Minggu, 13 September 2020

Semangat Nambah Ilmu



Imam Al Mawardi rahimahullah menyebutkan dalam Adabud Dunnya Wad Diin (hlm 123) dari ucapan Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma berkata : 

لو كان أحد يكتفي من العلم لااكتفى موسى عليه السلام لما قال : هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰۤ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدࣰا (سورة الكهف :٦٦) 

"Jika seorang merasa cukup dari ilmu, maka sungguh Musa akan merasa cukup darinya (menuntut ilmu kepada Khodhir) Musa berkata : "Bolehkah aku mengikutimu agar kamu mengajarkanku ilmu yang diajarkan kepadamu sebagai petunjuk?"

فسلَّم عليه موسى، وقال له: أتأذن لي أن أتبعك لتعلمني من العلم الذي علمك الله إياه ما أسترشد به وأنتفع؟

"Nabi Musa memberi salam kepadanya (Khodhir) dan berkata kepadanya : Apakah kamu mengizinkanku mengikutimu supaya kamu mengajariku ilmu yang Allah ajarkan kepadamu yang dengannya (ilmu tersebut) dapat aku jadikan petunjuk dan memberiku manfaat?'

(Al Muyassar Fit Tafsir Al-Kahfi, Ayat 66)

📝 Faedah yang dapat diambil :

1️⃣ Semangat Para Nabi dan Rasul dan Para Ulama dalam menuntut ilmu sehingga mereka harus lelah untuk mendapatkannya 

2️⃣ Motivasi untuk terus menambah ilmu yang bermanfaat dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang sudah dimiliki

3️⃣ Adab dalam menuntut ilmu dalam memuliakan ilmu dan penyandangnya sehebat apapun kita setinggi apapun keutamaan dan jabatan kita 

4️⃣ Warisan Nabi kita shallallahu'alaihi wa sallam adalah ilmu, barangsiapa yang mengambilnya ia telah mengambil bagian yang banyak

Video Viral Ansor Banser Mendapat Tiket Syurga

Ansor Banser mengklaim mendapatkan tiket syurga

Silahkan klik

Viral Video Islam Berpecah Belah

Heboh video viral kelak islam akan berpecah belah, dan hanya satu yang masuk syurga. 

Silahkan klik
Islam Akan Pecah

PAHALA TETAP DITULIS MESKIPUN BERHALANGAN


Salah satu diantara demikian banyaknya  kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba hamba-Nya adalah apabila seorang hamba  kontinyu dalam beramal , kemudian suatu waktu dia tidak bisa melakukannya karena suatu halangan maka akan tetap dicatat sebagai amal shalih baginya.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukim dan sehat (H.R Imam Bukhari). 

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : Tidaklah seorang hamba terbiasa mengerjakan shalat malam kemudian satu ketika dia tertidur, melainkan akan tetap ditulis pahala shalatnya, sedangkan tidurnya menjadi sedekah baginya. (H.R Imam Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Al Hafizh Ibnu Hajar, dalam Fathul Bari menjelaskan : Ini adalah untuk orang yang biasa (istiqamah, kontinyu) mengerjakan ketaatan kemudian terhalangi sesuatu. Andaikan tidak ada halangan, niatnya akan tetap dikerjakannya.

Oleh karena itu berusahalah untuk kontinyu  dalam beribadah. Bahkan Rasulullah menganjurkan untuk istiqamah dalam beribadah walaupun sedikit sebagaimana sabda beliau : 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu (terus menerus) dikerjakan walaupun sedikit. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Wallahu A’lam. (016)

Azwir B. Chaniago – 27.07.2018