Selasa, 09 April 2019

Innalillah, Salah Fatal Bacaan Ayat Imam Shalat Subuh Pendukung 02 di GBK








Jama'ah sholat para pendukung 02 di GBK.Oleh Dafid Fuadi
Di rakaat pertama membaca surat al-Fajr, namun ayat ke 15 di tengahnya tertukar kalimatnya dengan ayat 16 sehingga maknanya jauh menyimpang.
Yang benar:
Ayat 15:
‎فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
Artinya:
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
Ayat 16:
‎وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Artinya:
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
Yang dibaca oleh H Shobri Lubis, Ketua Umum FPI, selaku Imam Shalat Subuh di GBK adalah
Ayat 15
‎فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي 
‎ أَكْرَمَنِ
Dengan menggabungkan frase dari ayat 16.
Artinya menjadi kacau:
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku”
Simak videonya:
Mulai menit ke 03:00.
Sumber:
[dutaislam.com/gg]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar