Rabu, 10 April 2019

Nasehat Dari Masa Lalu


Dr Muhammad Arifin Badri

Semoga Pak Mentri Pendidikan Apalagi Presiden Berkenan Membaca, Kalau Bukan Mentri Ya Calon Mentri dan Calon Presiden.
Nasibmu SMP Islam Imam Syafii Jember yang tak kunjung jelas.
Bahkan lebih miris ada oknum pejabat DIKNAS yang meminta agar kegiatan belajar mengajar DIHENTIKAN sampai terbit izin, sedangkan mereka tidak kunjung memproses permohonan kami, sampai terkatung katung setahun lamanya.
Sudah setahun lamanya, pengajuan proposal perizinan oprasional, dan petugas DIKNAS sudah melakukan visitasi sebanyak 2 kali, namun demikian perizinan tak kunjung diterbitkan, padahal siswa siswanya telah menginjak kelas 7 & 8.
Alih alih izin oprasional, surat balasan atas proposal perizinan kami saja tidak kunjung kami dapatkan, sehingga kami bingung.
Pejabat demi pejabat di kota Jember, sudah kami kunjungi untuk mencari keterangan.
Dari hari ke hari, bukanya semakin mendapat kejelasan ujung dari proses perizinan, yang kami dapat malah arogansi oknum aparat.
Kriminalisasi, dan kasus tuduhan yang dibuat buat, dimulai dari tuduhan pemalsuan dokumen yang sampai saat ini tidak terbukti, berlanjut pemanggilan dan pemeriksaan kami satu persatu oleh aparat.
Berlanjut, dengan pemanggilan guru guru SMP Islam Imam Syafii satu persatu.
Semuanya tanpa hasil yang jelas hingga saat ini.
Akhir akhir ini, pada saat kami mengadakan kegiatan, ada pengerahan puluhan bahkan ratusan aparat untuk berjaga jaga, seakan akan terjadi peperangan, padahal sekedar kami hanya membuat acara baksos, wisuda atau yang serupa, entah apa maksud dan tujuannya....apakah hendak mengesankan bahwa kota Jember secara umum dan lokasi kami genting seakan terjadi peperangan dahsyat, padahal semua adem ayem.
Juga acara dengar pendapat di gedung perwakilan rakyat tanpa menghadirkan kami atau sekedar pemberitahuan kami sebagai pihak yang diperkarakan.
Dan masih banyak lagi hal hal aneh, yang semuanya berujung pada upaya menghalang halangi hak kami sebagai warga negara untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Semoga melalui media facebook ini ada yang mendengar suara kami, dan membantu menuntun kami untuk mendapat keadilan dunia, sebelum kami mendapatkannya di akhirat kelak.
Semoga ada "surat pintar" yang bisa mengakhiri kesewenang wenangan yang sedang terjadi..... Demikianlah sebagian dari potret pendidikan di negri kita tercinta.
Semoga menjadi perhatian saudara semua, dan mari kita berdoa kepada Allah agar segera mengakhiri kesewenang wenangan dan arogansi kejam yang masih sering terjadi di negri kita tercinta, amiin ya rabbal 'alamin.
Semoga mencerahkan dan membantu anda untuk menentukan pilihan

Pilihlah “IKI WAE” , karena yang ITU sudah terbukti ngibul dan mloroti Ummat Islam.
Konco konconya juga banyak yang terbukti bersebrangan dengan maslahat ummat Islam.
Sobat, dalam rangka menjelaskan kepada ummat dan menjawab pertanyaan banyak pihak, maka saya harus menjawab:
Pada pemilu tgl 17/4/2019, dengan izin Allah kita bersama sama mayoritas ummat Islam memilih “IKI WAE” yang belum terbukti mloroti ummat Islam.
Adapun yang itu sudah TERBUKTI MLOROTI UMMAT ISLAM.
Demikian pula dengan pemilihan legislatif, dari partai partai yang ada, maka menurut hemat saya, yang paling dekat dengan kepentingan ummat Islam selama ini adalah partai PKS dan PAN, dengan segala kekurangan yang ada pada keduanya.
Mengingat pertimbangan sikap ini ialah upaya mencegah kemungkaran dan meminimalisir kerusakan diantaranya potensi terbitnya UU yang merugikan islam, semisal normalisasi komunis, seruan megara meminta ampun kepada kaum komunis, pengizinan LGBT, pembukaan pintu lebar bagi tangan tangan syi’ah dll.
Dan kalau pertimbangan anda memilih adalah nasionalisme maka para caleg pendukung “IKI WAE” insyaAllah memenuhi kriteria tersebut.
Walaupun saya menganjurkan anda untuk mengedepankan pertimbangan maslahat ummat Islam.
Status ini saya buat dalam rangka menjawab pertanyaan banyak pihak tentang pilihan yang direkomendasikan pada pileg dan pilpres mendatang.
Sobat, bagi anda yang kurang setuju dengan hasil analisa saya, sepenuhnya saya hormati, karena itu hormatilah analisa saya, agar anda tidak hanyut dalam debat kusir yang tidak ada manfaatnya,
Kalau anda menyayangkan lahirnya status ini, maka itu bisa jadi karena salah anda sendiri, karena bisa jadi anda termasuk yang bertanya meminta dijelaskan siapakah partai dan calon yang paling ringan madharatnya atau paking dekat dengan kemaslahatan ummat islam.
Wallahu Taala a’alam bisshawab.
Dr Muhammad Arifin Badri
4 jam
Suatu hari di Masjid Makobrimob Depok.
Saya berkesempatan meberi ceramah di masjid tersebut. Seusai ceramah saya ditanya tentang negara Indonesia apakah negara Islam?
Mendapat pertanyaan ini, dibtempat seperti ini, saya langsung acungkan 2 jempol saya, lalu saya berkata: pertanyaan yang sangat bagus di tempat yang sangat bagus pula.
Saya balik bertanya kepada hadirin: siapa dari anda yang berkata bahwa Indonesia Negara Islam?
Tidak satupun dari hadirin yang berani angkat tangan, semua terdiam, entah mengapa mereka diam.
Karena tidak ada yang jawab, saya berkata lagi: Indonesia adalah negara kesatuan berasaskan pancasila, menganut sistem demokrasi.
Siapapun yang menganggap Indonesia negara Islam (NII) atau Indonesia Negara Islam ( INI ) bisa ditangkap densus.
Jadi apa bentuk negara kita? Negara kesatuan yang dihuni mayoritas ummat Islam, tapi yang jelas Indonesia bukan negara agama apalagi negara Islam.
Demikian cerita singkat, semoga bermanfaat.
Kalau anda bertanya: apa wajib ditaati?
Siapapun yang memerintahkan kebaikan dan kebenaran maka wajib diikuti, namun siapapun yang memerintahkan dengan yang buruk apalagi kekufuran maka tidak boleh ditaati, sampaipun kedua orang tua anda sendiri.
Semoga mencerahkan, dan mencerahkan anda, agar bisa meninggalkan budaya lama, pakai ilmu “gebyah uyah podo asine”.


Lalu bagaimana nasehat pak doktor masalalu agar saat ini mampu bersabar
Dr Muhammad Arifin Badri
Andai Presiden Anda Adalah Sentan Menjelma Manusia, Haruskah Anda Memberontak?
Seburuk apapun pemimpin muslim, dan sebengis apapun pemimpin muslim, dan sezholim apapun pemimpin muslim, maka hanya ada satu cara untuk menghadapinya: BERSABAR.
Ya dengan bersabar, bersabar membenahi diri, membenahi keluarga, masyarakat yang ada di sekitar kita dan termasuk menghadai kebengisan para pemimpin muslim yang sedang diuji memimpin anda.
Mengapa demikian? ya karena para pemimpin lahir dari perut masyarakat, yang salah satunya adalah anda. Kamarin anda adalah salah satu dari yang telah berperan melahirkan pemimpin yang sedang anda keluhkan .
Kalau anda berkata: oooh, tidak, saya tidak memilihnya bahkan saya tidak ikut memilih sama sekali.
Ya, bisa saja demikian, namun bukankah kemarin anda diam melihat kondisi yang ada di sekitar, atau minimal sedikit bermalas malasan menyikapi gerakan liberalisasi agam, sekulerisasi agama, penebar paham persamaan agama, tasawwuf sesat yang beranggapan bahwa semua agama sama, bahkan kalau sudah sampai jadi wali maka boleh ibadah di gereja atau di wihara atau bahkan dijadikan patung buda juga tidak mengapa?
Bersabar dalam mengamalkan islam dan mendakwahkanya, dan selanjutnya percayalah bahwa siapapun penguasa yang ada saat ini, tidak akan selamanya berkuasa, esok pasti Allah Ta'ala ganti dengan yang lainnya, dan bila anda telah membangun masyarakat dan calon calon pemimpin yang beriman niscaya yang Allah Ta'ala pilih menjadi pemimpin adalah orang-orang yang beriman, berakhlaq, amanah, adil dan beradab.
Bagaimana negri ini mau dipimpin oleh orang yang baik, kalau ternyata orang orang baik di negri ini dimusuhi dan dijauhi, yang menyeru kepada tauhid dimaki, yang menyeru kepada sunnah Nabi dimaki, yang mengajak pemurniaan Islam dianggap kolot, dan yang mengajak masyarakat untuk ngaji agama dianggap ndak paham waqi', yang menerapkan sunnah dengan memanjangkan jenggot atau memotong celana di atas mata kaki, atau mengenakan cadar dianggap ekstrim dan sosialis
Sobat, seburuk apapun pemimpin anda saat ini belum seburuk yangdigambarkan pada hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallamberikut:
يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».
Sepeninggalku, akan ada pemimpin pemimpin yang enggan mengikuti petunjukku, dan enggan menjalankan keteladananku, dan akan ada dari mereka lelaki lelaki yang jiwanya bagaikan jiwa setan, sedangkan raganya raga manusia. Sahabat Huzaifah bin Yaman bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku bila aku menemui masa tersebut? Beliau menjawab: ENgkau tetap patuh dan taat kepada pemimpinmu, walaupun ia telah memukul punggungmu, dan merampas hartamu, patuh dan taatlah kepadanya. (Muslim)
Sobat! sadarilah, pemimpin anda adalah ujian atau hukuman bagi anda, kalau anda orang baik maka anda sedang diuji dengan orang buruk, sebagaimana dulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diuji dengan keberadaan tokoh tokoh Quraisy yang kafir lagi kejam, dan para ulama' semisal imam Ahmad, Imam Syafii diuji dengan pemimpin pemimpin yang kejam pula.
Dan bila anda adalah orang yang banyak bergelimang dalam dosa, maka sadarilah bahwa bisa jadi pemimpin anda adalah bentuk dari teguran dan hukuman Allah kepada anda, karena itu jangan engkau lawan hukuman Allah dengan cara cara yang menyeleweng dari ajaran agama, agar tidak semakin lama dan panjang hukuman Allah kepada anda.
Ingat! Pemimpin sebengis Hajjaj bin Yusuf saja yang dengan darah dinginnya membantai para ulama', akhirnya Allah Ta'ala cabut nyawanya, dan digantikan dengan pemimpin lainnya, apalagi selain dia.
Dan Al Hamdulillah pemimpin kita muslim, doakan saja semoga esok hari semakin baik dan semakin dekat dengan rahmat Allah Ta'ala.
Ya Allah, limpahkanlah Rahmat-Mu kepada kami, dan berikanlah hidayah-Mu kepada pemimpin kami, dan jauhkanlah mereka dari pembisik pembisik busuk yang mengajaknya berbuat maksiat kepada-Mu. Amiin.Anda


Sumber : https://web.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/?ref=br_tf&epa=SEARCH_BOX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar