Selasa, 19 Maret 2019

PERNIKAHAN NABI ﷺ DENGAN SAYYIDAH KHADIJAH RADHIYALLAHU'ANHA

Setelah menikah dengan Khadijah, Rasūlullāh ﷺ menjalani kehidupan yang luar biasa dan penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan takkan bisa diraih kecuali dari istri yang shālihah.

Kalau hanya sekedar mengandalkan kecantikan, kekayaaan, dan keindahan tubuh dari seorang wanita, maka tidak akan mendapatkan kebahagiaan, *tapi mungkin hanya mendatangkan kelezatan sesaat.*

*_Kebahagiaan adalah sesuatu yang tertanam di dalam hati seseorang dan ini tidak bisa didapatkan kecuali dari istri yang shālihah._*

Khadījah radhiyallāhu ‘anhā adalah wanita yang sangat mencintai Nabi ﷺ , beliau benar-benar membela suaminya dengan pembelaan yang luar biasa.

Seluruh hartanya diberikan kepada suaminya untuk berdakwah. Inilah pentingnya kerjasama antara seorang yang berilmu dan seorang yang berharta dalam berdakwah. Dua orang inilah yang patut kita cemburui, kata Rasūlullāh ﷺ dalam haditsnya:

Dari ‘Abdullāh bin Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasūlullāh ﷺ bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

_“Tidak boleh hasad (ghibtah) kecuali kepada dua orang, yaitu orang yang Allāh anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allāh beri ilmu (Al-Qurān dan As-Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.”_ *(HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816)*

Dakwah sulit berjalan jika hanya mengandalkan ilmu tanpa disokong dari sisi dana. Sehingga inilah salah satu hikmah Allāh menikahkan Nabi ﷺ dengan Khadījah, saudagar yang kaya raya dan benar-benar mendukung dakwah Nabi secara totalitas.

Selain Khadijah, *Abū Bakr radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu* juga termasuk saudagar kaya raya yang ikut serta mendukung dakwah Nabi.

Oleh karena itu, tatkala Bilāl disiksa oleh tuannya ‘Umayyah bin Khalaf, Abū Bakr radhiyallāhu ‘anhu membebaskannya dan memerdekakannya dengan hartanya, karena saat itu Nabi ﷺ tidak memiliki harta sehingga tidak mampu memerdekakan Bilal.

Rasūlullāh ﷺ adalah seorang yang miskin, sampai-sampai beliau bekerja menggembalakan kambing orang lain untuk mendapat upah dan kemudian diberikan kepada pamannya Abū Thālib.

Namun Allāh takdirkan menikah dengan Khadījah, saudagar wanita kaya raya yang seluruh hartanya diberikan kepada beliau untuk berdakwah.

Rasūlullāh ﷺ memiliki 6 orang anak dan semuanya diurus oleh Khadījah radhiyallāhu ‘anhā karena Khadījah ingin suaminya bisa konsentrasi untuk berdakwah, sehingga seluruh urusan rumah tangga diurus oleh Khadījah.

Khadījah radhiyallāhu ‘anhā memiliki banyak sekali keutamaan, diantaranya :

⑴ Dalam hadits disebutkan, Rasūlullāh ﷺ bersabda:

خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ

_“Sebaik-baik wanita dunia (di zamannya –pent) adalah Maryam binti ‘Imran dan sebaik-baik wanita dunia (di zamannya –pent) adalah Khodijah.”_ *(HR Al-Bukhari no 3432 dan Muslim no 2430)*

Ibnu Hajar berkata :

وَأَنَّ مَعْنَاهَا أَنَّ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا خَيْرُ نِسَاءِ الْأَرْضِ فِي عَصْرِهَا

_“Maknanya adalah setiap dari mereka berdua adalah wanita dunia yang terbaik di zamannya.”_ *(Fathul Baari 9/125, lihat juga 6/471)*

Oleh karena itu, datang dalam riwayat yang lain :

خَيْرُ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

*_“Sebaik-baik wanita di alam semesta ini ada empat orang, yaitu Maryam putri ‘Imrān, Khadījah binti Khuwailid, Fāthimah binti Muhammad, Āsiyah istri Fir’aun.”_* _(HR Al-Hakim no 4733, Ibnu Hibban 6951, At-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir no 1004 dan dishahihkan oleh Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Al-Albani)_

⑵ Rasūlullāh ﷺ sering mengingat Khadījah walaupun Khadījah sudah meninggal dunia menunjukkan betapa cintanya Rasūlullāh ﷺ kepada Khadījah yang selama 25 tahun hidup bersama Rasūlullāh ﷺ.

Selain itu Nabi tidak berpoligami selama bersama Khadījah diantara alasannya adalah karena beliau ﷺ sangat cinta kepada Khadījah dan tidak ingin menyinggung hati Khadījah radhiyallāhu ‘anhā.

Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

“Tidak ada perselisihan diantara para ulama bahwasanya Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ tidak berpoligami sejak menikah dengan Khadijah hingga wafatnya Khadijah.

Ini merupakan dalil akan tingginya kedudukan Khadijah di sisi Nabi dan bertambahnya kemuliaan Khadijah. Karena Nabi mencukupkan dirinya dengan Khadijah sehingga beliau tidak berpoligami, dengan itu Rasulullah telah menjaga hati Khadijah dari kecemburuan dan kepayahan yang ditimbulkan oleh para madu.” *(Fathul Baari 7/137)*

Setelah Khadījah meninggal, Rasūlullāh ﷺ *menikah lagi dan baru berpoligami* . Ini merupakan *bantahan* kepada orang-orang Orientalis Barat yang mengatakan bahwa Rasūlullāh ﷺ adalah seorang yang mengikuti syahwat (syahwaniy).

Rasūlullāh ﷺ tidak poligami selama 25 tahun dan meskipun pada akhirnya poligami, wanita yang dinikahi semuanya janda dan sebagiannya sudah tua kecuali hanya satu yang masih gadis yaitu ‘Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā, itupun karena perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Nabi ﷺ menikahi ‘Āisyah karena Rasūlullāh ﷺ mimpi didatangi oleh malaikat Jibrīl 2 kali atau 3 kali membawa gambar ‘Āisyah

أَنَّ جِبْرِيلَ جَاءَ بِصُورَتِهَا فِي خِرْقَةِ حَرِيرٍ خَضْرَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ زَوْجَتُكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

_“Bahwasannya Jibrīl datang kepada Nabi ﷺ bersama gambar ‘Āisyah dalam secarik kain sutera hijau, lalu berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah isterimu di dunia dan akhirat’.”_ *(Jami’ At-Tirmidziy no. 3880)*

Kita tahu bahwa mimpi para Nabi adalah wahyu Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Pada asalnya istri Nabi ﷺ semua adalah janda. Jikalau Rasūlullāh ﷺ mengikuti hawa nafsu belaka niscaya beliau ﷺ akan menikahi gadis perawan.

*Akan tetapi Rasūlullāh ﷺ berpoligami karena ada mashlahat di dalamnya.*

Diantara dalil Nabi ﷺ sering mengenang Khadijah adalah hadits  Aisyah, beliau berkata :

*_“Tidaklah aku lebih cemburu kepada istri-istri Nabi kecuali kepada Khadījah, meskipun aku belum pernah bertemu dengannya.” ‘Āisyah menceritakan ketika Nabi menyembelih seekor kambing, Nabi berkata, “Berikanlah sebagian sembelihan ini kepada teman-temannya Khadījah.” Maka aku pun kesal dan berkata, “Khadījah lagi!?” Nabi lalu menjawab, “Sesungguhnya aku diberikan anugerah untuk mencintai Khadījah.”_* _(HR. Muslim no 2435)_

Ini diantara bentuk inshafnya (adilnya) ‘Āisyah, *walaupun beliau melakukan beberapa kesalahan namun beliau tetap meriwayatkannya, tidak beliau sembunyikan karena di dalamnya terdapat ilmu* . Tidak seperti orang-orang Syi’ah yang mencaci maki ‘Āisyah, kata mereka ‘Āisyah itu lisannya kotor. *Padahal lisan orang-orang Syiah itu sendirilah yang kotor.*

Dalam riwayat lain, ‘Āisyah pernah membicarakan salah seorang istri Nabi ﷺ yaitu Shafiyyah. Kata ‘Āisyah:

Shafiyyah adalah wanita yang pendek. Lalu Rasūlullāh ﷺ marah. Kalau seandainya kesalahan ‘Āisyah adalah masalah duniawi maka Rasūlullāh ﷺ tidak akan marah dan beliau akan mengalah. Akan tetapi kalau kesalahan ‘Āisyah sudah sampai derajat ghibah dan menyangkut masalah agama maka Rasūlullāh ﷺ menegur dengan berkata:

لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ

*_“Engkau telah mengucapkan suatu ucapan yang seandainya ucapan ini dicampur dengan air laut maka akan merubah air laut tersebut.”_* *(HR Abu Dawud no 4875 dan At-Tirmidzi no 2632)*

Jika kita perhatikan, hadits ini diriwayatkan oleh ‘Āisyah tentang kesalahan beliau sendiri, namun beliau tetap sampaikan apa adanya. Ini menunjukkan bagaimana inshafnya beliau.

Sungguh mencela dan mencaci ibunda Aisyah sebagaimana tuduhan kaum Syiah bahwa Aisyah bermulut kotor adalah ucapan yang sangat keji. Bagaimana bisa mencaci ‘Āisyah sementara ‘Āisyah adalah *kekasih yang sangat dicintai Nabi ﷺ, yang Nabi ﷺ wafat di pangkuannya, yang Nabi ﷺ dikuburkan di rumahnya.*

Aisyah -istri yang paling dicintai oleh Nabi- tidak pernah cemburu kepada istri-istri Nabi yang lain sebagaimana kecemburannya kepada Khadijah, padahal Khadijah telah meninggal dunia.

Seorang wanita cemburu kepada wanita yang telah meninggal dunia? Tidak lain melainkan karena begitu cintanya Nabi _shallallau ‘alaihi wa sallam_ kepada cinta pertamanya yaitu Khadijah meskipun telah tiada.

Aisyah radhiallahu ‘anhaa bertutur:

_“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyebut tentang Khadijah maka ia memujinya dengan pujian yang sangat indah. Pada suatu hari aku pun cemburu, kemudian aku berkata,_

*_“Terlalu sering engkau menyebut-nyebutnya, ia seorang wanita yang sudah tua. Allah telah menggantikannya buatmu dengan wanita yang lebih baik darinya”._*

_Maka Nabi berkata_, *_“Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanitapun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain”_* _(HR Ahmad no 24864 dan dishahihkan oleh para pentahqiq Musnad Ahmad)_

Hadits ini adalah sekedar isyarat yang menunjukkan bahwa ‘Āisyah itu sebagaimana wanita lainnya, bersifat pencemburu. *Suatu hal yang wajar apabila seorang istri cemburu dengan wanita lain* .

Khadījah bukanlah istri biasa, beliau memiliki peran dalam perkembangan Islam. Bagaimana beliau berkorban dengan segala hal, termasuk harta untuk mendukung dakwah Nabi ﷺ.

Karena itu tidak heran jika Nabi ﷺ membanggakan kecintaan beliau ﷺ kepada Khadījah dengan mengatakan:

إِنِّي قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا

_“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepadaku rasa cinta kepada Khadijah”_ *(HR Muslim no 2435)*

Imam An-Nawawi berkata,

_“Ini adalah isyarat bahwasanya mencintai Khadijah adalah kemuliaan.”_ *(Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim 15/201)*

Wanita jika cemburu maka dia akan melakukan hal yang tidak dia sadari dan di luar akal sehat. Dan lelaki yang baik adalah yang tidak marah kepada istrinya yang berbuat kesalahan karena cemburu.

Bagaimana suami marah terhadap perilaku istri yang menunjukkan cintanya kepadanya. Maka ‘Āisyah pun cemburu dengan mengatakan perkataan yang keliru dan Rasūlullāh ﷺ membela Khadījah.

🖊  Penulis: Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
🌐  Sumber: _www.firanda.com_

Disebarkan Oleh : *Mutiara Risalah Islam*
_______________
📚  Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa' ad Dariny Lc, M.A. ?

Senin, 18 Maret 2019

Suamimu Syurga dan Nerakamu

📋 UNTUK SETIAP ISTRI: SUAMIMU ADALAH SURGAMU DAN NERAKAMU



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita,

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ قَالَ : فَكَيْفَ أَنْتِ لَهُ ؟ قَالَتْ : مَا آلُوهُ إِلاَّ مَا أَعْجَزُ عَنْهُ قَالَ : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Apakah engkau memiliki suami? Dia berkata: Ya. Beliau bersabda: Bagaimana posisimu baginya? Dia berkata: Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali yang aku tidak mampu untuk menunaikannya. Beliau bersabda: Perhatikan kedudukanmu bagi suamimu, karena sesungguhnya ia adalah surgamu dan nerakamu.” [HR. An-Nasaai dalam As-Sunan Al-Kubro dari Hushain bin Mihshon radhiyallaahu’anhu, Shahihut Targhib: 1933]

Al-Hafiz Al-Munawi rahimahullah berkata,

أي هو سبب لدخولك الجنة برضاه عنك وسبب لدخولك النار بسخطه عليك فأحسني عشرته ولا تخالفي أمره فيما ليس بمعصية

“Maknanya: Suamimu adalah sebab kamu masuk surga karena keridhoannya kepadamu, dan sebab kamu masuk neraka karena kemarahannya kepadamu, maka perlakukan suamimu dengan baik dan janganlah menyelisihi perintahnya yang bukan maksiat kepada Allah.” [Faidhul Qodir, 3/78]

Beberapa Pelajaran:

1. Agungnya hak suami atas istri, dan itu sebanding dengan tanggung jawabnya yang besar untuk menafkahi, melindungi dan menjaga istrinya dari api neraka.

2. Durhaka kepada suami termasuk dosa besar.

3. Wajib bagi istri menuruti semua perintah suami selama bukan kemaksiatan kepada Allah ta’ala, walau pun tidak sesuai dengan keinginan istri atau keluarga istri.

4. Saling menjaga, memperhatikan dan memenuhi hak dan kewajiban antara suami istri adalah sebab keharmonisan rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.

5. Pentingnya ilmu agama dalam rumah tangga, dengan ilmu bahtera rumah tangga lebih terarah, dan dengan ilmu riak-riak gelombang yang menerpanya dapat dihadapi dan dilalui dengan baik insya Allah ta’ala, oleh karena itu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membimbing kita agar memiliki ilmu dalam berkeluarga.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber:

• [ http://sofyanruray.info/untuk-setiap-istri-suamimu-adalah-surgamu-dan-nerakamu ]

• [ https://web.facebook.com/taawundakwah/posts/2286733784892753 ]


Oleh : Al-Ustâdz Abu Abdillah, Sofyan Chalid bin Idham Ruray


══════ ❁✿❁ ══════

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu, menjadi sebab hidayah, dan Allâh membalas anda dengan kebaikan dan menjadi amal jariyah, serta memudahkan jalan kita menuju Jannah. آمِينَ.

ANAK-ANAK BERCANDA DIMASJID DIMARAHI ATAU DIBIARKAN?



Salah satu masalah yang sering menjadi polemik di masjid atau majlis taklim adalah keberadaan anak-anak kecil. Di satu sisi kita menginginkan anak-anak tersebut akrab dengan masjid dan majlis taklim. Sehingga kelak merekalah yang menjadi generasi penerus kebaikan. Namun di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa tingkah polah mereka lumayan ‘mengganggu’ kekhusyuan ibadah.

Menghadapi fenomena ini, ada dua kubu yang bertolak belakang dalam menyikapinya.

🔘 Kubu pertama hobi memarahi anak-anak kecil tersebut. Kerap membentak mereka. Atau minimal memelototi mereka. Seakan mereka adalah hama yang harus diberantas. Akibatnya anak-anak tersebut pun menjadi tidak betah di masjid. Bahkan sebagian mereka menjadi fobia dengan majlis taklim.

🔘 Adapun kubu kedua, sangat memaklumi tingkah polah anak-anak itu. Seheboh apapun kelakuan mereka, dibiarkan saja. “Toh memang itu masanya”, demikian komentar yang terlontar. Akibatnya tidak sedikit jamaah yang mengeluh sulit konsentrasi dalam mengaji dan shalat.

☑ Sikap yang tepat

Keberadaan anak kecil di masjid itu sudah lazim sejak zaman Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam._ Perilaku anak di zaman itu juga tidak berbeda jauh dengan zaman ini. Sama-sama masih suka bermain. Bagaimanakah baginda Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ menyikapi mereka di masjid?

🕌 Abu Qatadah _radhiyallahu ‘anhu_ menuturkan,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا

_“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat sambil menggendong cucunya; Umamah binti Abi al-‘Ash di pundaknya. Bila beliau akan sujud, maka anak tersebut diturunkannya”._ 📖HR. Bukhari dan Muslim.

Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul _shallallahu ‘alaihi wasallam_ pun ternyata membawa anak kecil ke masjid. Namun beliau *bertanggungjawab.* Tidak lepas tangan. Beliau pegangi cucunya, bahkan beliau gendong. Agar tidak mengganggu jama’ah yang lainnya.

Tetapi bagaimanapun kedisiplinan orang tua, tetap saja ada saatnya lepas kontrol. Anak berpolah. Di saat itulah *kesabaran* yang berperan. Mari kita simak kejadian berikut,

Syaddad _radhiyallahu ‘anhu_ mengisahkan, _“Di suatu shalat Isya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang sambil membawa Hasan atau Husain. Beliau maju ke pengimaman dan meletakkan cucunya lalu bertakbiratul ihram. Di tengah shalat, beliau sujud lama sekali. Karena penasaran, Syaddad mengangkat kepalanya untuk mencari tahu. Ternyata sang cucu naik ke pundak Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sujud. Syaddad pun kembali sujud. Seusai shalat, jamaah bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud lama sekali. Hingga kami mengira ada kejadian buruk atau ada wahyu yang turun padamu”. Beliau menjawab,_

كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ

_“Bukan itu yang terjadi. Tetapi tadi cucuku menjadikan punggungku sebagai tunggangan. Aku tidak suka memutus kesenangannya hingga dia puas”._ 📖HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh al-Hakim.

☑ Kesimpulan

Orang tua yang membawa serta anaknya ke masjid harus bertanggung jawab. Bertugas untuk mengkondisikan dan *memberikan pengertian* kepada anak. Namun proses pendidikan itu harus dilakukan dengan penuh *kelembutan dan kesabaran*.

Sehingga anak tidak kapok untuk berangkat ke masjid atau majlis taklim. Di waktu yang sama, keberadaan mereka juga tidak membuat jamaah lain terganggu. Ingat, maslahat orang banyak harus diprioritaskan ketimbang maslahat pribadi. _Wallahu a’lam bish shawab._

_🏛Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 10 Rajab 1440 / 17 Maret 2019_

✒ Ustadz Abdullah Zaen, L.c, M.A, حفظه الله

http://tunasilmu.com/dimarahi-atau-dibiarkan/

Ancaman bagi penyebar gosip

🍄 Khazanah Al-Qur'an 🍄

Senin, 18-Maret-2019 M

🌹 Ancaman Allah bagi Para Penyebar Gosip !

Akhir-akhir ini, gosip menjadi santapan masyarakat sehari-hari. Sejak pagi kita telah disuguhi berbagai macam acara televisi yang mengumbar masalah dan aib orang. Padahal Al-Qur’an sangat tegas berbicara tentang para penyebar aib, Allah swt berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.an-Nur:19)

Ayat ini adalah ancaman bagi orang-orang yang hobi dan senang menyebar aib kaum mukminin. Dan ancaman Allah dalam ayat ini sangatlah tegas, “mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat.”

Kehormatan dan harga diri kaum mukminin adalah barang mahal yang harus dijaga. Setiap orang memiliki aib dan setiap dari kita pernah berbuat salah. Maka tugas kita adalah menutupi aib dan kesalahan saudara kita, bukan malah menyebarkannya.
Ancaman dalam ayat ini adalah siksaan di dunia dan akhirat. Jangan-jangan semua kesengsaraan yang menimpa kita di dunia ini diakibatkan karena kita senang menyebarkan aib dan kesalahan orang lain. Sementara kita tidak sadar bahwa perbuatan itu adalah sesuatu yang besar. Allah berfirman,

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّناً وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.” (QS.an-Nur:15)

Kita menganggapnya hal remeh padahal disisi Allah sangatlah besar. Karena itulah Allah mengakhiri ayat ini dengan firman-Nya, “Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Yakni mungkin kita tidak tau bahwa berbagai siksaan dan kesengsaraan hidup ini bermula dari kebiasaan kita yang sering mengumbar aib dan keburukan orang lain.

Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang menyebarkan aib seorang mukmin maka ia tidak akan mati sebelum melakukan aib tersebut.”

Semoga lisan kita terjaga dari kebiasaan bergosip dan menyebarluaskan aib orang lain, karena sungguh siksaan Allah menanti orang-orang yang hobi menggosip. Siksaan yang amat pedih di dunia maupun di akhirat kelak.

🍁 Semoga Bermanfaat 🍁

HUKUM SHOLAT TAUBAT


✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

📃 Pertanyaan:❓
Apa hukum sholat taubat dan  bagaimana keshahihan dalil yang datang tentangnya?

📞 Jawaban:
Sholat taubat, pada haditsnya terdapat kelemahan. Akan tetapi memiliki hadits-hadits pendukung yang menunjukkan ada dasarnya, misal hadits Ustman Bin Affan _radhiyallahu anhu_ ketika berwudhu seperti wudhunya nabi ﷺ, dan beliau berkata:

☝"Sesungguhnya Nabi ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini", kemudian berkata:

👉🏻🚰"Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian sholat 2 rakaat, jiwanya tidak lalai di kedua rakaat itu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu".

📃Maka hadits ini menjadi dalil pendukung yang menunjukkan bahwa seseorang apabila berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian sholat 2 rakaat niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

✅ Sholat ini tidak dinamakan sholat taubat, melainkan sholat sunnah wudhu, namun dengan itu diperoleh taubat.

📚 Liqo Al Bab Al Maftuh: 14

السؤال:
ما حكم صلاة التوبة، وما صحة الدليل الذي ورد في ذلك؟
الجواب:
صلاة التوبة حديثها فيه ضعف، لكن له شواهد تدل على أن له أصلاً مثل حديث عثمان بن عفان -رضي الله عنه- حينما توضأ كوضوء النبي -صلى الله عليه وسلم- وقال: إن النبي -صلى الله عليه وسلم- توضأ مثل وضوئي هذا، ثم قال: «من توضأ نحو وضوئي هذا ثم صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه غفر الله له ما تقدم من ذنبه» فهذا الحديث شاهد  يدل على أن الإنسان، إذا توضأ فأسبغ الوضوء، ثم صلى ركعتين؛ فإنه يغفر له ما تقدم من ذنبه، ولا تسمى صلاة التوبة، ولكنها سنة الوضوء، ولكن تحصل بها التوبة.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [14]
التوبة والرقائق
الصلاة > صلاة

┈┉┅••●❀✅🚰✅❀●••┅┉┈


 

Minggu, 17 Maret 2019

Khomeini berasal dari india dan bukan keturunan nabi, biarkan mereka membuka faktanya

APAKAH INI BAGIAN DARI KEBOHONGAN (HOAX) SYIAH?

Menurut para ulama dan bukti sejarah, syi’ah rafidhah adalah sekte yang paling berani berkata dusta, menulis dusta dan membangun agama dengan membuat dusta dan riwayat dusta. Juga yang paling heran mendustakan agama, mendustakan Allah, Rasul-Nya, sahabat dan Ahlul Bait. Namun syiah paling getol mengklaim sebagai pecinta ahlul bait atau bahkan sebagai ahlul bait itu sendiri.
Sebagai contoh Akun twitter هامور الباستيل menulis:
Khomeini berkata dalam bukunya bahwa dirinya adalah seorang Hindu India, tapi dia berkata bahwa dirinya Hashemi keturunan Bani Hasyim.
al-Sistani berasal dari pinggiran Pakistan dan tidak bisa berbahasa Arab tapi juga diklaim sebagai Hashemi
Hassan Nashrullah dari Chechnya dikatakan sebagai Hashemi
Al-Khoutsi: adalah seorang dari Khorasan dikatakan sebagai Hashemi .”
Demikian cuitan itu, saya belum melakukan pengecekan kepada seluruhnya, hanya saja Shafa TV pernah menyiarkan bahwa Khumaini memang dari India. Videonya ini diberi judul:
الدليل القطعي على أن الخميني هندي لاهاشمي
(Bukti Yang Pasti bahwa Khumaini itu orang India bukan Hashemi (bukan Ahlul Bait keturunan Bani Hasyim)
Ini videonya: (saksikan penjelasan dan buti-buktinya)

Bagaimana pendapat Anda?

VIDEO: STRATEGI YAHUDI DAN SYIAH UNTUK MENJAJAH MAKKAH SAUDI ARABIA


Video ini menjelaskan bagaimana strategi Israel membuka Iran dan Khoutsi menjajah Arab Saudi dengan cara menyerang dari wilayah selatan dan barat. 
Dan biarkan ISIS menyerang dari Utara. 
Tujuan akhirnya: agar Saudi meminta tolong kepada Israel, kemudian Israel datang untuk menjajah wilayah Saudi Bagian Utara dan mengambil kembali gunung Lauz. 
Rencana jahat ini diterangkan oleh sejarawan Yahudi Zionis Dennis Avi Lipkin di bukunya yang terbaru dengan judul “Return To Mecca” (العودة إلى مكة).
Seorang perwira Intelijen dalam bukunya yang berjudul "Hudud al Daulah al Yahudiyyah" (Batas-batas Negara Yahudi) menklaim Tanah Israel membentang dari Libanon ke gurun pasir, yaitu Arab Saudi, dan dari Laut Mediterania ke Efrat Irak. LipKin, yang mengandalkan ramalan al kitab yang menyerukan umat Kristen dan Yahudi untuk bersatu demi merebut kembali Makkah, yang merupakan tanah suci bagi agama yang baru.
Bahkan, Lipkin mengundang untuk membentuk aliansi atau persekutuan Syiah, Kristen dan Zionis untuk menyusun kerajaan Arab Saudi dan mengadopsi Ka'bah.
Sungguh sekenario yang menyeramkan, namun rakyat Saudi Sekarang mulai banyak yang sibuk dengan hiburan, konser musik dan nyanyian, alasan ada departemen baru disebut 
الهيئة العامة للترفيه 
Departemen Hiburan (Otoritas Hiburan Umum) yang membuka tahun 2016 dan sejak 2018 dipegang oleh Turki Alu Syaikh. 
Silahkan simak Video dialog dengan penulis buku:
Semoga Allah memahamkan generasi muda Arab Saudi tentang bahaya ini. Semoga Allah melindungi Arab Saudi dari kejahatan dan Syiah dan sekutu mereka. Aamiin
Sumber: 
http://almajd.net/2018/02/14/ العودة-الى-مكة-كتاب-جديد-لمؤرخ-يهودي /


http://algena.blogspot.com/
dalam video itu hostnya adalah Gary Stearman dan nara sumbernya adalah Avi Lipkin penulis buku 
wawancara televisi ini dilakukan beberapa bulan sebelum serangan “Ashifatul Hazm” ke Khoutsi

Sabtu, 16 Maret 2019

RITUAL-RITUAL KESYIRIKAN BERKEDOK KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA


 Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih
 Berikut contoh kesyirikan di NUSANTARA yang berkedok kearifan lokal
    

*RITUAL-RITUAL KESYIRIKAN BERKEDOK KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA*

*1. Kenduri Laot Aceh (Sesaji kepala sapi)*
*2. Rebo Pungkasan banyuwangi (Sesaji kepala sapi)*
*3. Sapar saparan banyuwangi (Sesaji kepala sapi)*
*4. Ziarah 1 Syuro Parangkusumo Yogyakarta (Sesaji kepala sapi)*
*5. Larung sesaji 1 Syuro Wonogiri (Sesaji kepala sapi)*
*6. Peramaian tawang Kendal (Sesaji kepala sapi)*
*7. Nyadran rowosari Kendal (Sesaji kepala sapi)*
*8. Sedekah laut tuban (Sesaji kepala sapi)*
*9. Petik laut Situbondo (Sesaji kepala sapi)*
*10. Korowelang Malang (Sesaji kepala sapi)*
*11. HUT Kota Kediri (Sesaji kepala sapi)*
 *12. *Grebeg* *Syuro Lumajang (Sesaji kepala sapi*)
*13. Larung sesaji Blitar (Sesaji kepala sapi)*
*14. Sedekah rawa ambarawa (Sesaji kepala sapi)*
*15. Larung sesaji bumi Probolinggo (Sesaji kepala sapi)*
*16. Hajat laut Pangandaran (Sesaji kepala sapi)*
*17. Ruwatan Tegal (Sesaji kepala sapi)*
*18. Lomban Jepara (Sesaji kepala sapi)*
*19. Sedekah laut juwana Pati (Sesaji kepala sapi)*
*20. Petik Laut Pasuruan (Sesaji kepala sapi)*
*21. Sedekah gunung merapi lencoh boyolali (Sesaji kepala sapi)*
*22. Balia Palu (Sesaji ayam dan kambing)*
*23. Maudu’ Lompoa, Takalar Sulawesi Selatan (Sesaji Ayam, Julung julung)*
*24. Sesaji Labuhan Yogyakarta*
*25. Sedekah Laut Cilacap, Demak, Bantul, Pekalongan, Semarang, Tegal, Tangerang*
*26. Nadran Subang, Indramayu, Cirebon, karawang*
*27. Larung Sesaji Tuban, Jember*
*28. Petik Laut Sumenep, Pamekasan*
*29. Ruwat laut Subang, Pandeglang*
*30. Larung Perahu Gresik*
*31. Larung sesaji Jember*
*32. Labuh Saji Sukabumi*
*33. Kenduri laut Tapanuli tengah Sumatera*
*34. Pesta Laut Kuala Samboja Kalimantan Timur*
*☠35. Simah Laut Sampit Kalimantan tengah*
*☠36. memberi makan laut tanah Bumbu Kalimantan Selatan*
*☠37. Maccera Tasi Kotabaru Kalimantan selatan*
*☠38. Malarung sikka Sulawesi*
*☠39. Methil Surakarta (Sesaji hasil bumi)*
*☠40. Sedekah Bumi dengan Sesaji hasil bumi (Jepara, Indramayu, Tegal, Kuningan, Indramayu, Solok Sumatra Barat, Losari, Sukabumi, bogor, Majalengka, Juwana Pati, Surabaya, Banyumas, Grobogan, Cilacap, Ciluwak, Blora, Lamongan, Gresik, Kediri, Sidoarjo, Probolinggo)*

Jelas sekali kalau umat muslim di Indonesia belum memahami betul mengenai esensi ajaran Islam yang paling pokok yaitu Tauhid, baik masyarakat ataupun pemerintahannya.

Dari segi masyarakat menganggap sesaji adalah bentuk syukur kepada tuhan selain juga sajian penolak bala untuk para lelembut, mbaurekso, penunggu, arwah leluhur, penguasa laut, gunung atau apapun itu.

Padahal hal semacam itu yang disebut dalam Islam sebagai syirik Akbar.
Dari segi Pemerintah daerah memandang tradisi-tradisi tersebut sebagai lahan pengembangan daerah dan sumber Cara pendapatan lain dari sektor pariwisata dengan mengesampingkan dampak negatif yaitu dapat menggerus prinsip prinsip agama.

Jika suatu daerah menjadikan acara tahunan dengan berhasil dan memancing banyak pengunjung, hal ini akan menarik daerah-daerah lain untuk melakukan hal yang sama.
Wal iyadzubillah... Nas alullaha assalamah wal afiah.

Sumber: https://aslibumiayu.net/8745-kenapa-sesajen-dan-tumbal-itu-dikatakan-sebagai-kesyirikan-itukan-sedekah-kata-sebagian-orang.html

kiat agar hijrah tidak gagal

Gambar mungkin berisi: teks

Istilah “hijrah” menjadi lebih populer di zaman ini. Hijrah yang dimaksudkan yaitu mulai kembali kepada kehidupan beragama, berusaha mematuhi perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi lebih baik, karena sebelumnya tidak terlalu peduli atau sangat tidak peduli dengan aturan agama. Istilah ini dibenarkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah dan kembali kepada Allah dan agamanya.
.
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ
.
”Dan Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah”.
.
Sangat membuat kita sedih, ketika ada sebagian saudara kita yang “hijrahnya gagal” yaitu tidak istiqamah di atas agama, kembali lagi ke dunia kelamnya yang dahulu dan kembali melanggar larangan Allah.
.
Penulis: ustadz dr @raehanul_bahraen
Baca selengkapnya https://muslim.or.id/34490-kiat-agar-hijrah-tidak-gagal

______________
Follow IG:
@indonesiatauhid
@indonesiabertauhidtv
@indonesiabertauhidstore
@indonesiabertauhidofficial
__________________
 Silakan disebarluaskan
#indonesiabertauhid