Tampilkan postingan dengan label Yahudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yahudi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2019

VIDEO: STRATEGI YAHUDI DAN SYIAH UNTUK MENJAJAH MAKKAH SAUDI ARABIA


Video ini menjelaskan bagaimana strategi Israel membuka Iran dan Khoutsi menjajah Arab Saudi dengan cara menyerang dari wilayah selatan dan barat. 
Dan biarkan ISIS menyerang dari Utara. 
Tujuan akhirnya: agar Saudi meminta tolong kepada Israel, kemudian Israel datang untuk menjajah wilayah Saudi Bagian Utara dan mengambil kembali gunung Lauz. 
Rencana jahat ini diterangkan oleh sejarawan Yahudi Zionis Dennis Avi Lipkin di bukunya yang terbaru dengan judul “Return To Mecca” (العودة إلى مكة).
Seorang perwira Intelijen dalam bukunya yang berjudul "Hudud al Daulah al Yahudiyyah" (Batas-batas Negara Yahudi) menklaim Tanah Israel membentang dari Libanon ke gurun pasir, yaitu Arab Saudi, dan dari Laut Mediterania ke Efrat Irak. LipKin, yang mengandalkan ramalan al kitab yang menyerukan umat Kristen dan Yahudi untuk bersatu demi merebut kembali Makkah, yang merupakan tanah suci bagi agama yang baru.
Bahkan, Lipkin mengundang untuk membentuk aliansi atau persekutuan Syiah, Kristen dan Zionis untuk menyusun kerajaan Arab Saudi dan mengadopsi Ka'bah.
Sungguh sekenario yang menyeramkan, namun rakyat Saudi Sekarang mulai banyak yang sibuk dengan hiburan, konser musik dan nyanyian, alasan ada departemen baru disebut 
الهيئة العامة للترفيه 
Departemen Hiburan (Otoritas Hiburan Umum) yang membuka tahun 2016 dan sejak 2018 dipegang oleh Turki Alu Syaikh. 
Silahkan simak Video dialog dengan penulis buku:
Semoga Allah memahamkan generasi muda Arab Saudi tentang bahaya ini. Semoga Allah melindungi Arab Saudi dari kejahatan dan Syiah dan sekutu mereka. Aamiin
Sumber: 
http://almajd.net/2018/02/14/ العودة-الى-مكة-كتاب-جديد-لمؤرخ-يهودي /


http://algena.blogspot.com/
dalam video itu hostnya adalah Gary Stearman dan nara sumbernya adalah Avi Lipkin penulis buku 
wawancara televisi ini dilakukan beberapa bulan sebelum serangan “Ashifatul Hazm” ke Khoutsi