Penerjemah : _Al ustadz Fahruddin Nu'man, Lc_
Allah menurunkan kitab Al-Qur'an yang agung kepada Rasulullah dengan hikmah. Makna hikmah adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Allah Ta'ala menguatkan para Nabi dengan mukjizat yang besar yang sesuai dengan zamannya sebagai bukti bahwa Beliau adalah utusan Allah Ta'ala.
1⃣ Nabi isya _'alaihis salam_ diutus pada zaman dimana manusia banyak mempelajari ilmu kedokteran. Maka Allah berikan mukjizat kepada nabi isya mampu menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang yang sakit yang tidak sanggup disembuhkan penyakitnya oleh para tabib.
2⃣ Nabi Musa _'alaihis salam_ diutus pada zaman dimana manusia banyak mempelajari ilmu sihir. Maka Allah berikan mukjizat kepada nabi Musa tongkat yang mampu melawan sihir-sihir tukang sihirnya Fir'aun. Hingga mereka masuk islam.
3⃣ Nabi Muhammad _shallallahu 'alaihi wassalam_ diutus pada zaman dimana manusia gemar mempelajari syair. Maka Allah turunkan mukjizat kepada nabi Muhammad dengan Al Qur'an yang didalamnya terdapat gaya bahasa sastra yang tinggi.
Mukjizat-mukjizat ini diturunkan agar manusia beriman kepada nabi dan untuk melemahkan keahlian mereka.
Mukjizat-mukjizat ini diturunkan agar manusia beriman kepada nabi dan untuk melemahkan keahlian mereka.
Al Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi dengan perantara jibril. Dengan membacanya saja bernilai ibadah. Dan al Qur'an sampai ke kita dengan mutawatir yang tidak mungkin bisa didustakan.
Al-Qur'an adalah al mu'ziz yaitu _yang tidak mungkin dapat didatangkan hal serupa dengannya_. Allah tantang makhluknya untuk mendatangkan yang serupa dengan al Qur'an. Allâh Azza wa Jalla berfirman :
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ﴿٣٣﴾فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ
Ataukah mereka mengatakan, _“Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman._
_Kalau demikian, hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur’ân itu jika mereka orang-orang yang benar._ [ath-Thûr/52: 33-34]
Demikian juga Allâh Azza wa Jalla menetapkan, bahwa mereka tidak akan mampu membuatnya, walaupun seluruh manusia dan jin berkumpul untuk melakukannya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Katakanlah, _“Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain._ [ al-Isrâ’/17:88]
▶ Allah tantang untuk membuat 1 surat
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَىٰ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِين ﴿٣٧﴾ أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
_Tidaklah mungkin al-Qur’ân ini dibuat oleh selain Allâh ; akan tetapi (al-Qur’ân itu) membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan *sebuah surat semisalnya* dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.”_ [ Yûnus/10: 37- 38]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين ﴿٢٣﴾فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
_Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), *buatlah satu surat (saja)* yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir._ [ al-Baqarah/2: 23-24]
▶ Allah tantang membuat 10 surat
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿١٣﴾فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
_Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat al-Qur’ân itu!” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka *datangkanlah sepuluh surat* yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Jika mereka (yang kamu seru itu) tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu, maka ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’ân itu diturunkan dengan ilmu Allâh, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?_ [Hûd/11: 13-14]
Allah menjamin Al-Qur'an ini terjaga. Allah berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
_Sungguh Kami yang telah menurunkan al-Quran dan Kamilah yang akan menjaganya._ (QS. al-Hijr: 9)
Dan Allah menjadikan Al Qur'an terjaga didada nabi dan tak pernah lupa
(سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ)
_Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,_ [Surat Al-A'la 6]
(إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ)
_Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya._ [Surat Al-Qiyamah 17]
Lalu dari generasi ke generasi muncul para penghafal Al-Qur'an, dan merekalah para penjaga al-Quran. *Maka bagaimana sikap kita dengan al Qur'an?*
al-Quran adalah nikmat yang besar, didalamnya ada petunjuk hidayah, sebagai pelipur lara, cahaya, jalan keselamatan dan obat. Sudah seharusnya kita bersuka cita dengannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
_“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”._ [QS. al-Isra: 9]
Allah kabarkan bahwa jika al Qur'an ini diturunkan kepada gunung maka gunung yang kokoh dan penuh batu-batu yang keras akan pecah. Lantas apakah hati kita lebih keras dibandingkan gunung? Allah berfirman :
(لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ)
_"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir."_ [Surat Al-Hasyr 21]
⛔ Kisah orang musyrikin terhadap al Qur'an
1⃣ Al walid ibn Mughirah
Al-Walid termasuk orang-orang yang mengejek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengganggu Beliau.
Dia termasuk orang yang divonis masuk Neraka dengan firman Allah
_“Aku akan memasukkannya ke dalam (Neraka) Saqar.”_ (QS. Al-Muddatstsir: 26)
Namun ketika al walid mendengar al Qur'an yang dibacakan Rasulullah dia berkata,
_"Demi lata dan uzza, jujur al Qur'an ini sangat indah didengar dan di atas al Qur'an ada bahasa yang indah. Menghasilkan buah yang manis dan akar yang kuat."_
Al-Walid termasuk orang-orang yang mengejek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengganggu Beliau.
Dia termasuk orang yang divonis masuk Neraka dengan firman Allah
_“Aku akan memasukkannya ke dalam (Neraka) Saqar.”_ (QS. Al-Muddatstsir: 26)
Namun ketika al walid mendengar al Qur'an yang dibacakan Rasulullah dia berkata,
_"Demi lata dan uzza, jujur al Qur'an ini sangat indah didengar dan di atas al Qur'an ada bahasa yang indah. Menghasilkan buah yang manis dan akar yang kuat."_
2⃣ Kisah 3 orang Quraisy (Al Akhnas bin Syuraiq, abu jahal dan abu Sufyan)
Suatu malam Abu Jahal keluar secara diam-diam ke rumah ponakannya, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dia mencuri dengar bacaan Al Qur’an keponakannya itu, dan tanpa terasa terangnya subuh mulai menggulung gelapnya malam. Merasa kuatir tindakannya diketahui orang lain, Abu Jahal pulang dengan langkah yang hati-hati. Akan tetapi takdir Allah mempertemukan dia di perjalanan dengan dua temannya, yaitu Abu Sufyan dan Al Akhnas bin Syuraiq.
Suatu malam Abu Jahal keluar secara diam-diam ke rumah ponakannya, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dia mencuri dengar bacaan Al Qur’an keponakannya itu, dan tanpa terasa terangnya subuh mulai menggulung gelapnya malam. Merasa kuatir tindakannya diketahui orang lain, Abu Jahal pulang dengan langkah yang hati-hati. Akan tetapi takdir Allah mempertemukan dia di perjalanan dengan dua temannya, yaitu Abu Sufyan dan Al Akhnas bin Syuraiq.
Sungguh mengagetkan sekaligus menggelikan, ternyata mereka baru saja melakukan hal yang sama, mencuri dengar bacaan Al Qur’an Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Mereka bertiga pun tak dapat lagi menyembunyikan rasa malu mereka. Akhirnya mereka sepakat untuk tidak lagi mengulangi perbuatan mereka.
Namun nyatanya, malam kedua mereka kembali lagi. Mereka mengingkari janji mereka lagi. Dan Allah pun mempertemukan mereka kembali di jalan, semakin malulah mereka. Lalu mereka membuat janji lagi untuk tidak mengulanginya. Tapi apa yang terjadi?
Di malam ketiga, mereka tetap ingkar janji, mereka datang kembali untuk mencuri dengar bacaan Al Qur’an Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam di rumahnya. Dan, mereka pun berpapasan lagi untuk yang ketiga kalinya. Mereka mulai saling menyalahkan satu sama lain. Akhirnya, berjanji lagi, dan lagi. Masing-masing mereka berjanji akan mengakhiri perbuatan mereka itu.
Demikianlah Al Qur'an membuat hati yang mendengarkan tenang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
_“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”_ (Qs. ar-Ra’du: 28)
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
_“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”_ (Qs. ar-Ra’du: 28)
Kisah Rasulullah dengan Al Qur'an
1⃣ Rasulullah menangis mendengar bacaan Al-Qur'an
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
1⃣ Rasulullah menangis mendengar bacaan Al-Qur'an
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
قَالَ لِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « اقْرَأْ عَلَىَّ » .قُلْتُ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ « فَإِنِّى أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِى » . فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى بَلَغْتُ
( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا )
قَالَ « أَمْسِكْ » . فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku,
“Bacalah Al Qur’an untukku.”
Maka aku menjawab, “Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al Qur’an untukmu, bukankah Al Qur’an diturunkan kepadamu?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku suka mendengarnya dari selainku.”
Lalu aku membacakan untuknya surat An Nisaa’ hingga sampai pada ayat (yang artinya), “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)” (QS. An Nisa’: 41).
Beliau berkata, “Cukup.”
Maka aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau dalam keadaan bercucur air mata.” (HR. Bukhari no. 4582 dan Muslim no. 800).
2⃣ Rasulullah senang mendengar bacaan Al-Qur'an dari para sahabat.
Suatu malam Rasulullah pernah mendengar abu Musa al asyari _radhiallahu 'anhu_ membaca al Qur'an. Lalu di pagi harinya Rasulullah berkata kepada Abu musa al asyari, _“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Abu Musa,_
Suatu malam Rasulullah pernah mendengar abu Musa al asyari _radhiallahu 'anhu_ membaca al Qur'an. Lalu di pagi harinya Rasulullah berkata kepada Abu musa al asyari, _“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Abu Musa,_
لَوْ رَأَيْتَنِى وَأَنَا أَسْتَمِعُ لِقِرَاءَتِكَ الْبَارِحَةَ لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ
_“Seandainya engkau melihatku ketika aku mendengarkan bacaan Al Qur’anmu tadi malam. Sungguh engkau telah diberi salah satu seruling keluarga Daud”_ (HR. Muslim no. 793).
Kisah Sahabat dengan Al Qur'an
Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi berkata kepada Ka’ab, “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan kepadamu ‘Orang-orang kafir yakni ahli Kitab… [Quran Al-Bayyinah: 1]”
Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi berkata kepada Ka’ab, “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan kepadamu ‘Orang-orang kafir yakni ahli Kitab… [Quran Al-Bayyinah: 1]”
“Dia (Allah) menyebut namaku, wahai Rasulullah,” tanya Ubay penuh haru. “Iya,” jawab Nabi. Ubay pun menangis. (HR. al-Bukhari 4959)
Penutup :
Pada hari ini kita sudah mendengarkan bagaimana kisah orang musyrikin mendengar al Qur'an, bagaimana Rasulullah berinteraksi dengan Al Qur'an dan bagaimana para sahabat berinteraksi dengan Al Qur'an. Lalu bagaimana kisah kita dengan Al Qur'an??
Janganlah menjadi seperti kebanyakan orang yang hanya membaca al Qur'an di bulan Ramadhan. Jadikan Al Qur'an sebagai makanan pokok kita. Jika jasad membutuhkan makan 3 kali sehari maka ruh pun membutuhkan makan pokok berupa Al Qur'an.
Pada hari ini kita sudah mendengarkan bagaimana kisah orang musyrikin mendengar al Qur'an, bagaimana Rasulullah berinteraksi dengan Al Qur'an dan bagaimana para sahabat berinteraksi dengan Al Qur'an. Lalu bagaimana kisah kita dengan Al Qur'an??
Janganlah menjadi seperti kebanyakan orang yang hanya membaca al Qur'an di bulan Ramadhan. Jadikan Al Qur'an sebagai makanan pokok kita. Jika jasad membutuhkan makan 3 kali sehari maka ruh pun membutuhkan makan pokok berupa Al Qur'an.
Semoga catatan yang sedikit ini bermanfaat dan dapat di amalkan.
Diresume oleh : Muhammad Septa Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar