Minggu, 13 September 2020

PAHALA TETAP DITULIS MESKIPUN BERHALANGAN


Salah satu diantara demikian banyaknya  kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba hamba-Nya adalah apabila seorang hamba  kontinyu dalam beramal , kemudian suatu waktu dia tidak bisa melakukannya karena suatu halangan maka akan tetap dicatat sebagai amal shalih baginya.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukim dan sehat (H.R Imam Bukhari). 

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : Tidaklah seorang hamba terbiasa mengerjakan shalat malam kemudian satu ketika dia tertidur, melainkan akan tetap ditulis pahala shalatnya, sedangkan tidurnya menjadi sedekah baginya. (H.R Imam Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Al Hafizh Ibnu Hajar, dalam Fathul Bari menjelaskan : Ini adalah untuk orang yang biasa (istiqamah, kontinyu) mengerjakan ketaatan kemudian terhalangi sesuatu. Andaikan tidak ada halangan, niatnya akan tetap dikerjakannya.

Oleh karena itu berusahalah untuk kontinyu  dalam beribadah. Bahkan Rasulullah menganjurkan untuk istiqamah dalam beribadah walaupun sedikit sebagaimana sabda beliau : 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu (terus menerus) dikerjakan walaupun sedikit. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Wallahu A’lam. (016)

Azwir B. Chaniago – 27.07.2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar