.Kemudian tutuplah katup pengatur aliran dan zat warna.Buka bendung secara penuh agar air didalam dinding saluran tembus pandang terbuang semua setelah air terbuang semua tutuplah bendung dan kencangkan sekrup bendung.Ulangi langkah percobaan ini dengan benda perintang yang berbeda.






4.2 Gambar
4.2.1 EMPAT PERSEGI PANJANG





            GARIS ALIRAN
                       
1.      Garis aliran dihulu masih uniform sebelum mendekati benda rintangan
2.      Terjadi turbulen saat mendekati atau menabrak benda perintang sehingga garis aliran nomor 3,4,5 dan 6 bercampur
3.      Garis aliran nomor 1 dan 2 melewati diatas benda rintangan
4.      Garis aliran nomor 3,4,5 dan 6 naik keatas benda rintangan
5.      Dihilir garis nomor 3, 4,5 dan 6 sudah tercampur


PERMUKAAN AIR
Permukaan air turun saat mendekati benda perintang dan nampak jelas setelah melewati bidang perintang,ini dikarenakan terjadi turbelensi saat aliran mendekati atau menabrak benda rintangan dan sifat air yang selalu menempati tempat yang lebih rendah mengakibatkan permukaan air turun saat mendekati benda perintang.


4.2.2 SEGITIGA






GARIS ALIRAN
1.      Garis aliran dihulu masih uniform sebelum mendekati benda rintangan
2.      Terjadi turbulen saat mendekati atau menabrak benda perintang sehingga garis aliran nomor 4,5 dan 6 bercampur
3.      Garis aliran nomor 1 dan 2 melewati diatas benda rintangan
4.      Garis aliran nomor 3,4,5 dan 6 naik keatas benda rintangan
5.      Dihilir garis nomor 4,5 dan 6  sudah tercampur
PERMUKAAN AIR
Hal yang sama terjadi sebagaimana pada percobaan benda perintang berbentuk  empat persegi panjang,permukaan air turun saat mendekati benda perintang. Perhatikanlah gambar dibawah ini
 





4.2.3 LINGKARAN






GARIS ALIRAN                  
1.      Garis aliran dihulu masih uniform sebelum mendekati benda rintangan
2.      Terjadi turbulen saat mendekati atau menabrak benda perintang sehingga garis aliran nomor 3,4,5 dan 6 bercampur
3.      Garis aliran nomor 1 dan 2 melewati diatas benda rintangan
4.      Garis aliran nomor 3 dan 4 naik keatas benda rintangan
5.      Garis aliran nomor 5 dan 6 turun kebawah benda rintangan
6.      Dihilir garis nomor 3 dengan nomor  4  sudah tercampur dan nomor 5 dengan nomor 6 sudah tercampur

PERMUKAAN AIR

Terjadi penurunan permukaan air,penurunan ini tidak sebesar pada percobaan dengan benda perintang segitiga maupun segi empat dikarenakan aliran turbelensi tidak semuanya melewati diatas benda rintang namun juga dibawah benda rintang.










4.2.4 WING (SAYAP)






GARIS ALIRAN
                       
1.      Garis aliran dihulu masih uniform sebelum mendekati benda rintangan
2.      Garis aliran nomor 3  naik keatas benda rintangan
3.      Garis aliran nomor 1 dan 2 melewati diatas benda rintang
4.      Garis aliran nomor 4,5 dan 6 melewati bawah benda rintangan
PERMUKAAN AIR

Permukaan air  mengalami penurunan saat akan mendekati benda rintangan namun penurunan ini tidak sebesar pada percobaan benda perintang berbentuk empat persegi panjang dan segitiga,hal ini sama dengan yang terjadi pada percobaan berbentuk lingkaran. Perhatikan penurunan permukaan dan garis aliran yang melewati dibawah benda perintang pada gambar dibawah ini.

 











BAB VI
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Suatu aliran yang tidak memiliki hambatan maka pola alirannya tidak berubah menurut tempat
2.      Suatu aliran uniform yang diberi hambatan maka akan berubah sifat menjadi non uniform
3.      Pola aliran non uniform tidak sama,hal ini akibat benda perintang yang berbeda
4.      Factor yang mempengaruhi pola aliran pada saluran terbuka adalah :
o   Penampang saluran
o   Bentuk benda perintang

5.2 Saran
            Pada penggunaan zat warna sebaiknya dikaji kembali apabila percobaan dilakukan lebih dari sekali sesuai jumlah perintang. Penggunaan zat warna kental akan mempengaruhi dinding saluran tembus pandang sehingga pengamatan tidak maksimal.mungkin sebaiknya zat warna diganti dengan benang berwarna dan jika alirannya lebih dari satu maka warna benangnyapun berbeda.









LABORATORIUM HIDROLIKA HIDROLOGI & SUNGAI
 DEPARTEMENT TEKNIK SIPIL FTUI

LEMBAR ASISTENSI PRAKTIKUM HIDROLIKA

KELOMPOK                         : 6
MODUL PRAKTIKUM        : H-12
ASISTENSI PRAKTIKUM   : FITRAH

NO
MASALAH
PARAF ASISTENSI




      


                                                                                                   ASISTEN MODUL



                                                                                                            (……………………)



link download


https://www.mediafire.com/download/w3erkk9fgbpek4n