Jumat, 10 Mei 2019

Antara Kerja Dan Mendidik Anak

ANTARA KERJA DAN MENDIDIK ANAK

Gambar hasil untuk antara kerjaya dan keluarga
Pertanyaan. 
Al-Hamdulillah, saya dan suami selalu mengikuti kajian. Sedikit yang mengganjal dalam hati tentang suami saya yang terlalu banyak tidur. Saya tahu, mungkin karena pekerjaan dalam shif 3. Akan tetapi, jika sedang kebagian shif 2 dan 3, seharian di rumah tidur terus. Dia bangun hanya untuk shalat saja.
Saya sebagai istri ingin, mumpung suami sedang di rumah, meminta waktu untuk ikut belajar anak-anak membaca Al-Qur'an atau mengatur pelajaran sekolah mereka. Atau berdiskusi dengan saya tentang masalah apa saja. Saya ingin mengungkapkan ini secara langsung kepada suami, tetapi takut. Suami saya setuju Majalah As-Sunnah.
Semoga jawaban dari Redaksi berhasil diterima. Jazakumullahu khairan katsiran.
Jawaban. 
Dari pertanyaan di atas, ada dua pertanyaan mendasar. Pertama, tanggung jawab suami mencari nafkah. Kedua, tanggung jawab pendidikan anak dan keluarga.
Pertama: Memang tidak dapat dipungkiri, mencari nafkah sudah menjadi kebutuhan keluarga, keluarga dan anak. Suami tidak boleh menyetujui harus makan dan minum. Semoga dalam hadits Mu'awiyah Radhiyallahu anhu tatkala meminta kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia bertanya: “Ya, Rasulullah! Apa hak seorang istri yang berhak ia dapatkan? ”Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:“ Engkau beri makan dia apa yang ikut makan. . ". [HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan an-Nasâ`i].
Kedua, alih orang yang terjerumus di atas, sementara itu ia tidak menyadarinya sebagai suatu kesalahan yang dapat memperbaiki hubungan antara suami dengan istri, demikian pula dengan anak-anak yang semestinya sangat memerlukan bantuan dari yang membantunya. Hanya saja, seorang istri janganlah serta merta langsung menegur, begitu saja tentang yang harus ditunaikannya.
Ada dua hal pokok yang perlu menjadi pertimbangan jika seorang istri ingin meminta pembicaraan kepada suami guna memecahkan masalah yang ia hadapi.
1. Waktu yang tepat. Seorang istri, janganlah mengajak bicara tentang suami yang baru pulang dari kerja atau pulang. Karena ia masih memenuhi syarat dan membutuhkan istirahat.
2. Kondisi atau waktu yang tepat. Yakni dengan memperhatikan masalah atau pembicaraan yang tepat kompilasi akan mengundang berdiskusi dengan suami. Perlu diingat, hati manusia memiliki dua hal yang saling berlawanan arah. Jika salah dalam memilih, maka bukan solusi yang didapat; bahkan bisa menimbulkan masalah baru, jadi masalah menjadi semakin pelik dan rumit. Suasana hati yang ceria dan tiada beban, akan dapat mendukung penyelesaian masalah. Sebaliknya, masalah hati yang sedang gundah dan pecah, ia tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Kondisi hati semacam ini pernah disampaikan oleh Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu anhu, ia berkata:
إِنَّ لِلْقُلُوْبِ لَنَشَاطًا وَإِقْبَالاً ، وَإِنَّ لَهاَ لَهاَ لَهًًََََِِِْ وَإِدبَارًا… (رواه الدارمي)
Sesungguhnya, hati itu kadang timbul semangat dan mau menerima, dan ada kalanya pula ia berpaling dan menolak. [HR ad-Dârimi].
Jika istri melihat kondisi suami telah siap untuk mendengarkan dan menerima saran, masukan, kritik, serta mau diajak berdiskusi, maka mulailah pembicaraan ke arah yang diinginkan. Iringi dengan doa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar sang suami dimudahkan dan dibukakan, serta mau mengerti dan amanah yang harus dipikul bersama.
1. Ingatkan kembali sang suami tentang pertanggungjawaban dan amanah yang harus ia tunaikan. Kewajibannya bukan hanya sekedar mencari nafkah, namun juga memiliki tanggung jawab mengemban amanah dalam mentarbiyah (mendidik) si buah hati. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَضنْ رَعِيَّتِهِ فَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي بَيْتِهِ وَهُوٌَََََََََ متفق عليه
Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah tentang kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin di Rumah, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. [Muttafaqun 'alaihi]. [1]
2. Bahwasanya anak yang memiliki hak yang harus dimiliki. Salah satunya pendidikan, diterbitkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَإِنَّ لِوَلَدِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ
.. dan sungguh anakmu memiliki hak atas kamu. [HR Muslim]
Selain hak nafkah, pendidikan dan perhatian juga menjadi hak anak yang harus di penuhi.
3. Ajak dan mintalah pendapat tentang cara mengembangkan pendidikan anak, sebelum dalam hal agama (diniyah), baik akidah, ibadah, akhlak juga Al-Qur`ân. Karena perlu pula diingat, tanggung jawab pindah perkembangan mental, pendidikan dan moral anak tidak hanya bertanggung jawab atas istri, tetapi juga menjadi tugas suami yang harus dipikul bersama. Ingatlah, pengaruh tarbiyah yang diberikan orang tua terhadap anak sangat besar. Orang tualah yang memegang kendali dan paling berhasil membentuk karakter dengan baik. Kedua orang tua memiliki andil yang sangat besar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَامِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرُاََنَه
Tidak setiap anak kecuali memilih di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. [Muttafaqun 'alaihi].
4. Menurut para pakar, psikis, perhatian yang diberikan orang tua kepada anak-anak, tetapi ia dapat mengatasi pada kecerdasan anak.
5. Berikan pula perhatian kepada anak. Ingatkan, bahwa pahala yang besar akan diperoleh orang tua yang telah mendidik anak dan melakukannya dengan baik. Sempatkan untuk duduk bersama anak walau hanya sesaat, namun sering. Ini bisa dilakukan untuk bercengkerama dan mendidik sambil meminta hasil dan pengembangan belajarnya. Jangan sampai timbul kesan sebagai anak tidak perlu ayah yang mau memperhatikannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda memberi kabar gembira bagi orang tua yang mau mendidik anak-anak dengan baik:
مَنِ ابْتُلِيَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَيْئٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ متفق عليه
Barang siapa yang membantah dengan anak perempuan lalu dia melakukannya dengan baik, maka anak-anak tersebut akan menjadi penghalang dari api neraka. [Muttafqun 'alaihi].
6. Istri perlu pendamping yang bisa memotivasi, mendidik, sekaligus menjadi qudwah (teladan), sehingga bisa dibuat tepmpat berlindung kompilasi ada masalah. Kepemimpinan seorang suami yang dapat membuat istri aman, tetap ada pelindung, dan pemimpin yang dapat membimbingnya.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنََْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melampaui sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. [An-Nisâ `/ 4: 34].
7. Ingatlah, anak shâlih mendapatkan Manfaat dari keshalihan orang tua. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
والذين آمنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين
Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka memasukkan mereka keimanan, kami menghubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap manusia melakukan apa yang dikerjakannya. [ath-Thûr / 52: 21].
Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa membimbing kita ke jalan yang benar. (Ustadz Muhammad Qasim).
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04 / Tahun XII / 1429H / 2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Faks 0271-858196] 
_______ 
Catatan Kaki 
[1]. Hadits tersebut lengkapnya adalah sbb:
حدثنا عبد الله بن مسلمة عن مالك عن عبد الله بن دينار عن عبد الله بن عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته فالأمير الذي على الناس راع عليهم وهو مسئول عنهم والرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عنهم والمرأة رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ َ َ َ َ َ َ َ َ نه فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته
Ibn umar Radhiyllahu anhuma berkata: Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Setiap orang adalah pemimpin dan akan diberi pertanggungjawaban atas kepemimpinan yang dipimpinannan. Seorang kepala negara akan bertanggung jawab atas perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan membicarakan perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang meminta bantuan rumah tangga akan diminta perihal tanggung jawab dan tugasnya. Seharusnya yang meminta bantuan adalah pekerja rumah tangga yang akan meminta barang milik majikannya juga. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan disetujui dari hal hal yang dipimpinnya.


Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/2473-antara-kerja-dan-mendidik-anak.html

Kamis, 09 Mei 2019

HUKUM PUASA MUSAFIR, MELIHAT REALITA SEKARANG INI PUASA TIDAK MEMBERATKAN

HUKUM PUASA MUSAFIR, MELIHAT REALITA SEKARANG INI PUASA TIDAK MEMBERATKAN
Image result for musafir
Oleh
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimanakah hukumnya puasa seorang musafir, melihat realita bahwa sekarang ini puasa tidak memberatkan terhadap orang yang menjalankannya karena sempurnanya sarana perhubungan dewasa ini ?
Jawaban
Seorang musafir boleh tetap berpuasa dan boleh berbuka, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” [Al-Baqarah/2 : 185]
Para sahabat Radhiyallahu ‘anhum bepergian bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian mereka ada yang berpuasa, sebagian yang lain berbuka, orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa, sebaliknya orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka, sedangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di waktu bepergian, Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu berkata:
خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فِي يَوْمٍ حَارٍّ حَتَّى يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ وَمَا فِينَا صَائِمٌ إِلَّا مَا كَانَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَابْنِ رَوَاحَةَ
Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada sebagian perjalanan Beliau pada hari yang sangat panas sehingga ada seseorang yang meletakkan tangannya diatas kepalanya karena amat panasnya dan tidak ada diantara kami yang berpuasa kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Ibnu Ruwahah[1].
Kaidah hukum bagi musafir adalah dia disuruh memilih antara puasa dan berbuka, akan tetapi jika berpuasa tidak memberatkannya maka puasa lebih utama, karena di dalamnya terdapat tiga manfaat:
1.Meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
2. Kemudahan, kemudahan puasa atas manusia; karena seorang manusia apabila dia berpuasa bersama orang banyak maka akan terasa ringan dan mudah.
3. Manfaatnya segera membebaskan diri dari beban tanggung jawabnya.
Apabila terasa berat atasnya maka sebaiknya dia tidak berpuasa, kaidah ‘Tidaklah termasuk kebaikan berpuasa di waktu bepergian’ tepat diterapkan pada keadaan seperti ini.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ، فَقَالَ مَا هَذَا؟ فَقَالُوا: صَائِمٌ، فَقَالَ لَيْسَ مِنَ البِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seseorang pingsan, orang-orang di sekitar beliau berdesak-desakan, Beliau bertanya. “Kenapa orang ini?”. Mereka menjawab. “Dia berpuasa”. Beliau bersabda, “Puasa di waktu bepergian bukanlah termasuk kebaikan[2].
Maka kaidah umum ini berlaku atas orang yang kondisinya seperti kondisi lelaki ini yang meraskan berat untuk berpuasa.
Karenanya kami berkata, “Bepergian di masa sekarang ini mudah –seperti yang dikatakan oleh penanya- tidak berat untuk berpuasa, pada umumnya, apabila puasa tidak berat dijalankan maka yang paling utama adalah berpuasa.
[Disalin dengan sedikit penyesuaian dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Pustaka Arafah]
_______
Footnote
[1] Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab 35 (1945). Muslim : Kitab Shiyam/Bab Memilih antara berpuasa dan berbuka di waktu bepergian (1122)
[2] Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang pingsan karena sangat panas, tidaklah termasuk kebaikan bahwa seseorang berpuasa kala bepergian (1946). Muslim : Kitab Shiyam/Bab Bolehnya berpuasa dan berbuka di kala bulan Ramadhan bagi musafir untuk tujuan selain maksiat (1115)


Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/9182-hukum-puasa-musafir-melihat-realita-sekarang-ini-puasa-tidak-memberatkan.html

Pantesan Jaminanannya Surga

Pantesan Jaminanannya Surga ...

Gambar hasil untuk surga istri
Ternyata...
Memilih Diam saat Suami angkat suara itu Tidak Mudah.
Memilih Taat saat Suami memberi keputusan itu Tidak Mudah.
Memilih Sabar saat Suami banyak Kekurangan itu Tidak Mudah.
Memilih Berlemah Lembut saat Mendengarkan Suami itu Tidak Mudah.
Memilih Setia saat Suami diterpa ujian itu Tidak Mudah.
Memilih Tegar saat Suami khilaf berlaku kasar itu Tidak Mudah.
Memilih Mendoakan saat Suami ada dalam kedzaliman itu Tidak Mudah.
Memilih Memaafkan saat Suami ada dalam Kesalahan itu Tidak Mudah.
Memilih Menenangkan daripada Memenangkan saat Suami mendebat itu Tidak Mudah.
Memilih amanah saat Suami menitipkan Hartanya itu Tidak Mudah.
Memilih Menjaga Kehormatan saat Suami tidak ada di rumah itu Tidak Mudah.
Maasyaa ALLAH ...
Tahukah balasan ke- Tidak Mudah-an itu wahai Wanita Shalihah ??
Kalian adalah RATU BIDADARI SURGA.
Keadaan Wanita Beriman yang berada di Surga lebih utama dari Keadaan para bidadari.
@Copas 
🌷 03 Romadhon 1440 Hijriah 🌷

Rabu, 08 Mei 2019

Busui puasa tapi lupa sahur. Amankah untuk baby?

Busui puasa tapi lupa sahur. Amankah untuk baby?



Gambar hasil untuk ibu menyusui puasa
ibu menyusui sebenarnya bisa mengambil rukshoh untuk tidak puasa lalu mengganti puasa ramahdan di hari lain atau membayar fidiyah. tetapi tidak dilarang pula untuk berpuasa, nah ketika berpuasa si ibu lupa sahur , bagaimana cara menyiasatinya? yuk berbagi pengalaman, berikut pengalaman saya :

1. Pastikan kondisi bunda dalam keadaan sehat
2. Perbanyak istirahat terutama tidur karena tidur bisa memperbanya asi juga loh
3. Dedeknya di kasih ASI nya ketika mau aja
4. Jika dedeknya sudah mulai makan, dikasih menu empat bintang langsung ( prona, prohe,sayur, karbo) dan sering ering dikasih cemilan terutama yang mengandung banyak serat dan buah buahan.
5. perbanyak doa minta pada Allah agar dimudahkan dan si dedeknya juga sehat.

jakarta rumah indah
8 mei 2019

ummu maulana Abdurrohman

Selasa, 07 Mei 2019

anak susah makan? nih dia tips manjur mengatasinya

anak susah makan? nih dia tips manjur mengatasinya


Hasil gambar untuk makan

ini dia bunda cara mengatasi anak susah makan:
1. ganti menu
2. jika pakai sendok tidak mau, coba pakai tangan
3. menyuapinya sedikit saja tapi sering
4. tempat makan nya pilih yang menarik
5, makananya dibungkus plastik sayur lalu di ikat, terus di lubangi pucuknya, lalu masukin deh ke mulut dedeknya biasanya ini manjur, karena menurut dia ini aneh
6. makan sambil main
7. dedeknya di kasih piring dan sendok terus kita sambil suapin
8 satu atau dua suap kasih minum, lakukan terus sampai makannya habis
9. menu 4 bintangnya jangan langsung di campur, coba disuapinya satu-satu, misal nasi dulu kemudian lauknya terus sayur, digilir saja terus  sampai makanya habis
10. perbanyak doa minta pada Allah agar anak mau makan dan sehat

sekian tips nya bunda
ummu maulana Abdurrohman




Senin, 06 Mei 2019

TIPS SAHUR AGAR TIDAK MUDAH HAUS

TIPS SAHUR AGAR TIDAK MUDAH HAUS
Image result for haus ingin minum air hangat

Terkadang kalian merasakan haus di kerongkongan saat puasa, padahal pas waktu sahur sebelumnya sudah minum bergalon-galon air.
Seakan air minum bergalon-galon yang kalian minum tak ngefek sama sekali, hihihi..
Tetep aja puasa rasanya haus melulu..
Iya khan..?
Ternyata rasa #haus saat puasa bukan karena kalian tak minum air, bahkan kalian saat sahur sudah minum bergalon-galon air, sampai perut kalian mules dan kembung.
Lho...? Lalu yang bikin haus saat puasa itu apa dong?..
Jawabnya, hal itu di sebabkan oleh minyak yang melekat di dinding kerongkongan yang berasal dari makanan saat sahur kita.
Minyak tersebutlah yang membuat kerongkongan terasa seperti haus saat puasa.
Nah, tipsnya adalah dengan minum segelas air putih hangat sebagai penutup sahur.
Apapun menu makanan dan minuman kita saat sahur, akhirilah aktifitas sahur anda dengan minum segelas air hangat.
#AirHangat dapat menggelontor zat minyak yang menempel di dinding kerongkongan.
Sisa-sisa minyak itulah yang dapat memicu rasa haus saat berpuasa walaupun sudah bergelas-gelas minum di waktu sahur.
Jadi, jika anda suka ngopi misalnya, silahkan ngopi terlebih dahulu lalu tutuplah aktifitas sahur anda dengan air hangat.
Ingat ya, #air hangatnya di akhir..
Artinya setelah minum air hangat jangan makan lagi, karena fungsi kalian minum air hangat tadi adalah untuk membersihkan kerongkongan dari minyak makanan #sahur.
Rasakan bedanya...
Seharian penuh #puasa, kerongkongan anda akan terasa lega dan tak terasa haus sama sekali.
Insya Allah..
Okey, coba mulai nanti yuk..!!!
#Ramadhan
#copas dari facebook
#Romadhon #Ramadan Mubarak

Mantan LDII Terus Mendakwahi Kebaikan



Kami dan Bp Abdullah Mas'ud pasca pertemuan Jogjakarta.
Kordinasi meeting para Mantan LDII, Bp mauludin dengan Syeh Abdullah Mas'ud, Kholil Bustomi, Abdul Aziz Ridwan dan Pak Wahyudi ( Imda Surabaya) di Yogyakarta April 2019. Menghasilkan kesimpulan:
1. Para Mantan menggempur lewat luar
2. para Pakubumi menggempur lewat dalam dengan berpura-pura tetap jama'ah.


Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan luar ruangan

video syeh Abdullah mas'ud dengan para mantan jamaah dan generus lampung :https://www.youtube.com/watch?v=RvlAuvL1cws&list=PLHesokHYD8FaVXWgXFHR-6yN67hZWhpHD&index=8



Minggu, 05 Mei 2019

Mubalighot Australia Keluar Dari LDII

April 2019 : Geger AIDA Jokam Australia
Setelah Imam Daerah Australia, Bp Akbar Prabowo keluar dari Jokam, sekarang Mubalighot Australia yang bernama Ibu Risli Elisa juga keluar dari Jokam. ( beritanya ada di link paling bawah)
Pengurus AIDA segera melayangkan surat ke PUSAT untuk minta pituahnya. Berikut Isi suratnya :
Assalamu’alaikum WR WB
Kepada yang kami hormati,
Bapak Imam dan Bapak-bapak Wakil-4
Hal : Mubalighot Irsil Sukria alias Risli Elisa yang telah berubah paham .
Kami pengurus desa Autralia –New Zealand melihat dengan bukti-bukti tertulis Bahwa Mubalighot Risli Elisa telah berubah paham, diantara perubahan yang nampak adalah:
1. Ngentahi Sambung Jama’ah
2. Ngendon-ngendoni atau ngembosi Infak-Persenan
3. Menganggap Pak Mauludin, Pak Yayan Singapore dan Aji Sidney (yang menyatakan keluar jama’ah) semua itu tidak murtad. https://www.youtube.com/watch…


Kami sudah melarang Mubalighot Risli mengajar pada Jama’ah Desa Autralia-New Zealand baik pengajian resmi, private atau online.
Tapi Mubalighot Risli masih mengajar online ke Jama’ah-jama’ah luar desa Australia-New Zealand dan menyebarkan pahamnya tersebut.
Kami mohon petunjuk dari bapak-bapak di Pusat
AJKK
**
Kabar tentang Imam Daerah Australia yang ‘murtad’ dari jama’ah silahkan klik link ini: https://web.facebook.com/…/a.165029017677…/389347751912071/…

Gambar mungkin berisi: teks
Gambar mungkin berisi: 1 orang, langit, sepatu dan luar ruangan

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan luar ruangan

Sabtu, 04 Mei 2019

Surat dari Bapak Nurhasan Al-Ubaidah (vesi EYD-Ejaan Yang di Sempurnakan)

Surat dari Bapak Nurhasan Al-Ubaidah (vesi EYD-Ejaan Yang di Sempurnakan)
Tanggal : 1 September 1962
Surat Halaman 1, berbunyi:
Pengumuman dan Perintah
Kepada Semua Murid Madrasah (Djama’ah Qur,an Hadits)
Bismillahirohmanirahiim
Assalamu’alaikum Wr Wb
Saya Kyai Haji Nurhasan Al Kyai H.Ubaidah, bekas guru dan pembentuk serta Pemimpin madrasah darul hadits (Jama’ah Qur’an Hadits), berkediaman di Kp Burengan Kediri.
Mengingat:
1. Adanya larangan Pihak Pemerintah Republik Indonesia setempat atas berdirinya organisasi tersebut dan adanya larangan untuk membuka serta menyelenggarakan pengajian-pengajian atau membuat kegiatan-kegiatan lainnya dari pada organisasi itu
2. Tanggung Jawab kepada Allah Swt, atas semua bekas murid organisasi tersebut agar senantiasa terpimpin di dalam Islam dan karenanya menjadi selamat dunia dan akhirat
3. Telah adanya Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang dipimpin oleh Bapak Wali Al Fattah sebagai IMAM, berpusat di Jakarta Raya sejak tahun 1372H (tahun 1953 M), yang secara sungguh-sungguh berkehendak mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an dan Al Hadits menurut pengertian yang semestinya,
4. Kewajiban bagi Muslimin untuk senantiasa berada di dalam Jama’ah
Menimbang:
Dsb,dsb......
Memutuskan:
1. Membubarkan Madrasah Darul Hadits (Djama’ah Qur’an Hadits) sejak terjadinya pelarangan atas organisasi tersebut oleh Pihak Pemerintah Republik Indonesia setempat
2. Menghapus Semua pangkat-pangkat atau sebutan-sebutan sehubungan dengan adanya organisasi tersebut ( Imam atau Amiril Mu’minin dan amir-amir)
3. Memerintahkan kepada semua bekas murid madrasah “Darul Hadits” (Djama’ah Qur’an Hadits) agar supaya tetap berada di dalam satu-satunya Jama’ah Muslimin “Hizbullah” yang berpusat di Jakarta-Raya dan dipimpin oleh Bapak Wali Al Fattah sebagai Imam , dan atau memasuki “Al-Jama’ah” itu bilamana belum menyatakan “bai’ah” sebagai warganya.
4. Demikian Pengumuman dan Perintah ini agar supaya di taati oleh mereka yang benar-benar mengakui bekas murid Darul Hadits ( Djama’ah Qur’an Hadits) dan Mukhlis memperibadati kepada Allah swt semata-mata serta jauh dari nafsu atau maksud selainnya.
Menyetujui
Djama’ah Muslimin Hizbullah
Imam,
-(TandaTangan dan Cap)-
Wali Al Fattah
**
Saya yang mengumumkan dan Memerintahkan
-(TandaTangan)-
K.H Nurhasan al-Ubaidah
Surat Halaman 2, berbunyi:
Djakarta, 1 September 1962
SURAT KUASA
Bismillahirohmanirrohiim
Saya, Kyai H. Nurhasan Al-Ubaidah bekas guru dan pembentukserta pemimpin Madrasah “Darul Hadits” ( Djama’ah Qur’an Hadits) berkediaman di kampung Burengan Kediri, dengan ini memberi kuasa kepada
1. M.S.R Karto Raharjo.-
2. Buchari.-
Dua-duanya dari Jakarta, untuk menyampaikan “Pengumuman dan Perintah” kepada semua bekas murid Madrasah “Darul Hadits” (Djama’ah Qur’an Hadits) guna dimaklumi dan dita’ati
Yang dikuasai,
1. M.S.R Karto Raharjo.- ( Tandatangan)
2. Buchari.-(Tandatangan)
Yang Memberi Kuasa
-( TandaTangan)-
Nurhasan Al Ubaidah
**selesai**

Keterangan foto tidak tersedia.


Keterangan foto tidak tersedia.


silahkan dilihat videonya tentang bai'atnya Pak Nurhasan pada Wali Al Fattah: https://www.youtube.com/watch?v=rx7TiddQRLE


Jumat, 03 Mei 2019

4 Tips Agar Ibu Kuat Puasa Saat Menyusui dan Tak Mengganggu Produksi ASI

Puasa sebenarnya bukan menjadi alasan bagi ibu menyusui untuk tetap memberikan ASI yang cukup kepada bayinya. Dengan perencanaan yang baik, ibu menyusui tetap bisa berpuasa dan memberikan ASI dengan lancar untuk bayi. Untuk itu, simak dulu tips berikut ini agar puasa saat menyusui berjalan lancar.

Tips menjalankan puasa saat menyusui

Puasa sebenarnya tidak membuat Anda kekurangan asupan makanan, hanya saja waktu makan Anda yang berubah. Jika Anda memanfaatkan waktu berbuka dan sahur dengan mengonsumsi makanan yang cukup kalori dan nutrisi, maka Anda tidak akan kekurangan nutrisi dan produksi ASI tidak akan terganggu.
Untuk itu, Anda harus pintar-pintar memilih makanan saat berbuka dan sahur. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar tetap bisa puasa saat menyusui:

1. Pastikan konsumsi makanan cukup saat buka dan sahur


Karena Anda hanya bisa makan saat berbuka puasa dan sahur, untuk itu manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pastikan ada makanan sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan dalam piring Anda saat berbuka dan sahur.
Pastikan makanan yang Anda makan benar-benar mengandung nutrisi yang Anda perlukan, bukan hanya mengandung kalori dan nol gizi. Anda tentu harus memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral yang tubuh perlukan.
Sebuah penelitian melaporkan bahwa beberapa kandungan nutrisi dalam ASI menurun saat ibu berpuasa. Kandungan nutrisi tersebut, yaitu zink, magnesium, dan kalium. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu mengonsumsi lebih banyak makanan kaya zink (seperti daging, kerang, dan gandum), kaya magnesium (seperti alpukat, kacang-kacangan, tahu, tempe, ikan, dan sayuran), serta kaya kalium (pisang, alpukat, ubi, kentang, tomat, dan ikan).
Jumlah kalori yang harus Anda penuhi saat puasa adalah minimal 1800 kalori per hari. Hal ini penting untuk menjaga tubuh tetap mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan ASI. Jangan sampai saat puasa Anda malah mengalami penurunan berat badan lebih dari 2 kg per bulan.

2. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi


Selain memperhatikan asupan makanan, asupan cairan juga harus diperhatikan saat ibu menyusui berpuasa. Hal ini penting dilakukan agar Anda terhindar dari dehidrasi saat puasa. Dehidrasi pada ibu menyusui tentu dapat mengganggu produksi ASI.
Untuk itu, Anda perlu minum air putih minimal 8 gelas sehari. Ini bisa dibagi, misalnya 3 gelas saat buka puasa, 2 gelas sebelum tidur, dan 3 gelas saat sahur. Ingat, delapan merupakan angka minimal.
Anda mungkin membutuhkan lebih dari 8 gelas untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda. Masing-masing orang bisa berbeda-beda kebutuhan cairannya. Anda sendiri yang mengetahui seberapa besar kebutuhan cairan tubuh Anda.
Jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti merasa kehausan, urine berwarna kuning cenderung gelap, jarang buang air kecil, merasa lemah, dan sakit kepala, sebaiknya batalkan puasa Anda dengan minum air putih dan beristirahat.

3. Tetap berikan bayi ASI saat ia ingin


Jika Anda berpikir bahwa terlalu sering memberikan ASI pada bayi saat puasa akan membuat produksi ASI berkurang, maka Anda salah. Justru, semakin sering Anda memberikan ASI pada bayi, semakin banyak juga ASI yang dihasilkan oleh tubuh Anda.
Hal ini karena isapan bayi di payudara ibu menjadi salah satu kunci agar ASI lancar diproduksi oleh tubuh. Jadi, jangan khawatir produksi ASI akan lebih sedikit selama Anda menjalankan ibadah puasa.

4. Pastikan Anda cukup istirahat


Selain asupan makanan dan cairan, istirahat yang cukup juga sangat diperlukan saat berpuasa. Hal ini agar stamina tubuh Anda tetap bugar dan tidak lemas selama menjalankan puasa.
Tidur di siang hari mungkin diperlukan untuk menghemat energi Anda agar tetap kuat menjalankan puasa. Selain itu, kurangilah aktivitas berat dan olahraga saat puasa, serta tetaplah di rumah saat cuaca sedang panas dan lembap.