Jumat, 21 Juni 2019

BOLEHKAH SEORANG IBU BERPAKAIAN LINGERIE (SEXY) DI HADAPAN ANAK-ANAKNYA YANG MASIH KECIL ?



Chanel Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1


✍🏻 Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Boleh jadi kamu memiliki banyak anak kecil di rumahmu.

Yang menjadi pertanyaan  bolehkah kamu, baik karena ingin berhias di hadapan suamimu atau karena hawa panas atau lainnya lalu kamu berpakaian sexy/lingerie, padahal di situ ada anak-anak kecil kamu?

Lajnah ad Daa’imah (Lembaga Fatwa Arab Saudi)  pernah ditanya seorang ibu yang dia menceritakan bahwa dirinya berpakaian lingerie (jika duduk akan terlihat apa yang ada di atas lutut) di hadapan suami dan  anak-anaknya yang berusia 3-9 tahun. Suaminya tak menyukai hal itu karena khawatir berdampak psikologis kelak pada anak-anaknya. Maka bagaimana hukum masalah ini?

Berikut jawaban Lajnah ad Daa’imah atas pertanyaan di atas:

يجب عليك طاعة زوجك بالمعروف، ومن ذلك ما أمرك به من التستر والاحتشام عند أولادك، حتى لا يعتادوا رؤية العورات ومفاتن النساء، والذي يجوز كشفه للأولاد هو: ما جرت العادة بكشفه؛ كالوجه والكفين والذراعين والقدمين ونحو ذلك.

"Wajib bagimu mentaati suamimu dalam hal yang ma’ruf, termasuk (perkara yang ma’ruf itu adalah) diantaranya apa yang telah suami perintahkan kepadamu agar menutup aurat dan memiliki rasa malu di depan anak-anakmu, sehingga mereka tak terbiasa melihat aurat dan bagian tubuh wanita yang menarik.

Adapun yang boleh ditampakkan di hadapan anak-anak adalah apa yang biasa ditampakkan saja, seperti: wajah, tangan, lengan, kaki dan yang semisalnya." (Fatwa Lajnah ad Daa’imah No.20,576 yang saat itu masih diketuai oleh Syaikh Bin Baaz rahimahullah)

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin ...

https://dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/bolehkah-seorang-ibu-berpakaian-sexy-di-hadapan-anak-anaknya-yang-masih-kecil.html

🔰 @Manhaj_salaf1

Kamis, 20 Juni 2019

Air Kencing Dan Namimah Penyebab Adzab Kubur



Islam adalah agama yang sempurna. Semua perkara yang dibutuhkan manusia baik di dunia maupun di akhirat nanti telah dijelaskan dengan gamblang.

Dalam hal ini masalah air kencing manusia adalah najis, dan kita wajib menjaga tubuh, pakaian, atau tempat jangan sampai terkena air kencing, jika terkena maka harus segera dibersihkan. Jika tidak dibersihkan, maka itu bisa menjadi penyebab siksa kubur.

Demikian pula orang yang suka berbuat namimah (mengadu domba), mereka kelak akan mendapatkan azdab kubur. Wa na'udzu billah...

Dalam hadits dijelaskan,

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ مِنْ كَبِيرٍ. ثُمَّ قَالَ: بَلَى؛ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَسْعَى بِالنَّمِيمَةِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ. قَالَ: ثُمَّ أَخَذَ عُوْدًا رَطْبًا فَكَسَرَهُ بِاثْنَتَيْنِ، ثُمَّ غَرَزَ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى قَبْرِهِ. ثُمَّ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati dua kuburan, kemudian beliau bersabda:

"'Sesungguhnya keduanya ini disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa dalam perkara yang berat (untuk ditinggalkan). Yang pertama, dia dahulu berjalan melakukan namimah (adu domba), adapun yang lain dia dahulu tidak menutupi dari buang air kecil. Kemudian Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil sebuah pelepah kurma yang basah, lalu membaginya menjadi dua, kemudian Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menancapkan satu pelepah pada setiap kubur itu. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Semoga Allah meringankan siksa keduanya selama (pelepah kurma ini) belum kering'". (HR. Muttafaq 'alaih).

Di dalam hadits lain Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan penyebab keringanan siksa kubur itu adalah syafaat beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan pelepah kurma yang ditancapkan di kuburan tersebut.

Allahu a'lam.

Semoga kita semua dilindungi oleh Allah Ta'ala dari adzab kubur...

Rabu, 19 Juni 2019

YA RABB , JAGALAH KAMI DARI KESESATAN





Hati adalah hal yang paling sulit untuk dijaga. Buat menjadikannya senantiasa berada di atas petunjuk kita harus kerahkan segenap tenaga. Doa adalah satu hal yang tidak boleh kita lupakan. Perhatianlah firman Allah di awal-awal surat Ali Imran, disana ada ayat yang mengadung do’a untuk menjaga hati, Allah berfirman:

وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ ، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7-8)

Perhatikan, siapakah gerangan orang-orang yang memanjatkan do’a itu? Mereka bukan orang biasa, tapi mereka adalah orang-orang yang kokoh dan mendalam ilmu agama mereka, punya rasa takut kepada Allah, penuh dengan ketaatan.

Pelajaran pentingnya adalah seandainya saja orang-orang yang memiliki ilmu agama yang kokoh masih khawatir tergelincir pada kesesatan sehingga mereka sangat butuh dengan penjagaan Allah, maka orang-orang biasa yang memiliki sedikit ilmu agama seperti kita lebih patut untuk memanjatkan do’a ini dan senantiasa mengulang-ulangnya. Karena kita tidak punya cahaya sedang fitnah mengelilingi.

Maka, sadarilah kadar diri kita, kita bukanlah orang yang kokoh dalam ilmu. Sangat layak kita memanjatkan do’a itu dan doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi: 3522)

Oleh sebab itu, setiap hari dan terlebih pada waktu-waktu mustajab, panjatkanlah dua do’a yang agung ini.

🤲🏻Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari kesesatan dan memberikan keistiqomahan dalam hidayah dan kebenaran sampai ajal menjemput kita.
aamiin


Zahir Al-Minangkabawi


https://maribaraja.com/ya-rabb-jagalah-kami-dari-kesesatan/

Selasa, 18 Juni 2019

BERAMAL TANPA ILMU BAGAIKAN BERLAYAR TANPA ARAH





بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saudaraku rahimakumullaah, sebagaimana perahu yang berlayar tanpa arah akan tersesat jalannya, demikian pula beramal tanpa ilmu, yaitu tanpa mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam disebut amalan sesat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru dalam agama, dan setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda,

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru di dalam agama karena setiap perkara yang baru dalam agama itu bid'ah, dan setiap bidah itu sesat." [HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Irbad bin Sariyah radhiyallahu'anhu]

Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata,

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةُ وَإِنْ رَآهَا النَّاس حَسَنَة

“Setiap bid’ah itu sesat, meski manusia menganggapnya hasanah (baik).” [Dzammul Kalaam: 276]

Sumber:

• [ http://taawundakwah.com/mutiara-sunnah/beramal-tanpa-ilmu-bagaikan-berlayar-tanpa-arah/ ]

• [ https://www.instagram.com/p/BypqsIcBcM4/ ]


Oleh : Al-Ustâdz Abu Abdillah, Sofyan Chalid bin Idham Ruray


══════ ❁✿❁ ══════

👉🏾 SUBSCRIBE YOUTUBE
http://bit.ly/sofyanruray
👉🏾 FOLLOW INSTAGRAM
http://bit.ly/igsofyanruray || http://bit.ly/igtaawundakwah
👉🏾 JOIN TELEGRAM
http://t.me/sofyanruray || http://t.me/taawundakwah || https://t.me/kajian_assunnah || https://t.me/kitab_tauhid
👉🏾 LIKE FACEBOOK
www.fb.com/sofyanruray.info || www.fb.com/taawundakwah
👉🏾 IKUTI TWITTER
https://twitter.com/sofyanruray
👉🏾 KLIK WEBSITE
www.sofyanruray.info || www.taawundakwah.com
👉🏾 INSTAL ANDROID
http://bit.ly/androidsofyanruray
👉🏾 GABUNG GROUP WA
wa.me/628111377787

Senin, 17 Juni 2019

MENGALAH KARENA ALLAH




Damai tentu lebih baik dari bertengkar, apalagi damai antara suami dan istri, antara kakak dan adik, antara kerabat dan keluarga.
Akan tetapi kalau mau damai mesti harus ada dari salah satu pihak yang mengalah sehingga menggugurkan sebagian haknya. Jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan muncul perdamaian.

🕋 Allah berfirman :

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ

Dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir.
(📖QS. An-Nisaa : 128)

Allah mengingatkan bahwa manusia kikir untuk mengalah, tapi berbeda jika dia mengalah karena Allah demi mencapai kata "damai". Dia mengalah untuk meraih keridhoan Allah, untuk mencapai ketenangan, dan dengan damai ia akan lebih banyak meraih kebaikan-kebaikan.

Wahai suami...mengalahlah kepada istrimu..
Wahai istri...mengalahlah kepada suamimu..karena Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA -hafizhahullah

http://www.salamdakwah.com/artikel/3706-mengalah-karena-allah

Minggu, 16 Juni 2019

Sifat Malu Setelah Mati (Belajar dari Putri Nabi)





Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi



Putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Fathimah binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia pernah berpesan kepada Asma’:

 “Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya.
Dan aku malu jika kelak aku mati saat dibawa keluar kepada para pria lalu terlihat lekuk tubuhku".

Asma' berkata: "Aku pernah melihat di Habasyah (Ethopia)  keranda yang ditutupi seperti penutup untuk pengantin wanita.

Fathimah mengatakan: "Alangkah bagusnya itu".

Imam Ibnu Abdil Barr mengatakan: "Fathimah adalah orang yang pertama kali dalam Islam keranda jenazahnya ditutupi kain". (Al-Isti'ab, 4057)

Perhatikanlah sifat malu Fathimah yang merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat menyifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita.

Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bentuk dada, pinggang, betis, dan anggota badan lainnya.

Hendaknya mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya serta mengingat selalu sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

“Sesungguhnya hal yang dijumpai manusia dari perkataan para nabi adalah, “Apabila engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR. Al-Bukhari)


📚 CHANNEL LENTERA DAKWAH
Channel Telegram: @yusufassidawi
📲 Join: http://bit.ly/LenteraDakwah

~

Telegram
• t.me/yusufassidawi
Website
• abiubaidah.com
• https://muslim.or.id/author/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawi
Audio
• https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi
Video
• https://yufid.tv/tag/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawy

Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah



♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam
🌐 TG Channel : @DakwahAkhawat

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu, menjadi sebab hidayah, dan Allâh membalas anda dengan kebaikan dan menjadi amal jariyah, serta memudahkan jalan kita menuju Jannah. آمِينَ.

Sabtu, 15 Juni 2019

INDAHNYA BERLEMAH LEMBUT





Dari Aisyah radhiyallohu anha, bahwa Nabi shallalahu alaihi wasallam bersabda :

َ إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

 "Sesunguhnya kelemah lembutan itu tidak akan berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya. Sebaliknya, jika kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi buruk." [HR Muslim no. 4698, Abu Daud no.  4174].

📓Penjelasan Ringkas :

📝Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah- menjelaskan :

Ar-Rifqu (الرقق), adalah interaksi terhadap manusia dengan berlemah lembut, ramah dan rendah hati, walaupun terhadap orang yang layak untuk diberi sangsi dan hukuman. [Syarhu Riyadhis Shalihin : 3/573]
 ㅤ
"Pada hadits tersebut terdapat motivasi agar seseorang berlemah-lembut pada seluruh keadaannya. Berlemah lembut di dalam berinteraksi terhadap keluarga, saudara, kawan, dan pada semua orang secara umum, sebab Allah Azza wa Jalla Maha Rafiiq dan mencintai kelemah-lembutan" [Syarhu Riyadhis Shalihin : 3/578]

📓 Faedah Agung dari Kelemah Lembutan

📝 Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah- berkata :

"Tatkala anda berlemah lembut, sungguh anda telah meraih 2 manfaat yang agung, yaitu :

1⃣. Anda meraih kecintaan Allah Azza wa Jalla, karena sesungguhnya Allah mencintai kelemah-lembutan dan orang-orangnya.

2⃣. Dengan berlemah lembut, anda meraih sesuatu yang tidak akan didapatkan jika anda bengis. Oleh karena itu, anda jangan tergesa-gesa dan terburu-buru, dan jangan sampai kecemburuan dan kepedulian membuatmu tidak berlemah lembut. Bersikap tenanglah pada semua urusanmu, termasuk pada dirimu sendiri" [Syarhu Kafiyatis Syafiyah : 3/159].

Allahu A'lam.


Akhukum
📝 Al-Ustâdz Hilal Abu Naufal Al-Makassary


══════ ❁✿❁ ══════

Mari Bergabung & Menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama Kami :

🔃 Join Telegram :
📮 Telegram: t.me/hilalpalopo
📮 Telegram: t.me/assunnah_palopo
🌐 Website: palopomengaji.com
🌎 Facebook: facebook.com/palopomengaji
📳 Twitter: twitter.com/palopomengaji
📻 TuneIn: tun.in/piJ1R
🎬 YouTube: cli.re/kajianyoutube
🖼 Instagram: instagram.com/hilal_abunaufal
🖼 Instagram: instagram.com/palopomengaji



♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam
🌐 TG Channel : @DakwahCinta

Jumat, 14 Juni 2019

°°IKLAN GRATIS DAKWAH SUNNAH°°





Dengan kambuhnya kasus pencekalan dan pembubaran kajian Sunnah secara intoleran, kugoreskan pesan dengan harapan bisa memberikan kesejukan.

Sahabatku yang kucinta karena Allah, kita semua menyadari bahwa jalan dakwah ini terjal, banyak onak dan duri sejak zaman para nabi hingga sekarang ini.

Tak perlu heran dengan adanya orang yang menghadang, karena kebenaran pasti akan diuji, semakin diuji akan semakin nampak keasliannya dan semerbak wanginya.

Sabarlah, tak perlu engkau terprovokasi atau sibuk membalas dengan mencaci apalagi mendoakan keburukan & tsunami. Tunjukkan ketegaran kita di atas Sunnah dan akhlak mulia yang selama ini kita pelajari. DOAKANLAH mereka agar meraih hidayah dan kasihanilah mereka, karena mereka kaum yang tak mengerti.

Optimislah kawan, badai pasti berlalu, cahaya Sunnah akan terus menyala. Percayalah, bisa jadi yang kita benci di situlah tersimpan mutiara yang kita cari. Anggaplah perilaku mereka sebagai iklan gratis tuk mensponsorkan dakwah ini agar semakin berkibar di bumi Pertiwi.

Alangkah indahnya ucapan penyair :


وَإِذَا أَرَادَ اللهُ نَشْرَ فَضِيْلَةٍ
طُوِيَتْ أَتَاحَ لَهَا لِسَانَ حَسُوْدِ
لَوْلاَ اشْتِعَالُ النَّارِ فِيْمَا جَاوَرَتْ
مَا كَانَ يُعْرَفُ طِيْبُ عَرْفِ الْعُوْدِ


Bila Allah berkehendak menyebarkan keutamaan yang rahasia
Maka Dia memberi kesempatan lidah pendengki untuk menyebarkannya
Seandainya bukan karena nyala api yang merayap
Maka tidak diketahui wanginya bau kayu wangi.

📓(Diwan Abu Tammam no. 45–46)


 http://bit.ly/LenteraDakwah

Kamis, 13 Juni 2019

DI HINA DI USIR... DO'AKAN KEBAIKAN UNTUK MEREKA°°





Apabila masih ada celah kebaikan dari mereka, lebih baik bersabar dan banyak berdoa atau bahkan doakan mereka. Banyak dihikmah dibalik dakwah yang ditolak
.
# Dihina Dan Diusir Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Malah Mendoakan

Demikian lah dakwah, pasti ada yang mencela, mengolok-olok bahkan menghina. Lebih-lebih dakwah di dunia maya. Namanya saja dunia maya, siapapun bisa berbicara dan berpendapat, siapapun dan apaun kedudukannya. Sudah terlalu banyak kita lihat debat kusir bahkan saling menghina dna mencela di dakwah dunia maya.

Untuk masalah ini mari kita lihat tauladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala pergi ke Thaif untuk berdakwah sekaligus meminta perlindungan kepada mereka dari tekanan kafir Quraisy setelah meninggalnya paman beliau Abu Thalib.  Akan tetapi Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam diusir dengan lemparan batu, caci-maki dan ejekan.

Tubuh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia sampai berdarah-darah.Perasaan beliau makin sedih karena saat itu tahun-tahun ditinggal juga oleh istrinya Khadijah radhiallahu ‘anha, pendukung dakwah beliau. Kemudian datanglah malaikat Jibril ‘alaihissalam memberi tahu bahwa malaikat penjaga bukit siap diperintah jika beliau ingin menimpakan bukit tersebut kepada orang-orang Thaif. Malaikat tersebut berkata,

يَا مُحَمَّدُ، فَقَالَ، ذَلِكَ فِيمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الأَخْشَبَيْن

“Wahai muhammad, terserah kepada engkau, jika engkau mnghendaki aku menghimpitkan kedua bukit itu kepada mereka”



Tapi apa yang keluar dari lisanRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ? doa kepada penduduk Thoif. Beliau berdoa,

بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلاَبِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ، لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun”[1]



Subhanallah, kita sangat jauh dari cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah. Dan terbukti doa beliau mustajab. Penduduk thoif tidak lama menjadi salah satu pembela islam dan mengikuti peperangan jihad membela islam.

Demikianlah kita harus bersikap lembut dalam dakwah.

🕋 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya kelembutan tidaklah berada pada sesuatu melainkan akan membuatnya lebih bagus, dan tidak akan tercabut sesuatu darinya kecuali akan membuatnya jelek.”[2]

🕋 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ

“Barangsiapa yang diharamkan baginya, maka ia diharamkan dari kebaikan”.[3]

Fir’aun saja, manusia yang paling rudak dan mengaku bahwa ia adalah tuhan. Maka Allah memerintahkan  Musa dan Harun agar berdakwah dengan lembut kepada Fir’aun.

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (📖Thaha :44)


Demikian semoga bermanfaat

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

@Pogung Kidul, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  Raehanul Bahraen

 www.muslimafiyah.com

[1] kisah yang panjang bisa dilihat di shahih Bukhari no. 3231

[2] HR. Muslim

[3] HR. Muslim

https://muslimafiyah.com/dihina-dan-di-usir-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-malah-mendoakan.html

Rabu, 12 Juni 2019

WANITA ANTARA HATI DAN AKALNYA



Wanita bagaikan pedang, dapat melukai jika tidak tau cara mengunakannya.

Dengan perhiasan emas wanita diuji, sedangkan lelaki diuji dengan wanita.

ketika wanita terdiam dihadapan orang yang dia cintai, maka yang keluar adalah tetesan air mata untuk mengisyaratkan kata.

Wanita hatinya jernih, akalnya cerdik. jika engkau letakkan hatimu pada hatinya niscaya ia akan mengangkatmu sampai ke langit, tapi jika kau letakkan hatimu di akalnya maka tidak akan bertahan sampai lama.

📝- diringkas dari غصون -
#Faedah :
Bicaralah dengan hati, jika kau genggam hatinya maka akalnya akan ikut, tapi jika kau pegang akalnya maka hatinya akan kecut. 🍀

Nabi shallallahu alaihi wasallam mensifati wanita dalam haditsnya :

 مَا رَأَيْتُ مِنَ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ

"Aku tidak pernah melihat seseorang yang kurang akal dan agamanya, namun mampu mengalahkan keteguhan lelaki yang kuat, melebihi kalian wahai para wanita". (HR. Bukhari no. 1462 dan Muslim no. 80).

💝حفظ الله المسلمات من كل سوء وبارك الله لهن🍀

Selasa, 11 Juni 2019

ROKOK DAN KNALPOT



Meski mengandung TAR, nikotin, dan banyak senyawa karsinogenik, rokok katanya nggak haram karena asap knalpot yang juga mengandung partikel berbahaya nggak ada yang memfatwakan haram.

Bung, qiyas Anda kok ngaco banget ya.

Rokok dibikin manusia hanya dimanfaatkan asapnya untuk dihisap, sedangkan kendaraan adalah moda transportasi untuk membantu kehidupan manusia menghantarkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Asap kendaraan yang keluar dari knalpot adalah zat sisa yang tidak diinginkan. Bahkan kalau bisa, asap itu dihilangkan sama sekali - tapi teknologi sampai saat ini belum memungkinkan. Sama seperti Anda makan nasi agar kuat bikin lelucon di medsos, lalu menghasilkan beberapa benda yang masuk toilet dan gas buang - gak mungkin jadi daging dan timbunan lemak semua.

Rokok diharamkan karena memang sengaja untuk dihisap memasukkan zat berbahaya ke dalam tubuh. Analoginya, kalau Anda sengaja dan hobi naruh lubang hidung Anda di lubang knalpot kendaraan saya untuk menghisap asapnya, haram juga jadinya.

Coba Anda tanya ke semua profesor kesehatan dan dokter yang kompeten, asap rokok itu berbahaya atau malah menyehatkan ?.

Allah ta'ala berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“ [QS. Al Baqarah: 195].

Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

"Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain"

Orang yang terpaksa atau tidak sengaja menghirup asap rokok (perokok pasif), tidak berdosa. Sama seperti kalau kita terpaksa menghisap asap kendaraan. Kita tutup dan menjauh dari asap rokok dan asap kendaraan. Tapi kalau kita justru dekat-dekat orang merokok dan lubang knalpot dengan niat agar dapat menghirup asapnya, bisa jadi haram.

Fiqh kadang dibuat rumit oleh anekdot-anekdot pengajaran dari orang yang menganggap diri paham banget tentang fiqh.

Salam mumet ☝🤕
FB Doni Arif Wibowo

Senin, 10 Juni 2019

°°KETIKA ADA YANG MEMAKI DAN MENCELA KITA DI DUNIA NYATA ATAU DUNIA MAYA°°






Bisa jadi agak sakit hati, hati “panas” atau emosi menggelora,  jika ada orang yang mencela dan mencaci-maki kita. Mengunakan kata-kata yang kurang enak bahkan tidak pantas keluar dari lisan seseorang yang mengaku muslim. Seorang muslim hanya berkata baik atau diam. Ini bisa terjadi di dunia nyata maupun dunia maya. Terlebih di dunia maya, terkadang ada orang yang bahkan tidak kita kenal, berkomentar dengan kata-kata kasar dan mencela.

Bagaimana sikap kita? Berikut beberapa penjelasan ulama mengenai hal ini:

1. Jangan terpengaruh dengan caciannya, tidak perlu dihiraukan dan tetap tenang

Ulama menjelaskan bahwa  hanya orang yang bodoh saja yang mengeluarkan kata-kata kasar. Karena terkadang kata-kata kasar itu sebenarnya untuk menutupi kebodohannya dan untuk menutupi bahwa ia kalah dalam berdiskusi. Maaf saja, orang bodoh hampir mirip dengan orang gila, jadi kalau ada orang gila atau orang bodoh mencaci maki, maka tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Apakah orang gila dipedulikan?

Ya benar juga, “Anjing mengonggong kafilah berlalu”

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺠﺎﻫﻞ اﻟﻤﻘﻠﺪ ﻓﻼ ﺗﻌﺒﺄ ﺑﻪ ﻭﻻ ﻳﺴﻮءﻙ ﺳﺒﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮﻩ ﻭﺗﻀﻠﻴﻠﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻛﻨﺒﺎﺡ اﻟﻜﻠﺐ.

 “Adapun jika ada orang yang bodoh lagi pembebek, maka janganlah anda dilelahkan karenanya dan terpengaruh oleh caciannya, tuduhan kafir dan vonis sesat darinya. Karena sesungguhnya dia seperti gonggongan anjing.”[1]

Jika perlu, hapus komentarnya di sosmed anda. Hanya merusak pemandangan saja, terlebih-lebih dia juga tidak kita kenal. Apa urusan dia dengan kita?



2. Tidak perlu dilayani caci-maki dan debatnya, segera tinggalkan saja

Kata-kata yang kasar dan caci-maki sudah menunjukkan bahwa niatnya tidak baik, bukan mencari kebenaran dengan berdiskusi. Hanya mencari “masalah” saja. Kita juga diperintahkan agar menjauhi dan berpaling dari orang yang bodoh.

Allah Ta’ala berfirman,

خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ

“Jadilah engkau pemaaf dan perintahkanlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil/bodoh”(Al-A’raf: 199)

Jika kita melayani tidak ada keuntungan sama sekali yang kita dapat, hanya sakit hati saja.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

فإن كلمته فرجت عنه .. وإن خليته كمدا يموت

“Apabila kamu melayaninya, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”[2]

3. Sebaiknya diam dan tidak membalas caci-makinya

Sebenarnya boleh saja membalas dalam bentuk “qishas” akan tetapi terkadang membalas bisa melampui dari balasannya. Jika kita membalas juga, maka apa bedanya kita dan dia yaitu sama-sama mencela dan sama-sama mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Dia lebih baik dalam hal ini

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

إذا نطق السفيه فلا تجبه .. فخير من إجابته السكوت

“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam dan tidak menanggapi”



4. Jika menjawab dan meladeni maka ia akan semakin senang, sebaliknya jika tidak kita pedulikan maka ia akan sakit hati sendiri

Karena jika kita menanggapi, caci-makinya menjadi berharga dan bernilai. Maka jangan ditanggapi, hapus saja komentar yang kasar tersebut.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﻓﻼ ﺗﺠﻌﻞ ﻟﻠﻜﻠﺐ ﻋﻨﺪﻙ ﻗﺪﺭا ﺃﻥ ﺗﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻠﻤﺎ ﻧﺒﺢ ﻋﻠﻴﻚ ﻭﺩﻋﻪ ﻳﻔﺮﺡ ﺑﻨباحه ﻭﺃﻓﺮﺡ ﺃﻧﺖ ﺑﻤﺎ ﻓﻀﻠﺖ ﺑﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭاﻟﻬﺪﻯ ﻭاﺟﻌﻞ اﻹﻋﺮاﺽ ﻋﻨﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ﺷﻜﺮ ﻧﻌﻤﺔ اﻟﻠﻪ اﻟﺘﻲ ﺳﺎﻗﻬﺎ ﺇﻟﻴﻚ ﻭﺃﻧﻌﻢ ﺑﻬﺎ ﻋﻠﻴﻚ

“Maka jangan sampai Anda menjadikan anjing itu bernilai untuk dijawab. Tiap kali dia menggonggong kepada anda, maka acuhkan dia niscaya Anda akan merasa gembira dengan gonggongannya. Bergembiralah atas keutamaan yang Anda miliki berupa ilmu, iman dan petunjuk. Dan jadikanlah berpaling darinya sebagai bagian dari rasa syukur atas nikmat Allâh yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepada Anda.”[3]



5. Tetap tenang karena pahala anda mengalir terus kepada anda karena caci-makinya

Yang lebih penting lagi adalah urusan di hari kiamat. Ia mencaci-maki kita atau bahkan menyebarkan fitnah, maka di hari kiamat nanti ia akan mencar-cari kita untuk meminta maaf dan membayar dengan pahalanya. Jika pahalanya sudah habis, maka dosa kita diberi kepadanya.

Sebagaimana dalah hadits berikut.

Dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوْاالْمُفْلِسُ فِيْنَا يَا رَسُو لَ اللَّهِ مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ قَالَ رَسُو لَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّيِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَتِهِ وًِصِيَامِهِ وِزَكَاتِهِ وَيَأتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَاَكَلاَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَيَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُحِذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. ‘Beliau menimpali, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.[4]



6. Penonton akan tahu siapa yang menang, siapa yang tenang dan siapa yang cerdas

Tidak perlu khawatir terlihat kalah atau terlihat tidak bisa melawan karena penonton yang cerdas tahu siapa yang menang sesungguhnya

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

أما ترى الأسْد تُخشى وهي صامته؟.. والكلب يـُخسَا لعمري وهو نباح

“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa, ia ditakuti lantaran ia pendiam

Sedangkan seekor anjing menjadi main-mainya karena ia suka menggonggong”[5]

Demikian semoga bermanfaat

🏛@laboratorium Klinik RSUP DR Sardjito, Yogyakarta tercinta

📄Penyusun: dr Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com



[1] Shawaiqul Mursalah 3/1158

[2] Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i

[3] Shawaiqul Mursalah 3/1158

[4] HR. Muslim

[5] Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i

Minggu, 09 Juni 2019

MEMBERONTAK DALAM RANGKA AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR??



📖 📖____✒


sebagian kaum muslimin memberontak penguasa dengan alasan melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar, 
yang berdalil dengan hadits 

“Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman” 
(HR Muslim).

akan tetapi dalil tersebut sifatnya umum, sementara larangan memberontak ( khuruj ) kepada penguasa yang dzolim dalilnya bersifat khusus.
 
jadi kaidah ushul fiqihnya, dalil khusus di dahulukan daripada dalil umum

menasehati penguasa tentunya berbeda dengan cara menasehati masyarakat pada umumnya, tidak boleh dengan tangan dan di aplikasikan lewat revolusi dan memberontak penguasa yang dzolim

ada dalil yang membenarkan pernyataan bahwa menasehati penguasa tidak sama dengan umunya masyarakat. hadis Abu Ruqoyyah Tamim Ad-Dāri radhiyallahu’anhu,

“Agama itu adalah nasihat. Agama itu adalah nasihat. Agama itu adalah nasihat.” Kata Tamim, “Kami bertanya, ‘Nasihat untuk siapa wahai Rasulullah’? Beliau ﷺ menjawab, ‘Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum’” 
(HR. Muslim).
 

Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin menerangkan, 

“Rasulullah ﷺ membedakan antara penguasa dengan umumnya kaum muslimin, beliau bersabda ,

”untuk para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum.” 

menunjukkan bahwa nasehat untuk para pemimpin tidak seperti nasehat kepada umumnya masyarakat. Karena ketika menasehati pemimpin, seorang harus memperhatikan kedudukannya, sehingga nasehat benar-benar sesuai dengan posisinya sebagai pemimpin. 

Ini termasuk memposisikan seorang sesuai dengan posisinya, ini termasuk sikap hikmah” 

(Fathu Dzi al Jalāl wal Ikrām bi Syarahi Bulūgh al Marõm, 15/411).

jika kita ingin menasehati, maka kita bisa sampaikan melalui orang" terdekatnya, salah jika di belakang membicarakan aibnya di khalayak umum 

sampaikan nasehat dengan cara yang santun untuk menjagwa wibawanya, jika wibawa pemimpin jatuh maka jatuh pula wibawa satu bangsa.. 

kita katakan bila kita mengingkari kemungkaran dengan tangan, tapi malah menimbulkan kerusakan besar maka hukumnya jadi terlarang. 
oleh karena itu Nabi shallallahu'alaihi wa sallam melarng kita mengingkari kedzoliman penguasa dengan tangan jika menimbulkan kerusakan besar. 


kita bisa saksian kekacauan yang terjadi di Suriah, ternyata berawal dari revolusi. Juga yang terjadi di Tunisia dan Libia, juga berawal dari revolusi.

Salah seorang sahabat telah memohon izin kepada Rasulullah ﷺ untuk memerangi para penguasa yang mengakhirkan sholat dari waktunya, mereka berkata, 

“Tidakkah mereka kita perangi saja wahai Rasulullah?” 

Nabi menjawab, 

“Tidak, selagi mereka masih melaksanakan shalat.”

Siapa yang merenungi petaka yang terjadi pada umat Islam, baik petaka besar maupun kecil, maka itu terjadi disebabkan mengabaikan prinsip ini, serta tidak bersabar terhadap kemungkaran penguasa. 

Sehingga ia menuntut untuk melengserkannya, yang menyebabkan terjadinya kemungkaran yang lebih besar. Nabi ﷺ telah menyaksikan di kota Makkah kemungkaran yang paling besar (kemusyrikan), namun beliau tidak mampu mengubahnya. 

Barulah ketika Allah membukakan kota Makkah dan menjadi negeri Islam, beliau bertekad merenovasi Ka’bah, untuk dikembalikan seperti pondasi Ibrahim. 

Namun beliau urung melakukannya -padahal beliau mampu- karena khawatir terjatuh pada mafsadah yang lebih besar…” 

(I’laam Al-Muwaqq’iin 4/338-339).

diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, dari Nabi ﷺ beliau bersabda :

مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ، إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa yang melihat pada pemimpinnya sesuatu yang ia benci, maka hendaklah ia bersabar atas hal tersebut. Karena barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ah (persatuan kaum muslimin) satu jengkal lalu ia meninggal dunia, ia meninggal dunia seperti mati jahiliyah” 
(HR Bukhari : 7054, Muslim : 1849).


wallahu a'lam 


Referensi :

1.     I’lām Al-Muwaqq’iin ‘an Rabbi Al-‘Ālamin. Ibnul Qoyyim. Dar Ibnul Jauzi: Damam, KSA. Cet. Pertama, th 1423 H. 

2.     Nailul Authõr. Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani. Darul hadist : Kairo, Mesir .

3.     Fathu Dzi al Jalāl wal Ikrām bi Syarahi Bulūgh al Marõm. Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin. Madār Al-Wathon Li An-Nasyr : Riyadh, KSA. Cet. Pertama, th 1435 H / 2014 M. 

4.     Muhadoroh Syaikh Abdulmalik Romadhoni -hafidzohullah- : https://youtu.be/NBPRvYBRhRk

Muslim.or.id

Sabtu, 08 Juni 2019

Baiknya keislaman seseorang ...



Faedah Hadits Nabi صلى الله عليه وسلم

✍Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ اَلْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ )  رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ u

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: ‘Di antara kebaikan (kelengkapan dan kesempurnaan) keislaman seseorang adalah (sikapnya) meninggalkan hal yang bukan menjadi kepentingannya (baik urusan dien maupun dunia).” (HR.at-Turmudzy)

Abu Daud berkata, “Pokok-pokok As-Sunnah di dalam setiap kebaikan ada empat hadits…” lalu beliau menyebutkan salah satunya hadits ini.

Ibn Rajab berkata, “Hadits ini merupakan pokok yang agung dari sekian pokok-pokok adab.”

📌Beberapa Pesan Hadits

1. Hadits ini menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang berguna bagi dirinya baik untuk diennya maupun urusan duniawinya. Sehingga dia bisa berguna bagi dirinya, keluarganya, masyarakat dan umatnya.

2. Islam sangat merespons akan wajibnya bagi seorang Muslim untuk meninggalkan hal-hal yang tidak berguna, menyibukkannya dari kepentingan dien ataupun akhiratnya atau hal-hal yang tidak satupun menjadi kepentingannya.

3. Bila masing-masing individu menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang menjadi kepentingannya, maka hal ini dapat menjadi faktor persatuan, permufakatan, persahabatan dan solidaritas di antara sesama individu masyarakat Islam secara keseluruhan.

4. Sibuk dengan hal-hal yang berguna merupakan faktor tumbuh-kembangnya suatu masyarakat, semakin kokohnya bangunannya serta kemajuannya di kalangan berbagai masyarakat (komunitas) sehingga keuntungan hal itu semua akan kembali kepada masing-masing individunya.

5. Seorang Muslim akan selalu bersungguh-sungguh sehingga baginya tiada tempat untuk berleha-leha, berbuat sia-sia, membuang-buang waktu atau sibuk dengan urusan-urusan orang lain seperti menggunjing (ghibah), mengadu domba, berdusta, melakukan pemalsuan dan semisalnya yang merupakan hal yang dapat merusak Maruah (harga dan kesucian diri) seorang Muslim dan diennya.

6. Sibuk dengan ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna merupakan faktor lemahnya dien, mendapatkan keburukan dan dosa, keretakan hubungan sosial, menumbuhkan kebencian dan dengki serta merupakan faktor penghalang masuk surga.

7. Semangat (dedikasi) seorang Muslim hendaklah menjulang tinggi, yaitu dengan cara menyibukkan diri dengan hal-hal yang bernilai tinggi/mulia dan utama serta dapat menghasilkan kemanfa’atan dan daya guna bagi dirinya dan orang lain.

📚Silsilah Manâhij Dawrât al-‘Ulûm asy-Syar’iyyah- Fi`ah an-Nâsyi`ah- karya Prof.Dr.Muhammab bin Fâlh ash-Shaghîr, et.ali., hal.80-81.

🍃Dinukil oleh Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Jumat, 07 Juni 2019

°°SATU MILYAR KEBAIKAN SETIAP HARI.. BAHKAN BISA LEBIH..!!°°



Saudaraku… Allah yang Maha Rahman menginginkan hamba-hambaNya bahagia baik di dunia maupun di akhirat…sehingga Dia banyak membuka pintu-pintu amal kebaikan yang dengannya mereka bisa menambah beratnya timbangan amal shalih nanti di akhirat…
.
Pintu-pintu kebaikan yang Allah buka selain banyak juga sangat mudah… bahkan terkadang amalan yang sangat ringan namun memiliki bobot pahala yang sangat luar biasa dan besar…
.
⚉  INILAH DIANTARA AMALAN MUDAH DAN HEBAT YANG DI KABARKAN…
.
مَنِ استغفَرَ للمؤمنينَ وللمؤمناتِ ، كتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ مؤمِنٍ ومؤمنةٍ حسنةً
.
“Barang siapa yang memohonkan ampun kepada Allah untuk kaum mu’minin dan mu’minah, NISCAYA ALLAH AKAN MENCATAT BAGINYA SATU PAHALA DARI SETIAP MU’MIN DAN MU’MINAH”
.
[ 📖HR. ath Thabrani dan Imam Bukhori - Adab Mufrod - shohih ]
.
⚉  TERNYATA ITU PERINTAH ALLAH DALAM AL-QURAN
.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
.
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”
.
[ 📖QS. Muhammad: 19 ]
.
SUBHAANALLAH… betapa besar pahala memintakan ampun untuk orang-orang yang beriman baik yang masih hidup atau yang sudah wafat.. jumlah mereka kaum mukminin sudah dan akan lebih dari 1 milyar sampai kiamat kelak..
.
Maka sisipkanlah diantara do’a kita :
.
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
.
.
“(Doa Nabi Ibrahim): Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan seluruh orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [ 📖QS. Ibrahim: 41 ]
.
⚉  DIANTARA ORANG-ORANG YANG PERLU KITA DO’AKAN SETIAP HARI
.
1⃣ Kedua Orang Tua kita
2⃣ Istri, suami dan anak-anak kita.
3⃣ kerabat dekat
4⃣ Guru-guru kita
5⃣ Ulil amr
6⃣ Orang-orang yang senantiasa memberikan kebaikan kepada kita
7⃣ Seluruh kaum Muslimin dan Muslimah.
.
Semoga manfa’at dan kita bisa mendulang miliyaran pahala dalam sekejap.
.
Ustadz Fachruddin Nu’man MA,  حفظه الله تعالى

Kamis, 06 Juni 2019

Bahagia dengan Membuat Orang Lain Bahagia





Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi



Saudaraku, di hari lebaran yang penuh keceriaan dan kegembiraan, cobalah tengok orang sekitar anda, adakah di antara mereka yang tidak bisa membeli baju baru karena tidak mempunyai uang, atau dirundung kesedihan? Lalu sapalah mereka dan gandenglah tangannya, bikinlah dia bisa tersenyum bahagia, masukkanlah panah kebahagian di hatinya, niscaya engkau menjadi manusia yang paling mulia dan paling bahagia.

Mari kita renungkan dan amalkan hadits agung berikut dan merealisasikannya dalam kehidupan kita, terutama di hari-hari ini karena menampakkan kegembiraan dan membuat orang lain bahagia di hari raya termasuk syiar agama.

ًDari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Ya Allah, curahkanlah kebahagian untuk kami di dunia dan kelak di surga.


📚 CHANNEL LENTERA DAKWAH
Channel Telegram: @yusufassidawi
📲 Join: http://bit.ly/LenteraDakwah

Rabu, 05 Juni 2019

◾ JANGAN DURHAKAI ORANGTUA ◾



Durhaka tidak hanya terbatas dalam bentuk perilaku fisik, tapi juga perkataan anak ketika membentak, bersuara keras dan menghardik, apalagi sampai menyebabkan kedua orang tua itu menjadi sedih dan menangis...

Durhaka bisa juga dalam cara memandang dengan bermuka masam, sinis serta cemberut dll, bahkan dengan senyuman yang mengandung ejekan, meremehkan dan merendahkan mereka...

Durhaka juga dalam memberatkan dengan banyak permintaan, lebih mementingkan pasangan hidup, meninggalkan orang tua ketika masa tuanya atau saat membutuhkan pertolongan dan kehadiran anaknya...

Akibat durhaka kepada orang tua :

(01). Mendapatkan dosa besar.
(02). Mendapatkan laknat Allah.
(03). Penghalang untuk masuk Surga.
(04). Tidak diterimanya amal shalih.
(05). Penyebab doa-doa tidak terkabul.
(06). Tidak adanya keberkahan hidup.
(07). Tidak mendapatkan ridho Allah.
(08). Tidak terhapusnya dosa-dosa.
(09). Adzabnya dipercepat di dunia.
(10). Sulit mendapatkan anak berbakti.
(11). Mendapatkan su'ul khatimah dll.

Wahai Saudaraku...

Sayangkah engkau kepada orang tuamu, dan cintakah engkau kepada mereka...?

Bukankah mereka membesarkanmu dengan penuh kasih sayang...?

Bukankah mereka selalu mengurus berbagai keperluanmu saat engkau memerlukannya, dan mencintaimu setulus hatinya...?

Belumkah tergerak untuk selalu berbakti dan berbuat baik kepada mereka...?

Belumkah tergerak untuk membahagiakan dan menyenangkan hati mereka...?

Belumkah tergerak hati, lisan dan langkahmu meminta maaf atas kedurhakaanmu...?

Belumkah tergerak air mata, hati dan lisanmu untuk senantiasa memanjatkan do'a-do'a dan istighfar untuk orang tuamu...?

Mana air mata anak yang shalih...!

Ternyata engkau belum juga sadar dari perbuatanmu yang semakin menjauhkanmu dari ampunan dan kasih sayang Allah...

Anak yang tidak tahu berterimakasih dan cara bersyukur kepada orang tuanya...

Anak yang tidak tahu cara membalas budi atas segala kebaikan orang tuanya...

Anak yang tidak tahu bagaimana mengingat jasa dan pengorbanan orang tuanya...

Jika demikian halnya, sungguh malang orang tua yang punya anak sepertimu...
Ingatlah, biar bagaimanapun orang tua adalah sebab engkau hadir di dunia ini...

Dengarkan jeritan hati Ibu dan ayahmu...

Wahai anakku, aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda, serta semua hasil jerih-payahku telah kau reguk dan rasakan...

Bila engkau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu. Aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan engkau yang menderita...

Air mataku berlinang-linang dan mengucur deras, hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang...

Tiada hal yang paling membahagiakan hatiku lebih dari melihat anakku bahagia…
Tiada hal yang paling melarakan hatiku, lebih dari melihat musibah menimpamu...

Akan tetapi setelah dewasa dan mencapai apa yang dicita-citakan, engkau balas aku dengan kekerasan, kekasaran serta kesombongan, seolah-olah engkaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan...?

Sadarlah nak...
Kita semua pasti kembali kepada Allah...
Jangan sampai anakmu durhaka padamu...
Lalu engkau mendapat kesengsaraan di dunia dan nanti setelah kematianmu...

Kami tidak ingin kau mendapatkan adzab...
Kami tidak ingin kau mendapatkan laknat...
Kami tidak ingin kau terhalang masuk ke dalam Surga...

Ya Allah...
Berilah hidayah-Mu kepada anak-anakku...
Buka hati mereka untuk taat kepada-Mu, dan selalu berbakti kepada orang tuanya...
Jangan biarkan tanpa rahmat-Mu...
Jangan biarkan tanpa bimbingan-Mu...
Hindarkan kami dari siksa Neraka-Mu, dan masukkan kami ke dalam Surga-Mu...

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
@najmiumar

Di broadcast ulang : BerbagiKebaikan

https://t.me/Berbagi_Kebaikan

Selasa, 04 Juni 2019

HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH KAFFAROH DAPAT MENGGANTIKAN SHOLAT-SHOLAT YANG DITINGGALKAN SAMPAI 1000 TAHUN YANG LALU





Oleh : Al-Ustâdz Muhammad Wasitho Abu Fawaz



(*) DERAJAT HADITS:

Bismillah. Derajat Hadits tersebut MAUDHU’ (PALSU) dan TIDAK ADA ASAL-USULNYA (tidak punya sumber yang jelas, valid, dan akurat), karena riwayat tersebut tidak ada di dalam kitab-kitab Hadits Shohih maupun kitab-kitab hadits Dho’if yang disusun oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

● Imam Ali al-Qari rahimahullah di dalam kitab Al-Maudlu’at Ash-Shughra dan Al-Kubra mengatakan tentang hadits sholat sunnah kaffarat: “ Ini adalah hadits batil secara pasti, sebab bertentangan dengan ijma’ (konsensus para ulama) bahwa satu ibadah tidak akan bisa mengganti ibadah-ibadah lain yang terlewatkan (ditinggalkan), apalagi sampai bertahun-tahun. Hadits tersebut diriwayatkan oleh pensyarah kitab Nihayah, mereka itu bukan ahli hadits, maka meraka juga tidak menyebutkan sanadnya yang lengkap.”

● Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang derajat hadits sholat Kaffarat yang dilakukan pada hari Jumat terakhir dari bulan Romadhon, maka beliau jawab: “ Hadits tersebut TIDAK ADA ASAL-USULNYA (yakni tidak mempunyai sumber yang jelas, akurat dan valid), bahkan hadits tersebut maudhu’ (Palsu) dan batil yang didustakan atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Oleh karenanya, kita harus wasapada dan memberikan peringatan dari penyebarluasan hadits palsu ini, karena sesungguhnya ini merupakan kedustaan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam yang telah diperingatkan oleh beliau dengan sabdanya:

” مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا ‏فَلْيَتَبَوَّأْ ‏مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ ”

Artinya: “Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya dari api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Artikel abufawaz.wordpress.com

[Dikutip Sebagian, Selengkapnya di: https://abufawaz.wordpress.com/2013/08/04/hadits-palsu-tentang-keutamaan-sholat-sunnah-kaffaroh-dapat-menggantikan-sholat-sholat-yang-ditinggalkan-sampai-1000-tahun-yang-lalu/ ]

Senin, 03 Juni 2019

°°INDAHNYA TAGHOFUL°°




Taghoful artinya melupakan kesalahan saudara kita dan tidak mengingat-ingatnya.
Ia adalah akhlak yang mulia..

🕌 Al Hasan Al Bashri berkata,

"Taghoful adalah akhlak orang-orang yang mulia."

🕌 Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ
ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ
ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang-orang mulia.
Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.
Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.
Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung-hitung kesalahan saudaranya, tetangganya, temannya dan keluarganya.

Oleh karena itu imam Ahmad berkata,

"Sembilan persepuluh akhlak yang baik ada pada taghaful."

(📖Tahdzibul Kamal 19/230)

Bila kita cinta mungkin amat mudah kita melupakan kesalahannya..
Tetapi ketika kita benci..
Kesalahan kecil padanya tampak jelas di mata kita..
Allahul Musta'an..

Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc

http://www.salamdakwah.com/artikel/5114-indahnya-taghoful

Minggu, 02 Juni 2019

Keliru Jika Suami Malas Kerja dan Cuma Pasrah (Tawakkal)





Allah memang yang memberi rizki sebagaimana firman-Nya,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”(QS. Hud: 6).

Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani mengatakan, “Namun hal ini bukan berarti seseorang boleh meninggalkan usaha dan bersandar pada apa yang diperoleh makhluk lainnya. Meninggalkan usaha sangat bertentangan dengan tawakkal itu sendiri.” (Fath Al-Bari, 11: 305)

Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata, ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Rizkiku pasti akan datang sendiri.” Imam Ahmad lantas mengatakan, ”Orang ini sungguh bodoh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda,

إِنَّ اللَّه جَعَلَ رِزْقِي تَحْت ظِلّ رُمْحِي

“Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.” (HR. Ahmad, dari Ibnu ‘Umar. Sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan Al ‘Iroqi dalam Takhrij Ahaditsil Ihya’, no. 1581. Dalam Shahih Al Jaami’ no. 2831, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Para sahabat pun berdagang. Mereka pun mengolah kurma. Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat).” (Fath Al-Bari, 11: 305)


[Hanya Mengutip Bagian: Keliru Jika Suami Malas Kerja dan Cuma Pasrah (Tawakkal), Dari Artikel Berjudul: Suami Malas Kerja, Penulis: Al-Ustâdz Abu Rumaysho - Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal, di: rumaysho.com ]

[Artikel Selengkapnya di: https://rumaysho.com/12205-suami-malas-kerja.html ]

Artikel rumaysho.com

Sabtu, 01 Juni 2019

Tanda Amalan Puasa Ramadhan Diterima ㅤ





Apa ada tanda amalan puasa Ramadhan diterima?

Coba kita gali dari perkataan Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berikut.

Ketika membicarakan faedah melakukan puasa Syawal, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,

أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).

Salah satu pelajaran yang bisa kita petik adalah dari perkataan,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Atau perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 583).

Berarti tanda amalan Ramadhan kita diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal. Tanda amalan kita di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak lagi ada kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban shalat lima waktu.

Dan ingat, para salaf selama 6 bulan mereka berdoa supaya bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan dan 6 bulan tersisa mereka berdoa supaya amalan mereka diterima.

Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan.



Referensi:

1. Lathaif Al-Ma’arif fii Maa Limawasim Al-‘Aam min Al-Wazhoif. Cetakan pertama tahun 1428 H. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali . Penerbit Al-Maktab Al-Islami.

2. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama tahun 1431 H. Imam Ibnu Katsir. Tahqiq: Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.



Selesai disusun menjelang Isya, 24 Ramadhan 1436 H di Darush Sholihin

Penulis:Al-Ustâdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal

Artikel rumaysho.com

○ [ https://rumaysho.com/category/hukum-islam ]
○ [ https://rumaysho.com/category/hukum-islam/puasa ]

[Sumber: https://rumaysho.com/11375-tanda-amalan-puasa-ramadhan-diterima.html ]