Minggu, 31 Maret 2019

Apa fungsi Rhinos untuk pilek ?

Apa fungsi Rhinos untuk pilek ?
Image result for pilek dan flu
Nama Generik: RhinosMerek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Apa fungsi Rhinos?

Rhinos SR (Loratadin) adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala-gejala yang berkaitan dengan alergi rhinitis seperti: bersin-bersin, hidung tersumbat, rinorea, dan rasa gatal di hidung. Obat ini dianjurkan bila kedua sifat antihistamin dari loratadine dan efek dekongestan dari pseudoephedrine dibutuhkan.

Bagaimana cara pakai Rhinos?

Selalu gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada kemasan, atau sesuai dengan anjuran dokter Anda. Tanyakan pada dokter jika Anda merasa ragu. Obat ini dapat diberikan bersama atau tanpa makanan. Telan utuh kapsul dan jangan dikunyah atau dihancurkan.

Bagaimana cara menyimpan Rhinos?

Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. Simpan di dalam lemari es, namun jangan dibekukan. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa yang tercantum dalam kemasan. Tanggal kedaluwarsa berlaku di hari terakhir bulan yang disebutkan. Jangan buang obat ini ke saluran pembuangan air, jangan pula dibuang dengan cara disiram ke toilet. Tanyakan apoteker Anda bagaimana cara paling aman membuang obat ini tanpa membahayakan lingkungan.

Peringatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Apa yang harus saya perhatikan sebelum menggunakan Rhinos?

Sebelum menggunakan obat ini ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut :
  • Hati-hati bagi ibu hamil dan menyusui, pasien usia 60 tahun atau lebih, pasien dengan gangguan hati dan ginjal, dan anak-anak di bawah 12 tahun.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Obat ini termasuk obat keras, baca aturan pakai/sesuai petunjuk dokter Anda.

Apakah Rhinos aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Penelitian secara klinis yang terkendali dan baik tidak memperlihatkan efek merugikan yang mengkonfirmasi risiko bagi ibu hamil dan menyusui. Namun, selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Efek Samping

Apa efek samping Rhinos yang mungkin terjadi?

Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping. Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya. Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda.
Efek samping yang mungkin terjadi akibat Rhinos SR (Loratadin) di antaranya adalah:
  • Gangguan saluran cerna
  • Anoreksia, mual, muntah
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Kardiovaskular: Palpitasi, takikardia, ekstrasistoles

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Rhinos?

Rhinos SR (Loratadin) mungkin berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda gunakan. Ini dapat mengubah cara kerja obat tersebut, atau bahkan meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping. Untuk menghindari kemungkinan interaksi obat ini, buatlah daftar semua obat yang sedang atau yang baru-baru ini Anda gunakan, termasuk obat resep, obat nonresep, obat herbal, dan suplemen vitamin. Perlihatkan daftar ini kepada dokter atau apoteker saat Anda diresepkan.
Untuk keamanan Anda, jangan memulai atau memberhentikan obat, jangan pula mengganti dosis obat, tanpa berkonsultasi dulu pada dokter Anda.
Rhinos SR (Loratadin) sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan:
  • Metildopa
  • Mecamilamin
  • Reserpin
  • Veratrum alkaloid
  • β-bloker, digitalis
  • Antasida
  • Kaolin
  • Pemberian bersama ketoconazole dan derivat azole yang lain atau obat golongan makrolida

Apakah ada makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Rhinos?

Obat ini mungkin saja berinteraksi dengan makanan atau minuman tertentu, terutama alkohol, yang mengubah cara kerja obat atau malah meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping. Diskusikan dengan dokter mengenai apa saja pantangan makanan dan minuman selama Anda menggunakan obat ini.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Rhinos?

Obat ini dapat berinteraksi dengan beberapa penyakit dan gangguan kesehatan. Interaksi ini dapat membuat penyakit Anda bertambah parah, atau mengganggu cara kerja obat. Penting untuk selalu memberi tahu dokter mengenai penyakit dan gangguan kesehatan lain yang Anda alami sebelum mulai menggunakan obat ini.
Penderita kondisi kesehatan berikut ini sebaiknya menghindari penggunaan Rhinos SR (Loratadin):
  • Penderita dengan penyakit kardiovaskular seperti: insufisiensi koroner, aritmia dan hipertensi berat.
  • Penderita yang sedang diterapi dengan penghambat monoamine oksidase (MAO) atau dalam waktu sepuluh hari setetah menghentikan pengobatan ini, dan pada pasien dengan glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat dan hipertiroidisme.
  • Hipersensitivitas terhadap pseudoephedrine dan loratadine.
  • Pada kegagalan pernapasan.

Dosis

Informasi berikut ini tidak bisa dijadikan pengganti resep dokter. Anda HARUS berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan Rhinos.

Berapa dosis Rhinos untuk orang dewasa??

Dewasa: 1 kapsul setiap 12 jam (2 kali sehari).

Berapa dosis Rhinos untuk anak?

Anak-anak di atas 12 tahun : 1 kapsul tiap 12 jam (2 kali sehari).

Dalam bentuk apa saja Rhinos tersedia?

Rhinos SR (Loratadin) tersedia dalam bentuk kemasan kapsul lepas lambat. 5 blister @ 10 kapsul.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum/pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

musafir penanti ajal tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Obat Asam Mefenamat sebagai obat sakit gigi ampuh

Obat Asam Mefenamat untuk Apa?

Image result for sakit gigi
Nama Generik: Asam MefenamatMerek: Analspec, Asimat, Datan/Datan Forte, Dentacid, Dogesic, Femisic, Grafix, Lapistan, Maxstan, Mefast, Mefinal, Opistan, Pehastan, Poncofen, Ponstan, Solasic, Teamic 500, Tropistan, Allogon, Alpain, Asam Mefenamat Indo Farma, Asam Mefenamat Landson, Benostan, Cetalmic, Corstanal, Dolos, Fensik 500, Gitaramin, Grafamic, Hexalgesic, Inastan, Licostan, Mefinter, Menin, Molasic, Nichostan, Ponalar Ponalar/Ponalar, Pondex Pondex/Pondex For, Ponsamic, Ponstelax, Spartan, Stanalin, Stanza dan obat asam mefenamat untuk fungsi dosis sakit gigi.

Fungsi

Untuk apa asam mefenamat?

Asam mefenamat adalah obat untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang. Sering digunakan sebagai obat sakit gigi, sakit kepala, dan meringankan rasa nyeri pada masa menstruasi.
Asam mefenamat atau mefenamic acid dikenal sebagai nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati serangan asam urat.
Dosis asam mefenamat dan efek samping asam mefenamat akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum asam mefenamat?

Asam mefenamat biasanya diminum 4 kali sehari dengan segelas air mineral (8 ons atau 240 mililiter) atau sesuai arahan dokter. Jangan berbaring setidaknya selama 10 menit setelah mengonsumsi obat ini. Jika terjadi gangguan pada perut, minum obat ini dengan makanan atau susu. Jangan mengonsumsi asam mefenamat bersamaan dengan antacid kecuali dengan arahan dokter.
Antacid tertentu kemungkinan dapat mengubah jumlah asam mefenamat yang diserap oleh tubuh.
Dosis diberikan berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko perdarahan pada perut dan efek samping lainnya, minum obat ini pada dosis terendah untuk waktu yang singkat.
Jangan naikkan dosis Anda, minum secara teratur, atau konsumsi lebih lama dari yang disarankan. Obat ini sebaiknya tidak diminum lebih dari 7 hari pada satu waktu.
Jika Anda mengonsumsi obat ini sebagai “kebutuhan” dasar (bukan setiap hari), harap diingat bahwa obat ini bekerja dengan baik ketika dikonsumsi saat tanda pertama rasa nyeri terjadi. Jika Anda menunggu hingga tanda-tanda memburuk, obatnya tidak akan bekerja dengan baik.
Jika Anda menggunakan obat ini untuk rasa sakit pada menstruasi, ambil dosis pertama Anda segera setelah datangnya menstruasi atau ketika rasa sakit tiba. Biasanya, Anda hanya perlu untuk mengonsumsi selama 2 atau 3 hari pertama saat datang bulan.
Beritahu dokter jika rasa sakit Anda tidak berkurang atau semakin parah atau jika Anda memiliki gejala baru lainnya.

Bagaimana cara penyimpanan asam mefenamat?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis asam mefenamat untuk orang dewasa?

Dosis asam mefenamat untuk mengatasi rasa sakit: Asam mefenamat 500 mg dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 7 hari.
Dosis asam mefenamat untuk nyeri haid: 500 mg dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sejak dimulainya haid.

Bagaimana dosis asam mefenamat untuk anak-anak?

Dosis asam mefenamat untuk anak 14 – 18 tahun: 500 mg dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 7 hari.

Dalam dosis apakah asam mefenamat tersedia?

Kapsul: 250 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena asam mefenamat?

Efek samping asam mefenamat yang tidak serius namun kadang terjadi, antara lain adalah:
  • Mual, mulas atau sakit perut, diare, sembelit, kembung
  • Pusing, sakit kepala, gugup
  • Kulit terasa gatal atau terdapat ruam
  • Mulut kering
  • Berkeringat, ingusan
  • Pandangan kabur
  • Dengung di telinga
Berhenti mengonsumsi mefenamic acid dan cari pertolongan medis atau hubungi dokter Anda ketika Anda memiliki efek samping yang serius:
  • Nyeri pada dada, lelah, napas pendek, kurang jelas berbicara, bermasalah dengan penglihatan atau keseimbangan
  • Tinja berwarna hitam, berdarah, batuk berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Jarang buang air kecil atau tidak sama sekali
  • Nyeri, panas, atau berdarah saat buang air kecil
  • Mual, sakit pada perut, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna seperti tanah liat, sakit kuning (menguning pada kulit dan mata)
  • Demam, sakit tenggorokan, serta sakit kepala, kulit melepuh, mengelupas, dan terdapat ruam merah pada kulit
  • Memar, kesemutan parah, mati rasa, otot terasa lemah
Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan asam mefenamat?

Sebelum mengonsumsi asam mefenamat,
  • Beri tahu dokter dan Apoteker Anda jika Anda alergi terhadap mefenamic acid, aspirin atau NSAID lainnya seperti, ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn), obat-obatan lain, bahan tidak aktif lainnya pada kapsul mefenamic acid. Tanyakan pada apoteker Anda daftar bahan tidak aktif
  • Beri tahu dokter dan apoteker resep dan yang tidak tertulis dalam resep obat-obatan, vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal yang Anda konsumsi dan akan dikonsumsi. Pastikan untuk menyebutkan antacid dari obat-obatan tersebut: antacids; angiotensin-converting enzyme (ACE) zat seperti benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), fosinopril (Monopril), lisinopril (Prinivil, Zestril), moexipril (Univasc), perindopril (Aceon), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), and trandolapril (Mavik); amiodarone (Cordarone, Pacerone); atazanavir (Reyataz); clopidogrel (Plavix); diuretics (‘water pills’), efavirenz (Sustiva); fluconazole (Diflucan); fluvastatin (Lescol); metronidazole (Flagyl); lithium (Eskalith, Lithobid); lovastatin (Mevacor); methotrexate (Rheumatrex); ritonavir (Norvir, in Kaletra); sulfamethoxazole (dalam Bactrim, Septra); sulfinpyrazone (Anturane); trimethoprim (Proloprim); dan zafirlukast (Accolate). Dokter Anda mungkin akan mengubah dosis obat atau memantau Anda secara teliti untuk melihat adanya efek samping
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami atau pernah mengalami kondisi seperti: asma, terutama jika Anda sering merasakan hidung tersumbat atau ingusan atau nasal polip (pembengkakan pada bagian dalam hidung); pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, dan kaki bagian bawah (retensi cairan); penyakit hati atau ginjal
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, khusunya jika Anda berada pada bulan terakhir kehamilan, Anda berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil ketika menggunakan mefenamic acid, segera hubungi dokter
  • Jika Anda akan operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang dalam penggunaan mefenamic acid

Apakah asam mefenamat aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan asam mefenamat pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA)
Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :
  • A=Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui
Tidak diketahui apakah asam mefenamant bisa terserap ke dalam ASI atau apakah membahayakan bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter Anda jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan asam mefenamat?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
Beri tahu dokter Anda jika Anda mengonsumsi obat antidepresi seperti citalopram (Celexa), duloxetine (Cymbalta), escitalopram (Lexapro), fluoxetine (Prozac, Sarafem, Symbyax), fluvoxamine (Luvox), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), atau venlafaxine (Effexor). Mengonsumsi salah satu obat ini bersamaan dengan mefenamic acid dapat menyebabkan memar atau mudah berdarah.
Sebelum menggunakan mefenamic acid, beritahu dokter jika Anda menggunakan salah satu dari obat berikut:
  • Pengencer darah seperti warfarin (Coumadin
  • Diuretic (water pill) seperti furosemide (Lasix)
  • Cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune)
  • Lithium (Eskalith, Lithobid)
  • Methotrexate (Rheumatrex, Trexall)
  • Steroids (prednisone and others); atau
  • Aspirin or NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs) such as diclofenac (Voltaren), etodolac (Lodine), fenoprofen (Nalfon), flurbiprofen (Ansaid), ibuprofen (Advil, Motrin), indomethacin (Indocin), ketoprofen (Orudis), ketorolac (Toradol), meclofenamate (Meclomen), meloxicam (Mobic), nabumetone (Relafen), naproxen (Aleve, Naprosyn), piroxicam (Feldene), dan lainnya

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan asam mefenamat?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan asam mefenamat?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:
  • Anemia atau
  • Asma
  • Masalah perdarahan
  • Pembekuan darah
  • Edema (retensi cairan atau pembengkakan pada tubuh)
  • Riwayat serangan jantung
  • Penyakit jantung (contoh, gagal jantung kongestif)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati (contoh, hepatitis)
  • Sakit pada perut atau usus
  • Riwayat stroke⎯Gunakan dengan hati-hati. Obat ini dapat memperparah kondisi
  • Aspirin-sensitif asma
  • Penyakit ginjal parah
  • Stomach ulcers, aktif⎯obat ini sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan kondisi ini
  • Operasi jantung (misalnya, operasi coronary artery bypass graft [CABG])⎯obat ini tidak digunakan untuk meredakan rasa nyeri sebelum atau sesudah operasi

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Tanda-tanda overdosis termasuk:
  • Lelah yang berlebih
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
  • Muntah berdarah dan terlihat seperti bubuk kopi
  • Tinja berwarna gelap dan berdarah
  • Napas lambat
  • Koma (hilangnya kesadaran pada beberapa jangka waktu)

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.
musafir penanti ajal tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Bagaimana Hamil di Luar Kandungan Bisa Terjadi dan Apa Saja Tandanya?

Bagaimana Hamil di Luar Kandungan Bisa Terjadi dan Apa Saja Tandanya?

Image result for muntah hamil islami
Hamil di luar kandungan adalah salah satu komplikasi kehamilan yang bisa berakibat fatal. Namun, hanya sedikit wanita yang mengetahui bahwa kehamilan yang dialami bukan kehamilan pada umumnya, karena gejalanya hampir mirip. Lantas, sebenarnya apa itu hamil di luar kandungan?

Apa itu hamil di luar kandungan?

Hamil di luar kandungan atau disebut dengan kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi menempel di tempat lain selain di dalam rahim. Hampir semua kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi.
Tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim. Jika telur terjebak di dalamnya, telur tidak akan berkembang menjadi bayi dan kesehatan Anda mungkin berisiko jika kehamilan berlanjut.
Hamil di luar kandungan termasuk kondisi yang membahayakan nyawa dan sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan. Umumnya, tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kondisi kehamilan ini.

Apa penyebab hamil di luar kandungan?

Dalam banyak kasus, tidak jelas mengapa seorang wanita mengalami kehamilan ektopik. Kadang-kadang ini terjadi ketika ada masalah dengan tuba falopi, seperti bentuk atau kondisi tuba falopi yang sempit atau tersumbat.
Selain itu, ada beberapa kondisi yang mungkin menjadi penyebab kehamilan ektopik. Di antaranya yaitu:
  • Peradangan dan jaringan parut pada tuba falopi dari kondisi medis sebelumnya, infeksi, atau akibat tindakan bedah.
  • Faktor hormon.
  • Kelainan genetik (bawaan).
  • Cacat lahir, mungkin disebabkan oleh gangguan pertumbuhan ketika masih menjadi janin dalam kandungan.

Siapa yang berisiko mengalami hamil di luar kandungan?

Faktor risiko untuk kehamilan ektopik antara lain:
  • Usia 35-44 tahun
  • Ada riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  • Sebelumnya pernah operasi panggul atau perut
  • Penyakit radang pinggul
  • Menggunakan intrauterine device (IUD) atau KB spiral sebagai kontrasepsi
  • Merokok
  • Endometriosis
  • Sebelumnya pernah ligasi tuba yang gagal (operasi sterilisasi)
  • Menggunakan obat kesuburan
  • Riwayat memiliki penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia

Apa saja gejala hamil di luar kandungan?

Kehamilan ektopik tidak selalu menyebabkan gejala dan mungkin hanya terdeteksi selama pemeriksaan kehamilan rutin. Selain itu, di awal kehamilan, gejalanya hampir sama seperti kehamilan normal. Gejala biasanya muncul antara minggu keempat hingga ke-12 kehamilan.
Gejalanya meliputi:
  • perdarahan vagina ringan
  • tidak haid
  • mual dan muntah
  • nyeri pada perut bawah, pundak, leher, atau rektum
  • nyeri pada satu sisi tubuh
  • kram perut
  • pusing atau lemah
  • sakit saat buang air kecil atau buang air besar
Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksa ke dokter.

8 Penyebab Dada Terasa Sakit Saat Hamil (Normal Atau Tidak, Sih?)

8 Penyebab Dada Terasa Sakit Saat Hamil (Normal Atau Tidak, Sih?)
cara menggugurkan kandungan
Kehamilan merupakan salah satu masa paling membahagiakan dalam hidup seorang wanita. Bagaimana tidak, selama 9 bulan lamanya Anda bisa merasakan langsung bagaimana janin tumbuh dan berkembang di dalam perut. Meski demikian, tak ayal momen indah ini kadang juga diikuti oleh masalah yang mengganggu. Cukup banyak perempuan yang mengalami nyeri dada saat hamil. Lantas, apakah dada sakit saat hamil itu normal atau justru tanda bahaya?

Apakah dada sakit saat hamil pertanda bahaya?

Tiba-tiba merasa dada sakit saat hamil mungkin membuat Anda khawatir. Tenang dulu, jika mengutip dari laman Mom Junction, meski tampak menakutkan masalah ini tidak selalu menandakan suatu kondisi yang membahayakan.
Pada umumnya dada sakit saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yang terkait dengan kehamilan dan perkembangan si janin.
Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab nyeri dada selama kehamilan, dari yang masih terbilang wajar sampai yang harus Anda waspadai:

1. Pelebaran tulang rusuk

Selama kehamilan berlangsung, tulang rusuk akan melebar sehingga membuat otot-otot di dada menjadi renggang. Tekanan pada diafragma, tulang rusuk, serta otot pada dada yang kemudian menimbulkan rasa nyeri dan sesak napas. Hal ini akan terus berlanjut seiring semakin berkembangnya bayi dalam kandungan.

2. Gangguan pencernaan

Makanan yang mengandung gas, pedas, atau yang tidak cocok dengan kondisi perut Anda kadang bisa menimbulkan gangguan pencernaan.  Gas yang dihasilkan oleh makanan tersebut akan naik dan berada di antara bagian dada dan perut, yakni ulu hati. Rasa nyeri dan tidak nyaman ini biasanya bisa naik sampai ke dada.

3. Heartburn

Heartburn adalah sensasi perih atau panas di bagian dada karena asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Masalah pencernaan ini biasanya disebabkan oleh makanan tertentu. Namun saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat sehingga melebarkan dan melemaskan otot kerongkongan. Inilah yang membuat asam lambung mudah kembali naik ke kerongkongan.

4. Tekanan dari bayi

Semakin tua usia kehamilan Anda, semakin besar pula ukuran bayi di dalam perut. Perubahan pada ukuran bayi dan perut Anda akan memberikan tekanan lebih pada tulang rusuk atau diafragma sehingga memicu dada sakit saat hamil.

5. Stres

Stres saat hamil tidak hanya memberikan pengaruh besar pada kondisi bayi dalam kandungan, tubuh Anda pun turut merasakan imbasnya. Salah satunya mengakibatkan dada terasa sakit karena otot dada menegang dan sesak.

6. Perubahan ukuran payudara

Banyak perubahan yang akan Anda alami selama masa kehamilan, satu diantaranya adalah ukuran payudara yang semakin membesar. Ini bisa berdampak pada munculnya sesak napas atau nyeri dada akibat ketegangan otot dan sendi di bagian dada.

7. Serangan jantung

Dada sakit yang rasanya seperti tertimpa benda berat, terutama jika terjadi di sebelah kiri, merupakan salah satu pertanda serangan jantung saat hamil.
Biasanya serangan jantung saat hamil akan juga disertai oleh gejala lain seperti pusing, sesak napas, mati rasa di beberapa anggota tubuh, serta keringat dingin.

8. Deep vein thrombosis (DVT)

Deep vein thrombosis atau trombosit vena dalam adalah istilah medis untuk menggambarkan adanya gumpalan darah di pembuluh darah vena. Kehamilan biasanya akan meningkatkan risiko gumpalan pembuluh darah yang terletak di panggul dan kaki.
Gumpalan darah ini bisa menjalar di dalam tubuh hingga mencapai dada. Itu sebabnya, Anda akan merasakan nyeri dada ketika bernapas, detak jantung cepat, sesak napas, hingga batuk berdarah.

Kapan harus ke dokter?

Dalam beberapa kasus, nyeri dada selama kehamilan dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda. Hanya saja, Anda tidak bisa serta-merta langsung menebak apakah kondisi ini termasuk wajar atau tidak sebelum Anda mengetahui apa penyebab yang mendasarinya.
Maka, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter tentang apa saja yang Anda rasakan selama kehamilan. Apalagi jika rasa sakit pada dada saat hamil tak kunjung membaik, bahkan malah semakin memburuk setiap hari.
Dokter dapat memastikan apakah penyebabnya perlu perawatan lebih lanjut agar tidak semakin mengkhawatirkan. Jika diperlukan, Anda juga akan diberi obat untuk mengurangi rasa nyeri yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda dan juga aman bagi bayi.
Sementara itu cobalah beberapa posisi tidur yang setidaknya juga dapat membuat kondisi Anda lebih nyaman.

Sabtu, 30 Maret 2019

Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Image result for melahirkan dengAN BPJS


Cukup banyak wanita yang ingin coba melahirkan normal setelah caesar waktu kehamilan sebelumnya karena berbagai alasan. Entah karena ingin menyaksikan secara langsung kelahiran buah hatinya atau ingin merasakan “nikmat”nya sakit melahirkan normal paling tidak sekali seumur hidup. Dalam dunia medis, prosedur melahirkan normal setelah caesar disebut dengan VBAC (vaginal birth after caesarean). Beberapa wanita mungkin saja berkesempatan untuk melahirkan normal dengan lancar setelah pernah caesar. Namun, mungkin lain ceritanya untuk yang lain. VBAC adalah proses melahirkan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

VBAC adalah prosedur melahirkan normal setelah caesar

VBAC adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses persalinan normal setelah pernah menjalani operasi caesar atau c-section.
Selama ini, seorang ibu yang pernah melahirkan caesar akan lebih dianjurkan untuk caesar lagi di kehamilan berikutnya. Namun melansir dari laman Healthline, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak masalah dan mungkin saja bagi seorang ibu jika ingin melahirkan normal setelah caesar sewaktu persalinan sebelumnya.
Para ahli kesehatan berpendapat bahwa VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman untuk dilakukan. Hal tersebut didukung oleh sebuah studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine.
Dikutip dari Web MD. studi tersebut melaporkan sekitar 75 persen wanita berhasil melahirkan normal setelah caesar sebelumnya. Tertarik ingin mencoba? Sebelum mendekati hari persalinan, ada baiknya Anda pertimbangkan dulu manfaat dan risikonya dari prosedur VBAC.

Sebelum melakukan VBAC, ketahui dulu mengenai…

kesehatan vagina, vagina saat hamil

1. Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?

  • Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal yang terletak rendah di bawah perut.
  • Saat ini mengandung 1 bayi, dan hanya pernah 1 kali operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Sedang mengandung bayi kembar, dan pernah operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  • Tulang panggul Anda berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan bayi untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang dapat menentukan hal ini.
  • Belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat tumor rahim jinak (fibroid).
  • Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina menjadi berisiko, misalnya plasenta previa atau fibroid.

2. Siapa saja yang tidak dianjurkan melakukan VBAC?

  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  • Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk huruf T akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ruptur uterus (rahim robek) saat mengejan nanti.
  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui pasti, tapi diduga merupakan sayatan vertikal (klasik).
  • Pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  • Hamil di usia yang sudah terlalu tua.
  • Hamil dengan berat badan berlebih.
  • Berat bayi yang lahir lebih dari 4.000 gram (gr) alias bayi makrosomia.
  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  • Usia kehamilan terlalu singkat, sekitar kurang dari 18 minggu.
  • Sedang hamil bayi kembar 3 atau lebih.
Beberapa rumah sakit atau klinik bersalin biasanya tidak menganjurkan Anda untuk menjalani VBAC  jika Anda sudah pernah caesar lebih dari 2 kali.

Apa manfaat dari melahirkan normal setelah caesar?

VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi jika dilakukan dengan tepat. Melahirkan normal setelah caesar juga berpotensi membawa sejumlah manfaat baik bagi ibu dan bayinya, seperti:

1. Proses pemulihan lebih cepat

Dibandingkan melahirkan caesar, melahirkan normal lewat vagina membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat. Artinya, waktu yang Anda habiskan untuk rawat inap di rumah sakit pun tidak akan terlalu lama. Anda bisa segera kembali melakukan aktivitas harian lainnya seperti sedia kala.

2. Melibatkan rasa ‘perjuangan’ yang lebih besar

Operasi caesar melibatkan pemberian obat bius atau anestesi guna mengurangi rasa sakit. Itu sebabnya usaha yang Anda lakukan untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut biasanya tidak sebesar proses melahirkan normal.
Sebaliknya, proses melahirkan melalui vagina mengharuskan Anda untuk mengejan sekuat tenaga demi mendorong keluarnya bayi dari dalam kandungan. Alhasil, ada perasaan haru tersendiri usai melalui proses melahirkan yang panjang.
Meski begitu, kedua prosedur melahirkan ini tetap saja akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

3. Menurunkan risiko komplikasi operasi

Pada dasarnya, semua jenis operasi berisiko menimbulkan komplikasi selama atau setelah prosesnya berlangsung. Begitu pula dengan operasi melahirkan caesar. Operasi melahirkan caesar yang tidak berjalan mulus dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan serius.
Keputusan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC dapat membantu menekan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, pembekuan darah, atau cedera organ selama persalinan.

4. Menurunkan risiko dampak buruk di kehamilan berikutnya

Pernah melakukan operasi caesar sekali atau lebih akan semakin meningkatkan risiko potensi masalah kesehatan di kehamilan selanjutnya.
Bagi Anda yang memang sedari awal sudah berencana untuk punya banyak anak, VBAC adalah prosedur yang tepat karena membantu menghindari risiko negatif dari prosedur melahirkan caesar.
Misalnya rahim robek karena luka dan plasenta bermasalah akibat operasi caesar. Terlebih lagi, risiko komplikasi tersebut biasanya akan semakin meningkat semakin sering Anda menjalani operasi caesar.

Risiko kesehatan dari melahirkan normal setelah caesar

Melahirkan Secara Sesar, Bisa Menyebabkan Anak Mengalami Obesitas
Terlepas dari berbagai manfaat baik yang bisa Anda peroleh melalui prosedur melahirkan VBAC, tentu tetap ada kekurangan melahirkan normal setelah caesar yang harus dipertimbangkan. Kemungkinan terburuk dar VBAC adalah kegagalan karena tidak berhasil menjalankan persalinan normal dengan sempurna.
Kondisi ini bisa membuat rahim robek, karena bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya terbuka. Kalau sudah begini, operasi caesar darurat mau tidak mau harus segera dilakukan guna mencegah komplikasi lebih lanjut yang meliputi perdarahan hebat, infeksi, hingga cacat pada bayi.
Dalam beberapa kasus perdarahan yang cukup parah, operasi angkat rahim (histerektomi) harus dilakukan. Artinya, ada kemungkinan Anda tidak bisa hamil lagi.

Apa saja persiapan penting menjelang VBAC?

induksi melahirkan induksi persalinan
Langkah paling utama yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan melahirkan VBAC adalah membicarakan dengan dokter Anda.
Selama konsultasi dokter akan melihat kembali semua riwayat medis Anda terkait kehamilan dan persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika memang memungkinkan, dokter dapat memberikan Anda lampu hijau untuk prosedur VBAC.
Selain itu, persiapkan juga beberapa hal seperti:
  • Mempelajari semua hal mengenai VBAC.
  • Pastikan Anda memilih pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan fasilitas melahirkan yang lengkap, termasuk untuk menangani operasi caesar darurat.
  • Persiapkan kemungkinan terburuknya, misalnya ketika tiba-tiba terjadi komplikasi saat sedang melakukan persalinan normal.
Anda bisa mengikuti kelas persalinan yang turut membahas mengenai VBAC. Sebaiknya kenali lebih dalam mengenai prosedur melahirkan ini sebelum memutuskan untuk menjalaninya.




Normalkah Jika Mengalami Muntah Darah Saat Hamil?

Normalkah Jika Mengalami Muntah Darah Saat Hamil?

Image result for muntah hamil islami
Tidak sedikit ibu hamil yang kerap mengeluhkan mual dan muntah (morning sickness) di trimester awal kehamilan. Bahkan beberapa di antaranya mengalami muntah yang tidak biasa alias sembari mengeluarkan darah. Kok bisa, ya? Masih normalkah muntah darah saat hamil ini?

Kenapa ibu mengalami muntah darah saat hamil?

Muntah darah saat hamil, atau yang disebut hematemesis, adalah kondisi yang terbilang sering terjadi di masa awal kehamilan. Selain makanan, Anda juga akan mengeluarkan darah yang umumnya berwarna cokelat gelap atau agak kehitaman. Jika dilihat sekilas, muntahan ini tampak seperti bubuk kopi.
Namun terkadang, warna darah dalam muntahan mungkin bisa berbeda tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh luka pada kerongkongan (esofagus), darah biasanya berwarna merah segar. Lain lagi kalau darah berasal dari luka di saluran pencernaan, maka warnanya akan tampak lebih gelap hingga hampir kecokelatan.
Darah yang keluar sendiri atau bersama makanan dalam muntahan umumnya disebabkan oleh robeknya lapisan kerongkongan. Terlalu sering muntah, atau bahkan dorongan muntah yang terlalu kuat, tanpa sadar bisa melukai lapisan kerongkongan.
Kondisi lain yang menyebabkan muntah saat hamil dibarengi dengan darah yaitu adanya peradangan di lapisan saluran pencernaan akibat infeksi bakteri Heliobacter pylori. Infeksi tersebut dapat menyebabkan luka pada lambung sehingga menyebabkan perdarahan. Apabila sang ibu muntah saat hamil, maka darah yang cenderung cokelat tersebut akan ikut keluar.
Selain infeksi, luka pada kerongkongan ataupun lambung dapat terjadi akibat efek samping dari konsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofenaspirin, atau naproxen. Obat-obatan tersebut memicu terjadinya iritasi di daerah saluran pencernaan, terutama bagian lambung.

Lantas, normalkah kalau mengalami kondisi ini?

Meski muntah-muntah di awal masa kehamilan bisa dibilang wajar, tidak demikian dengan muntah darah saat hamil. Hal ini justru menandakan ada yang tidak beres dengan organ di dalam tubuh Anda. Maka itu, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.
Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab dan kondisi yang Anda alami. Sebisa mungkin, usahakan untuk minum lebih banyak air putih saat hamil, guna membantu memulihkan kondisi tubuh yang sedang kurang sehat.
Baca Juga: