Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2019

Bahagia dengan Membuat Orang Lain Bahagia





Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi



Saudaraku, di hari lebaran yang penuh keceriaan dan kegembiraan, cobalah tengok orang sekitar anda, adakah di antara mereka yang tidak bisa membeli baju baru karena tidak mempunyai uang, atau dirundung kesedihan? Lalu sapalah mereka dan gandenglah tangannya, bikinlah dia bisa tersenyum bahagia, masukkanlah panah kebahagian di hatinya, niscaya engkau menjadi manusia yang paling mulia dan paling bahagia.

Mari kita renungkan dan amalkan hadits agung berikut dan merealisasikannya dalam kehidupan kita, terutama di hari-hari ini karena menampakkan kegembiraan dan membuat orang lain bahagia di hari raya termasuk syiar agama.

ًDari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Ya Allah, curahkanlah kebahagian untuk kami di dunia dan kelak di surga.


📚 CHANNEL LENTERA DAKWAH
Channel Telegram: @yusufassidawi
📲 Join: http://bit.ly/LenteraDakwah

Sabtu, 01 Juni 2019

Tanda Amalan Puasa Ramadhan Diterima ㅤ





Apa ada tanda amalan puasa Ramadhan diterima?

Coba kita gali dari perkataan Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berikut.

Ketika membicarakan faedah melakukan puasa Syawal, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,

أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).

Salah satu pelajaran yang bisa kita petik adalah dari perkataan,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Atau perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 583).

Berarti tanda amalan Ramadhan kita diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal. Tanda amalan kita di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak lagi ada kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban shalat lima waktu.

Dan ingat, para salaf selama 6 bulan mereka berdoa supaya bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan dan 6 bulan tersisa mereka berdoa supaya amalan mereka diterima.

Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan.



Referensi:

1. Lathaif Al-Ma’arif fii Maa Limawasim Al-‘Aam min Al-Wazhoif. Cetakan pertama tahun 1428 H. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali . Penerbit Al-Maktab Al-Islami.

2. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama tahun 1431 H. Imam Ibnu Katsir. Tahqiq: Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.



Selesai disusun menjelang Isya, 24 Ramadhan 1436 H di Darush Sholihin

Penulis:Al-Ustâdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal

Artikel rumaysho.com

○ [ https://rumaysho.com/category/hukum-islam ]
○ [ https://rumaysho.com/category/hukum-islam/puasa ]

[Sumber: https://rumaysho.com/11375-tanda-amalan-puasa-ramadhan-diterima.html ]

Kamis, 09 Mei 2019

HUKUM PUASA MUSAFIR, MELIHAT REALITA SEKARANG INI PUASA TIDAK MEMBERATKAN

HUKUM PUASA MUSAFIR, MELIHAT REALITA SEKARANG INI PUASA TIDAK MEMBERATKAN
Image result for musafir
Oleh
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimanakah hukumnya puasa seorang musafir, melihat realita bahwa sekarang ini puasa tidak memberatkan terhadap orang yang menjalankannya karena sempurnanya sarana perhubungan dewasa ini ?
Jawaban
Seorang musafir boleh tetap berpuasa dan boleh berbuka, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” [Al-Baqarah/2 : 185]
Para sahabat Radhiyallahu ‘anhum bepergian bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian mereka ada yang berpuasa, sebagian yang lain berbuka, orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa, sebaliknya orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka, sedangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di waktu bepergian, Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu berkata:
خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فِي يَوْمٍ حَارٍّ حَتَّى يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ وَمَا فِينَا صَائِمٌ إِلَّا مَا كَانَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَابْنِ رَوَاحَةَ
Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada sebagian perjalanan Beliau pada hari yang sangat panas sehingga ada seseorang yang meletakkan tangannya diatas kepalanya karena amat panasnya dan tidak ada diantara kami yang berpuasa kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Ibnu Ruwahah[1].
Kaidah hukum bagi musafir adalah dia disuruh memilih antara puasa dan berbuka, akan tetapi jika berpuasa tidak memberatkannya maka puasa lebih utama, karena di dalamnya terdapat tiga manfaat:
1.Meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
2. Kemudahan, kemudahan puasa atas manusia; karena seorang manusia apabila dia berpuasa bersama orang banyak maka akan terasa ringan dan mudah.
3. Manfaatnya segera membebaskan diri dari beban tanggung jawabnya.
Apabila terasa berat atasnya maka sebaiknya dia tidak berpuasa, kaidah ‘Tidaklah termasuk kebaikan berpuasa di waktu bepergian’ tepat diterapkan pada keadaan seperti ini.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ، فَقَالَ مَا هَذَا؟ فَقَالُوا: صَائِمٌ، فَقَالَ لَيْسَ مِنَ البِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seseorang pingsan, orang-orang di sekitar beliau berdesak-desakan, Beliau bertanya. “Kenapa orang ini?”. Mereka menjawab. “Dia berpuasa”. Beliau bersabda, “Puasa di waktu bepergian bukanlah termasuk kebaikan[2].
Maka kaidah umum ini berlaku atas orang yang kondisinya seperti kondisi lelaki ini yang meraskan berat untuk berpuasa.
Karenanya kami berkata, “Bepergian di masa sekarang ini mudah –seperti yang dikatakan oleh penanya- tidak berat untuk berpuasa, pada umumnya, apabila puasa tidak berat dijalankan maka yang paling utama adalah berpuasa.
[Disalin dengan sedikit penyesuaian dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Pustaka Arafah]
_______
Footnote
[1] Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab 35 (1945). Muslim : Kitab Shiyam/Bab Memilih antara berpuasa dan berbuka di waktu bepergian (1122)
[2] Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang pingsan karena sangat panas, tidaklah termasuk kebaikan bahwa seseorang berpuasa kala bepergian (1946). Muslim : Kitab Shiyam/Bab Bolehnya berpuasa dan berbuka di kala bulan Ramadhan bagi musafir untuk tujuan selain maksiat (1115)


Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/9182-hukum-puasa-musafir-melihat-realita-sekarang-ini-puasa-tidak-memberatkan.html

Rabu, 08 Mei 2019

Busui puasa tapi lupa sahur. Amankah untuk baby?

Busui puasa tapi lupa sahur. Amankah untuk baby?



Gambar hasil untuk ibu menyusui puasa
ibu menyusui sebenarnya bisa mengambil rukshoh untuk tidak puasa lalu mengganti puasa ramahdan di hari lain atau membayar fidiyah. tetapi tidak dilarang pula untuk berpuasa, nah ketika berpuasa si ibu lupa sahur , bagaimana cara menyiasatinya? yuk berbagi pengalaman, berikut pengalaman saya :

1. Pastikan kondisi bunda dalam keadaan sehat
2. Perbanyak istirahat terutama tidur karena tidur bisa memperbanya asi juga loh
3. Dedeknya di kasih ASI nya ketika mau aja
4. Jika dedeknya sudah mulai makan, dikasih menu empat bintang langsung ( prona, prohe,sayur, karbo) dan sering ering dikasih cemilan terutama yang mengandung banyak serat dan buah buahan.
5. perbanyak doa minta pada Allah agar dimudahkan dan si dedeknya juga sehat.

jakarta rumah indah
8 mei 2019

ummu maulana Abdurrohman

Selasa, 07 Mei 2019

anak susah makan? nih dia tips manjur mengatasinya

anak susah makan? nih dia tips manjur mengatasinya


Hasil gambar untuk makan

ini dia bunda cara mengatasi anak susah makan:
1. ganti menu
2. jika pakai sendok tidak mau, coba pakai tangan
3. menyuapinya sedikit saja tapi sering
4. tempat makan nya pilih yang menarik
5, makananya dibungkus plastik sayur lalu di ikat, terus di lubangi pucuknya, lalu masukin deh ke mulut dedeknya biasanya ini manjur, karena menurut dia ini aneh
6. makan sambil main
7. dedeknya di kasih piring dan sendok terus kita sambil suapin
8 satu atau dua suap kasih minum, lakukan terus sampai makannya habis
9. menu 4 bintangnya jangan langsung di campur, coba disuapinya satu-satu, misal nasi dulu kemudian lauknya terus sayur, digilir saja terus  sampai makanya habis
10. perbanyak doa minta pada Allah agar anak mau makan dan sehat

sekian tips nya bunda
ummu maulana Abdurrohman




Senin, 06 Mei 2019

TIPS SAHUR AGAR TIDAK MUDAH HAUS

TIPS SAHUR AGAR TIDAK MUDAH HAUS
Image result for haus ingin minum air hangat

Terkadang kalian merasakan haus di kerongkongan saat puasa, padahal pas waktu sahur sebelumnya sudah minum bergalon-galon air.
Seakan air minum bergalon-galon yang kalian minum tak ngefek sama sekali, hihihi..
Tetep aja puasa rasanya haus melulu..
Iya khan..?
Ternyata rasa #haus saat puasa bukan karena kalian tak minum air, bahkan kalian saat sahur sudah minum bergalon-galon air, sampai perut kalian mules dan kembung.
Lho...? Lalu yang bikin haus saat puasa itu apa dong?..
Jawabnya, hal itu di sebabkan oleh minyak yang melekat di dinding kerongkongan yang berasal dari makanan saat sahur kita.
Minyak tersebutlah yang membuat kerongkongan terasa seperti haus saat puasa.
Nah, tipsnya adalah dengan minum segelas air putih hangat sebagai penutup sahur.
Apapun menu makanan dan minuman kita saat sahur, akhirilah aktifitas sahur anda dengan minum segelas air hangat.
#AirHangat dapat menggelontor zat minyak yang menempel di dinding kerongkongan.
Sisa-sisa minyak itulah yang dapat memicu rasa haus saat berpuasa walaupun sudah bergelas-gelas minum di waktu sahur.
Jadi, jika anda suka ngopi misalnya, silahkan ngopi terlebih dahulu lalu tutuplah aktifitas sahur anda dengan air hangat.
Ingat ya, #air hangatnya di akhir..
Artinya setelah minum air hangat jangan makan lagi, karena fungsi kalian minum air hangat tadi adalah untuk membersihkan kerongkongan dari minyak makanan #sahur.
Rasakan bedanya...
Seharian penuh #puasa, kerongkongan anda akan terasa lega dan tak terasa haus sama sekali.
Insya Allah..
Okey, coba mulai nanti yuk..!!!
#Ramadhan
#copas dari facebook
#Romadhon #Ramadan Mubarak