Selasa, 14 Mei 2019

tanda tanda kiamat : 50-51. Mengharapkan Kematian Karena Beratnya Cobaan. Banyaknya Jumlah Bangsa Romawi

50-51. Mengharapkan Kematian Karena Beratnya Cobaan. Banyaknya Jumlah Bangsa Romawi

TANDA-TANDA KECIL KIAMAT
Image result for tanda kiamat
Oleh 
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil
50. MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA BERATNYA COBAAN 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga seseorang melewati kubur seseorang, lalu dia berkata, 'Kamuikata aku ada di tempatnya.'” [1]
Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
والذي نفسي بيده لا تذهب الدنيا حتى يمر الرجل على القبر فيتمرغ عليه, ويقول يا ليتني كنت مكان صاحب هذا القبر وليس به الدين إلا البلاء.
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dunia ini tidak akan lenyap sampai melewati seseorang, lalu ia berhenti, dan berkata, 'Kamuikata aku berada di tempat penghuni kuburan ini,' (dia mengatakannya) bukan sebagai agama tetapi karena dahsyatnya cobaan. ”[2]
Menghindari kematian terjadi karena banyaknya fitnah, mengubah keadaan dan kompilasi ajaran syari'at banyak diselewengkan. Hal ini jika memang belum terjadi, maka pasti terjadi.
Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu berkata, "Akan datang kepada kalian dari zaman, mana mana jika salah satu dari kalian mendapati, seandainya kematian bisa dijual, niscaya dia akan membeli, tanyakan:"
وَهذَا الْعَيْشُ مَا لاَ خَيْرَ فِيْهِ أَلاَ مَوْتٌ يُبَاعُ فَأَشْتَرِيْهِ.
Tidak ada yang menguntungkan pada kehidupan ini, 
adakah hukuman yang dijual jadi aku dapat dibeli. [3]
Al-Hafizh al-'Iraqi rahimahullah [4] mengatakan, “Hal itu tidak mesti terjadi pada setiap negara, tidak juga pada segenap zaman, atau pada setiap manusia, bahkan bisa saja terjadi pada orang di setiap negara pada zaman tertentu. Menggantungkan harapan untuk mati dengan melewati kuburan mengandung isyarat akan memperbesar kerusakan manusia saat itu. Karena mengharapkan seseorang mengharapkan kematian kompilasi dia tidak memikirkan kematian tersebut. Jika dia menyaksikan orang mati dan melihat kuburan, maka otomatis tabiatnya akan lari dari harapan kematian. Akan tetapi, karena dianggap malapetaka (yang dirasakan saat itu), maka segala hal yang ia saksikan terdiri dari seramnya keadaan kuburan tidak menjadikan dirinya berpaling darinya. Hal ini sama sekali tidak menentang dengan larangan yang diharapkan. Karena,
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan akan terjadi kesengsaraan yang lalu dan kepedihan yang menimpa manusia, sehingga mereka mengharapkan kedatangan Dajjal. Dijelaskan dalam hadits dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَتَمَنَّوْنَ فِيْهِ الدَّجَّالَ ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! بِأَبِيْ وَأُمِّيْ مِمَّ ذَاكَ؟ قِالَ: مِمَّا يَلْقَوْنَ مِنَ الْعَنَاءِ وَالْعَنَاءِ.
'Akan datang kepada manusia satu kali di mana mereka mengharapkan (kedatangan) Dajjal. ”Aku bertanya,“ Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusan, (karena apa) hal itu terjadi? ”Membalas pertanyaan,“ Karena kepedihan dan kepedihan yang mereka rasakan . ”[6]
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] 
_______ 
Catatan Kaki 
[1] . Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan (XIII / 81-82, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa'ah (XVIII / 34, Syarh an-Nawawi). 
[2]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraatus Saa'ah (XVIII / 34, Syarh an-Nawawi). 
[3]. Faidhul Qadiir (VI / 418).
[4]. Beliau adalah Zainuddin 'Abdurrahman bin al-Hasan bin' Abdirrahman al-'Iraqi al-Kurdi asy-Syafi'i. Lahir pada tahun 725 H. Beliau termasuk al-Huffazh (penghafal hadits), beliau safar untuk mencari hadits ke Dimasyqa, Haleb, Hijaz, dan Iskandariah. Dia mengambil hadits dari ulama-ulama besar. Dia memiliki banyak karya tulis dalam bidang hadits, di klaim: al-Mughni 'an Hamlil Asfaari fil Asfaari fii Takhriiji maa fil Ihyaa' minal Akhbaari, Taq-riibul Asaaniid dan persyaratannya Tharhut Tatsriib. Beliau wafat pada tahun 806 H. 
Lihat biografi beliau dalam Syadzaraatudz Dzahab (VIII / 55-56) dan Muqaddimah kitab Tharhut Tatsriib (I / 2-9) karya Syaikh Mahmud Hasan Rabi '. 
[5]. Faidhul Qadiir (VI / 418), lihat Fat-hul Baari (XIII / 75-76).
[6]. SDM. Ath-Thabrani di dalam al-Ausath, dan al-Bazzar dengan yang semisalnya, perawi sepenuhnya adalah tsiqah, lihat Majma'uz Zawaadi (VII / 284-285).
51. BANYAKNYA JUMLAH BANGSA ROMAWI [1] DAN PEPERANGAN MEREKA DENGAN KAUM MUSLIMIN 
Al-Mustaurid al-Qurasy mengatakan di hadapan 'Amr bin al-'As Radhiyallahu anhuma, “Aku bisa melihat Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:
تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو: أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. Versi: أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
'Kiamat akan berdiri sementara bangsa Romawi adalah yang paling banyak dilawan.' ”Lalu 'Amr berkata (kepada al-Mustaurid),“ Jelaskan apa yang ikut ucapkan itu! ”Dia berkata,“ Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam ”[2]
Dijelaskan dalam hadits 'Auf bin Malik al-Asyja'i Radhiyallahu anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:
اعدد ستا بين يدي الساعة ... (فذكر منها) ثم هدنة تكون بينكم وبين بني الأصفر فيغدرون فيأتونكم تحت ثمانين غاية تحت كل غاية اثنا عشر ألفا.
'Ingatlah tanda-tanda harus datangnya Kiamat (lalu dia mengumumkan, diucapkan :) ... kemudian perdamaian di antara kalian dan Bani Ashfar [3], lalu mereka berkhianat. Mereka datangi kalian dengan membawa 80 panji perang, untuk setiap panji ada 12.000 (pasukan). ”[4]
Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah dari Nafi 'bin' Utbah, beliau berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu kami hafal darinya empat hal yang aku hitung dengan tanganku, dia bersabda:
تغزون جزيرة العرب فيفتحها الله, ثم فارس فيفتحها الله ثم تغزون الروم فيفتحها الله, ثم تغزون الدجال فيفتحه الله, قال: فقال نافع: يا جابر لا نرى الدجال يخرج حتى تفتح الروم.
"Kalian akan memulai Jazirah Arab yang lalu Allah menaklukkannya, kemudian Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian akan membalikkan Romawi yang lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian akan membahas Dajjal yang lalu Allah menaklukkannya." kita tidak akan melihat Dajjal keluar sampai bangsa Romawi ditaklukkan. ”[5]
Telah dibahas sendiri tentang peperangan yang akan terjadi antara kaum muslimin dengan bangsa Romawi. Dijelaskan dalam hadits Yusair bin Jabir, beliau berkata:
هَاجَتْ رِيحٌ حَمْرَاءُ بِالْكُوفَةِ ، فَجَاءَ رَجُلٌ لَيْسَ لَهُ هِجِّيَى إِلاَّ يَا يَا عَبْدْدَدَل جَاءَتِ السَّاعَةُ. Ulasan: فَقَعَدَ -وَكَانَ مُتَّكِئًا- فَقَالَ إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَقُومُ حَتَّى لاَ يُقْسَمَ مِيُ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ثم قال بيده هكذا, ونحاها نحو الشام, فقال: عدو يجمعون لأهل الإسلام ويجمع لهم أهل الإسلام قلت الروم تعني? قال: نعم وتكون عند ذاكم القتال ردة شديدة, فيشترط المسلمون شرطة للموت لا ترجع إلا غالبة, فيقتتلون حتى يحجز بينهم الليل, فيفيء هؤلاء و هؤلاء كل غير غالب. وتفنى الشرطة ثم يشترط المسلمون شرطة للموت, لا ترجع إلا غالبة فيقتتلون حتى يحجز بينهم الليل, فيفيء هؤلاء وهؤلاء كل غير غالب وتفنى الشرطة ثم يشترط المسلمون شرطة للموت, لا ترجع إلا غالبة فيقتتلون حتى يمسوا, فيفيء هؤلاء وهؤلاء كل غير غالب, وتفنى الشرطة, فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الرَّابِعِ نَهَدَ إِلَيْهِمْ بَقِيَّةُ أَهْلِ اْلإِسْلاَمِ ، فَيَجْعَلُ اللهُ ا دبرة عليهم, فيقتلون مقتلة, إما قال: لا يرى مثلها, وإما قال: لم ير مثلها حتى إن الطائر ليمر بجنباتهم, فما يخلفهم حتى يخر ميتا, فيتعاد بنو الأب كانوا مائة, فلا يجدونه بقي منهم إلا الرجل الواحد فبأي غنيمة يفرح أو أي ميراث يقاسم? فبينما هم كذلك, إذ سمعوا ببأس هو أكبر من ذلك, فجاءهم الصريخ, إن الدجال قد خلفهم في ذراريهم فيرفضون ما في أيديهم ويقبلون فيبعثون عشرة فوارس طليعة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إني لأعرف أسماءهم وأسماء آبائهم وألوان خيولهم هم خير فوارس على ظهر اْلأَرْضِ يَوْمَئِذٍ أَوْ مِنْ خَيْرِ فَوَارِسَ عَلَى ظَهْرِ اْلأَرْضِ يَوْمَئِذٍ.
“Angin merah berhembus di Kufah. Lalu datang seorang laki-laki, ti-dak ada yang ia ucapkan berulang-ulang kecuali, 'Wahai' Abdullah bin Mas'ud, Kiamat telah tiba. ' Dia (Yasir) berkata, "Lalu orang itu duduk -sebelumnya menyandar-, kemudian berkata, 'Sesungguhnya Kiamat tidak akan tiba tiba sehingga harta waris tidak dibagikan dan (seseorang) tidak senang dengan harta rampasan perang.' Kemudian dia memberikan isyarat dengan persetujuan seperti ini, dan mengarahkannya ke Arah Syam. Dia berkata, 'Ada musuh yang mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) orang Islam, dan orang Islam mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) mereka.' Aku bertanya, 'Apakah bangsa Romawi yang kau maksud?' Dia menjawab, 'Betul, dan pada peperangan ini akan terjadi perlawanan yang sangat sengit. Kaum muslimin mendapat satu kemenangan pertama yang berani mati ke depan yang tidak akan kembali dengan kemenangan. Kemudian mereka saling berperang hingga malam pemilihan mereka. Akhirnya masing-masing pasukan kembali tanpa mendapatkan kemenangan, tetapi pasukan yang berjuang mati memiliki binasa, kemudian kaum muslimin dipersiapkan kembali satu pasukan yang berjuang mati ke garis depan yang tidak akan kembali dengan kemenangan. Kemudian mereka saling berperang hingga malam meng-halangi mereka. Akhirnya masing-masing pasukan kembali tanpa mendapatkan kemenangan, tetapi pasukan perjuangan mati telah binasa. Kemudian kaum muslimin menerima satu pasukan yang berani mati di garis depan yang tidak akan kembali kecuali membawa kemenangan. Kemudian mereka saling berperang sampai tiba waktu sakit. Akhirnya masing-masing pasukan kembali tanpa mendapatkan kemenangan, tetapi pasukan perjuangan mati telah binasa. Selanjutnya pada hari ini, Pasukan Muslim yang masih maju melawan mereka, sehingga Allah yang membawa mereka (musuh) ada dalam kekalahan. Kemudian mereka melakukan peperangan yang tidak pernah disaksikan (peperangan) semisalnya, jadi burung yang ada di sekitar mereka tidak melewatinya menjadi tersungkur mati. Satu lagi yang sebelumnya hanya satu lagi, lalu dengan harta rampasan yang mana ia akan bersenang-senang dan dengan harta warisan yang mana ia akan dibagi? Ketika mereka tiba, tiba-tiba dia mendengar peperangan yang lebih dari itu, kemudian datang seseorang yang berteriak meminta pertolongan, 'Sesungguhnya Dajjal telah menyetujui mereka (musuh bermula, dia) telah bergabung dengan wanita-wanita juga anak-anak mereka,' lalu mereka pergi apa-apa yang ada di tangan mereka, maju (untuk menantang Dajjal), dan dikirim sebagai orang orang berkuda yang hebat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,' Sungguh aku tahu nama-nama mereka dan orang tua mereka, juga warna kuda-kuda mereka, mereka adalah pasukan berkuda yang paling beruntung di muka saat ini, atau mereka yang berkuda yang paling baik di muka bumi saat itu. ”[6]
Peperangan ini terjadi di Syam pada akhir zaman sebelum kedatangan Dajjal, diundang difahami dari berbagai hadits. Dan kemenangan kaum muslimin atas bangsa Romawi merupakan pintu pembuka atas penaklukan Konstantinopel (yang kedua). Dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لا تقوم الساعة حتى ينزل الروم بالأعماق أو بدابق, فيخرج إليهم جيش من المدينة, من خيار أهل الأرض يومئذ, فإذا تصافوا, قالت الروم: خلوا بيننا وبين الذين سبوا منا نقاتلهم. فيقول المسلمون: لا والله لا نخلي بينكم وبين إخواننا, فيقاتلونهم, فيهزم ثلث لا يتوب الله عليهم أبدا, ويقتل ثلثهم أفضل الشهداء عند الله, ويفتتح الثلث لا يفتنون أبدا, فيفتتحون قسطنطينية, فبينما هم يقتسمون الغنائم, قد علقوا سيوفهم بالزيتون, إذ صاح فيهم الشُيْطَانُ:
“Tidak akan tiba hari Kiamat sampai bangsa Romawi datang ke A'maq [7] dan Dabiq, [8] lalu pasukan dari Madinah datang menghadang mereka. Mereka termasuk penduduk bumi yang terbaik waktu itu. Ketika mereka berbaris, bangsa Romawi berkata, "Biarkanlah di antara kami dan orang yang tertawan dari di antara kami, kami dapat melawan mereka." Kemudian kaum muslimin berkata, "Demi Allah, kami tidak akan membicarakan hubungan dengan saudara-saudara kami (tawan dari Bangsa Romawi yang telah masuk Islam, ”lalu (kaum muslimin) menyetujui mereka. Sepertiga dari mereka kalah dan lari kocar-kacir, Allah tidak menerima taubat mereka selamanya, sepertiga dari mereka terbunuh, mereka lebih baik dapat membantu syuhada di sisi Allah, sepertiga-nya melakukan penaklukan, mereka tidak akan cocok untuk selamanya. Akhirnya mereka dapat menaklukkan Konstantinopel. Tiba-tiba saja syaitan berteriak, 'Sesungguhnnya al-Masih (ad-Dajjal) telah datangi keluarga kamu,' kemudian mereka akan keluar, akan tetapi ada halal itu tidak benar. Selanjut-nya mereka datang ke Syam, ternyata dia (Dajjal) keluar. Saat mereka menyiapkan diri untuk perang, mereka meluruskan barisan, tiba-tiba iqamat untuk shalat dikumandangkan, saat menerima 'Isa bin Maryam Alaihissallam turun. ”[9] akan tetapi hal itu tidak benar. Selanjut-nya mereka datang ke Syam, ternyata dia (Dajjal) keluar. Saat mereka menyiapkan diri untuk perang, mereka meluruskan barisan, tiba-tiba iqamat untuk shalat dikumandangkan, saat menerima 'Isa bin Maryam Alaihissallam turun. ”[9] akan tetapi hal itu tidak benar. Selanjut-nya mereka datang ke Syam, ternyata dia (Dajjal) keluar. Saat mereka menyiapkan diri untuk perang, mereka meluruskan barisan, tiba-tiba iqamat untuk shalat dikumandangkan, saat menerima 'Isa bin Maryam Alaihissallam turun. ”[9]
Diriwayatkan dari Abud Darda Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
َ َّ َّ َّ َ ٍ َ َ ٍ ُ ُ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ.
“Sesungguhnya benteng kaum muslimin di hari peperangan besar adalah di Ghuthah [10] sampai berada di sisi kota yang bernama Damaskus, ia adalah kota yang bisa diterima di Syam.” [11]
Ibnul Munir [12] mengatakan, “Apa yang terjadi dengan bangsa Romawi, maka hal itu belum terjadi sampai sekarang dan belum ada yang sampai pada kita yang sedang berperang di darat dengan jumlah sebanyak ini. Ini termasuk peristiwa yang belum terjadi, di mana ada kabar terjadi. Kisah kemenangan yang berakhir dengan kemenangan kaum muslimin pada saat yang bersamaan dengan jumlah yang meningkat dan yang terjadi dengan jumlah yang besar akan semakin bertambah dengan jumlah yang berlipat-lipat (dengan masuk Islamnya tawanan bangsawan). ”[13]
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] 
_______ 
Catatan Kaki 
[1] . Bangsa Romawi adalah keturunan al-'Ish bin Ishaq bin Ibrahim e. Lihat an-Nihaayah / al-Fitan wal Malaahim (hal. 58) tahqiq Dr. Thaha Zaini. 
[2]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa'ah (XVIII / 22, Syarh an-Nawawi). 
[3]. Bani Ashfar adalah bangsa Romawi, lihat Fat-hul Baari (VI / 678). 
[4]. SDM. Bukhari. Telah disetujui takhrijnya. 
[5]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa'ah (XVIII / 26, Syarh an-Nawawi).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa'ah (XVIII / 24-25, dalam Syarh an-Nawawi). 
[7]. أَعْمَاقُ: Yakut al-Hamawi berkata, "Yaitu desa dekat dengan kota Dabiq, antara kota Halb dan Anthaqiyyah, semuanya berada di Syam. Mu'jamul Buldaan (I / 222). " 
[8]. Catatan: Dengan huruf ba dikasrahkan, ada yang membolehkan difat-hahkan huruf akhirnya qaf, sebuah desa dekat dengan Hala, termasuk kawasan 'Azzar ganti 4 farsakh dari Halb. Mu'jamul Buldaan (II / 416). 
[9]. Muslim Shahiih, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa'ah (XVIII / 21-22, Syarh an-Nawawi).
[10]. الْغُوطَةُ dengan huruf ghin, kemudian wawu yang disukunkan dan tha, diambil dari kata (ا hurufلْغَائِطُ) yang maknanya adalah bagian dari tanah yang rendah. Ia adalah tempat di Syam yang dilindungi oleh dataran tinggi, di mana ada sungai-sungai juga pepohonan yang saling menyambung, dan di sanalah yang disediakan kota Damaskus. Lihat kitab Mu'jamul Buldaan (IV / 219). 
[11] Sunan Abi Dawud, kitab al-Malaahim, bab fii malaq minal Malaahim (XI / 109, 'Aunul Ma'buud). Hadits ini shahih, lihat Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir (II / 218) (no. 2112). 
[12] Dia adalah al-Hafizh Zainuddin 'Abdullathif bin Taqiyuddin Muhammad bin Munir al-Halabi, kemudian pindah ke Mesir (al-Mishry), wafat tahun 804 H. Lihat Syadzaraatudz Dzahab (VII / 44). 
[13] Baari Fat-hul (VI / 278).


Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/736-50-51-mengharapkan-kematian-karena-beratnya-cobaan-banyaknya-jumlah-bangsa-romawi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar