Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2019

4 Tips Agar Ibu Kuat Puasa Saat Menyusui dan Tak Mengganggu Produksi ASI

Puasa sebenarnya bukan menjadi alasan bagi ibu menyusui untuk tetap memberikan ASI yang cukup kepada bayinya. Dengan perencanaan yang baik, ibu menyusui tetap bisa berpuasa dan memberikan ASI dengan lancar untuk bayi. Untuk itu, simak dulu tips berikut ini agar puasa saat menyusui berjalan lancar.

Tips menjalankan puasa saat menyusui

Puasa sebenarnya tidak membuat Anda kekurangan asupan makanan, hanya saja waktu makan Anda yang berubah. Jika Anda memanfaatkan waktu berbuka dan sahur dengan mengonsumsi makanan yang cukup kalori dan nutrisi, maka Anda tidak akan kekurangan nutrisi dan produksi ASI tidak akan terganggu.
Untuk itu, Anda harus pintar-pintar memilih makanan saat berbuka dan sahur. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar tetap bisa puasa saat menyusui:

1. Pastikan konsumsi makanan cukup saat buka dan sahur


Karena Anda hanya bisa makan saat berbuka puasa dan sahur, untuk itu manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pastikan ada makanan sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan dalam piring Anda saat berbuka dan sahur.
Pastikan makanan yang Anda makan benar-benar mengandung nutrisi yang Anda perlukan, bukan hanya mengandung kalori dan nol gizi. Anda tentu harus memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral yang tubuh perlukan.
Sebuah penelitian melaporkan bahwa beberapa kandungan nutrisi dalam ASI menurun saat ibu berpuasa. Kandungan nutrisi tersebut, yaitu zink, magnesium, dan kalium. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu mengonsumsi lebih banyak makanan kaya zink (seperti daging, kerang, dan gandum), kaya magnesium (seperti alpukat, kacang-kacangan, tahu, tempe, ikan, dan sayuran), serta kaya kalium (pisang, alpukat, ubi, kentang, tomat, dan ikan).
Jumlah kalori yang harus Anda penuhi saat puasa adalah minimal 1800 kalori per hari. Hal ini penting untuk menjaga tubuh tetap mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan ASI. Jangan sampai saat puasa Anda malah mengalami penurunan berat badan lebih dari 2 kg per bulan.

2. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi


Selain memperhatikan asupan makanan, asupan cairan juga harus diperhatikan saat ibu menyusui berpuasa. Hal ini penting dilakukan agar Anda terhindar dari dehidrasi saat puasa. Dehidrasi pada ibu menyusui tentu dapat mengganggu produksi ASI.
Untuk itu, Anda perlu minum air putih minimal 8 gelas sehari. Ini bisa dibagi, misalnya 3 gelas saat buka puasa, 2 gelas sebelum tidur, dan 3 gelas saat sahur. Ingat, delapan merupakan angka minimal.
Anda mungkin membutuhkan lebih dari 8 gelas untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda. Masing-masing orang bisa berbeda-beda kebutuhan cairannya. Anda sendiri yang mengetahui seberapa besar kebutuhan cairan tubuh Anda.
Jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti merasa kehausan, urine berwarna kuning cenderung gelap, jarang buang air kecil, merasa lemah, dan sakit kepala, sebaiknya batalkan puasa Anda dengan minum air putih dan beristirahat.

3. Tetap berikan bayi ASI saat ia ingin


Jika Anda berpikir bahwa terlalu sering memberikan ASI pada bayi saat puasa akan membuat produksi ASI berkurang, maka Anda salah. Justru, semakin sering Anda memberikan ASI pada bayi, semakin banyak juga ASI yang dihasilkan oleh tubuh Anda.
Hal ini karena isapan bayi di payudara ibu menjadi salah satu kunci agar ASI lancar diproduksi oleh tubuh. Jadi, jangan khawatir produksi ASI akan lebih sedikit selama Anda menjalankan ibadah puasa.

4. Pastikan Anda cukup istirahat


Selain asupan makanan dan cairan, istirahat yang cukup juga sangat diperlukan saat berpuasa. Hal ini agar stamina tubuh Anda tetap bugar dan tidak lemas selama menjalankan puasa.
Tidur di siang hari mungkin diperlukan untuk menghemat energi Anda agar tetap kuat menjalankan puasa. Selain itu, kurangilah aktivitas berat dan olahraga saat puasa, serta tetaplah di rumah saat cuaca sedang panas dan lembap.

Kamis, 02 Mei 2019

TIPS AGAR PUTING SUSU TIDAK LECET SAAT MENYUSUI

6 Tips Ampuh Mencegah Puting Susu Lecet Saat Menyusui
Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Puting lecet menjadi kondisi yang paling sering dikeluhkan oleh para ibu menyusui. Jika puting sudah lecet, proses menyusui akan semakin sulit dan membuat tidak nyaman. Sebelum Anda mengalami luka lecet di puting akibat menyusui, lebih baik mencegahnya dengan berbagai cara berikut ini.

Cara mencegah puting susu lecet saat menyusui

Untuk mencegah puting lecet, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu:

1. Temukan posisi menyusui yang tepat

pelembap untuk kulit kering
Dengan posisi menyusui yang tepat, bayi akan mudah mengisap puting payudara Anda. Pastikan posisi perlekatan bayi Anda sudah benar. Gunakan bantal tambahan jika diperlukan untuk membantu menumpu dan mengangkat bayi Anda ke posisi yang tepat.
Arahkan puting ke hidung bayi. Dengan begitu ketika ia membuka mulutnya dan kepalanya terdorong ke belakang, puting Anda akan dengan mudah masuk ke dalam mulutnya.
Selain itu, Anda juga perlu berganti-ganti posisi saat menyusui. Pasalnya, ketika Anda menyusui dalam posisi yang sama setiap saat, mulut bayi akan menekan titik yang sama pada puting. Dengan berganti-ganti posisi, puting terhindar dari tekanan berlebih di satu titik saja yang bisa membuatnya lecet.

2. Jangan menarik puting secara paksa


Ketika bayi sedang menyusui, mulutnya otomatis akan dikaitkan dengan kuat pada payudara Anda. Bahkan ketika proses menyusui selesai pun biasanya ia akan tetap melekatkan mulutnya. Jika buah hati Anda tidak melepasnya, jangan menariknya secara paksa. Pasalnya, menarik puting keluar bisa membuatnya lecet dan terluka. Apalagi jika Anda terus melakukan hal ini berulang kali.
Untuk mencegah lecet dan luka pada puting, coba gunakan teknik khusus untuk melepaskannya. Caranya dengan memasukkan jari telunjuk Anda dengan lembut pada sisi mulutnya. Kemudian, lepaskan isapannya secara perlahan dengan meletakkan jari Anda di sekitar puting.

3. Kurangi pembengkakan pada payudara sebelum menyusui


Biasanya pembengkakan akan terjadi ketika payudara memiliki terlalu banyak susu di dalamnya. Kondisi ini umumnya terjadi ketika jeda menyusui terlalu lama. Payudara yang bengkak akan terasa sakit dan sulit diisap. Akibatnya, risiko lecet pada puting pun cukup besar.
Untuk itu, hal yang perlu Anda lakukan ialah memompa susu terlebih dahulu agar jaringan payudara melunak dan bengaknya berkurang. Namun sebelum itu, kompres payudara Anda dengan handuk hangat. Kemudian, pompa payudara Anda dan simpan hasilnya di lemari pendingin untuk persediaan. Setelah itu, pijat payudara dengan lembut untuk merilekskan jaringan di sekitarnya.

4. Pilihlah corong pompa ASI dengan ukuran yang tepat

pompa-ASI-manual-atau-elektrik
Puting susu yang lecet tak hanya disebabkan saat proses menyusui saja. Akan tetapi hal ini terkadang muncul karena Anda tidak menggunakan corong pompa ASI dengan ukuran yang tepat. Jika ukurannya salah, puting bisa mengalami iritasi dan terasa sakit. Selain itu, hal ini juga bisa berpengaruh pada jumlah susu yang didapat saat memompa.
Jika Anda melihat banyak ruang kosong di sekitar areola saat memompa tandanya Anda butuh pelindung yang lebih kecil. Sebaliknya, jika puting justru bergesekan dengan bagian dalam corong, tandanya Anda butuh ukuran yang lebih besar.

5. Mengecek kondisi lidah bayi


Bayi yang memiliki kelainan lidah atau yang disebut dengan tongue tie biasanya memiliki kesulitan untuk menyusu. Tongue tie adalah kondisi saat jaringan ikat pada lidah terlalu pendek sehingga pergerakannya menjadi lebih terbatas.
Hal ini membuat bayi biasanya mendorong puting ke atas dengan lidahnya dan menekannya ke langit-langit yang keras saat ia mengisap payudara Anda. Jika dilakukan terus menerus kondisi ini biasanya membuat puting Anda sakit dan mengalami luka.
Untuk mencegah puting lecet akibat tongue tie, periksakan kondisi lidah bayi Anda pada dokter. Jika ternyata buah hari Anda mengalaminya, mintalah rekomendasi pengobatan yang paling tepat.

6. Menggunakan ASI sebagai pelembap alami


Puting merupakan bagian yang sensitif dan rentan mengalami luka saat menyusui ketika permukaannya terlalu kering. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kelembapannya. Tak perlu repot mencari produk yang cocok, ASI bisa dijadikan pelembap alami yang bisa Anda gunakan pada puting.
Ini karena ASI mengandung pelembap kulit alami dan antibodi untuk membantu melawan infeksi. Oleh sebab itu, untuk mencegah puting lecet dan menjaganya agar tetap sehat, biarkan sisa ASI yang menempel di puting mengering dengan sendirinya.
Selain ASI, Anda juga bisa mengoleskan krim puting khusus. Hindari salep atau krim yang mengandung lanolin murni karena bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Dikutip dari American Pregnancy, pilihlah krim yang mengandung lanolin yang telah dimodifikasi dan calendula serta bahan hypoallergenic lainnya untuk membantu menenangkan puting yang terasa nyeri.
Pakailah krim pelembap ini tepat setelah Anda selesai menyusui. Dengan begitu, kulit memiliki cukup waktu untuk menyerapnya sebelum proses menyusui selanjutnya. Bersihkan terlebih dahulu dengan air kemudian oleskan krim secukupnya. Ingat jika ingin menyusui kembali, Anda harus membersihkan terlebih dahulu puting Anda dari krim pelembap sebelum diisap kembali oleh bayi Anda.