Sabtu, 09 Maret 2019

SD Di Zaman Belanda bag 2

Hollandsch-Inlandsche School

Hollandsch-Inlandsche School (HIS) (sekolah Belanda untuk bumiputera) adalah sekolah pada zaman penjajahan Belanda. Sekolah ini, kali pertama didirikan di Indonesia pada tahun 1914[1] seiring dengan diberlakukannya Politik Etis. Sekolah ini ada pada jenjang Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs) atau setingkat dengan pendidikan dasar sekarang. HIS termasuk Sekolah Rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda (Westersch Lager Onderwijs), dibedakan dengan Inlandsche School yang menggunakan bahasa daerah.
Sekolah ini diperuntukan bagi golongan penduduk keturunan Indonesia asli. Pada umumnya disediakan untuk anak-anak dari golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka, atau pegawai negeri. Lama sekolahnya adalah tujuh tahun.
COLLECTIE TROPENMUSEUM Groepsportret schoolkinderen van een Hollands-Inlandse School (HIS) samen met een aantal voor onderwijzer studerende leerlingen van de Hogere Kweekschool (HKS) in Bandoeng TMnr 60041650
Sekelompok siswa HIS sedang mengunjungi Cisarua di bawah pengawasan mahasiswa Hogere Kweekschool (sekolah pendidikan guru) Bandung pada tahun 1925-1926
COLLECTIE TROPENMUSEUM Groepsportret voor het gebouw van de openbare H.I.S. Soemenep Madura TMnr 60024369
Siswa HIS Sumenep pada tahun 1934

Peraturan Pendidikan 1848, 1892, dan Politik Etis 1901

Peraturan pendidikan dasar untuk masyarakat pada waktu Hindia Belanda pertama kali dikeluarkan pada tahun 1848, dan disempurnakan pada tahun 1892 di mana pendidikan dasar harus ada pada setiap Karesidenan, Kabupaten, Kawedanaan, atau pusat-pusat kerajinan, perdagangan, atau tempat yang dianggap perlu.[2] Peraturan yang terakhir (1898) diterapkan pada tahun 1901 setelah adanya Politik Etis atau Politik Balas Budi dari Kerajaian Belanda, yang diucapkan pada pidato penobatan Ratu Belanda Wilhelmina pada 17 September 1901, yang intinya ada 3 hal penting: irigrasitransmigrasipendidikan.[3]
Pada zaman Hindia Belanda, anak masuk HIS pada usia 6 th dan tidak ada Kelompok Bermain (speel groep) atau Taman Kanak-Kanak (Voorbels), sehingga langsung masuk dan selama 7 tahun belajar. Setelah itu dapat melanjutkan ke MULO, HBS, atau Kweekschool. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa biasanya memilih jalur HCS (Hollands Chinesche School) karena selain bahasa pengantar Belanda, juga diberikan bahasa Tionghoa. Di luar jalur resmi Pemerintah Hindia Belanda, maka masih ada pihak swasta seperti Taman Siswa, Perguruan Rakyat, Kristen dan Katholik. Pada jalur pendidikan Islam ada pendidikan yang diselenggrakan oleh Muhammadiyah, Pondok Pesantren, dlsb.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Mission Schools in Batakland (Indonesia) 1861-1940, Jan S. Aritonang, Penerbit E.J.Brill, 1994
  2. ^ http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html
  3. ^ http://id.buck1.com/lingkungan-hidup/ramalan-raffles-dan-du-bus-472
Aminah Sjoekoer
Aminah Sjoekoer (lahir di Palembang, 20 Februari 1901 – meninggal di Jakarta, 3 Maret 1968 pada umur 67 tahun) adalah tokoh wanita keturunan indo-Belanda, yang memperjuangkan pentingnya setaraan pendidikan untuk kaum wanita di zaman penjajahan kolonial Belanda, yang bernama asli Atje Voorstad, pendiri Neisjes School, sekolah untuk kaum wanita di Samarinda Kalimantan Timur sekitar tahun 1928.
Tak dibesarkan di Samarinda, Atje datang ke Samarinda bersama Raden Rawan, suami pertamanya. Raden Rawan merupakan seorang laki-laki yang mempunyai darah Banjar dari pihak ibunya dan besar di Jakarta. Dari pernikahannya bersama dengan Raden Rawan ini, Atje dikaruniai seorang anak perempuan. Pada saat pindah ke Samarinda, Atje menjadi seorang mualaf dan mengganti namanya menjadi Aminah. Namun, pernikahannya bersama dengan Raden Rawan tak berlangsung langgeng dan memutuskan untuk berpisah.
Atje kemudian menikah dengan seorang pria bernama M. Yacob. Yacob merupakan seorang pegawai kantor. Bersama dengan suaminya ini, Aminah mendirikan Meisje School yang kemudian menjadi Sekolah Kepandaian Putri (SKP) yang berada di Yacob Steg (sekarang bernama Jalan Mutiara). Sekolah yang dirintisnya ini menjadi counter kepada intervensi Kolonial Belanda (1928) yang mengambil alih Hollandsch Inlandsche School (Sekolah Ningrat Pribumi). Dari pernikahannya ini, Aminah melahirkan dua orang anak. Namun, lagi-lagi Aminah berpisah dengan suaminya.
Mengarungi bahtera keluarga untuk ketiga kalinya, Aminah dinikahi oleh seorang pria bernama Sjoekoer dan mendapatkan penambahan nama suaminya di belakang namanya. Bersama dengan Sjoekoer ini, Aminah semakin giat mengajar. Aminah Sjoekoer meninggal di Jakarta pada tanggal 3 Maret 1968 dan dikebumikan di sana. Namun, pada saat Kadrie Oening menjabat sebagai Wali kota Samarinda, jasad Aminah Sjoekoer dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan yang berada di Jalan Pahlawan Samarinda.
Europeesche Lagere School
ELS (singkatan dari bahasa Belanda: Europeesche Lagere School) adalah Sekolah Dasar pada zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia. ELS menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajarnya.
ELS atau Sekolah Rendah Eropa tersebut diperuntukkan bagi keturunan peranakan Eropa, keturunan timur asing atau pribumi dari tokoh terkemuka. ELS yang pertama didirikan pada tahun 1817 dengan masa sekolah 7 tahun.
Awalnya hanya terbuka bagi warga Belanda di Hindia Belanda, sejak tahun 1903 kesempatan belajar juga diberikan kepada orang-orang pribumi yang mampu (dari golongan tertentu) dan warga Tionghoa. Setelah beberapa tahun, pemerintah Belanda beranggapan bahwa hal ini ternyata berdampak negatif pada tingkat pendidikan di sekolah-sekolah HIS dan HCS, sehingga ELS kembali dikhususkan bagi warga Belanda dan Eropa saja.
Sekolah khusus bagi warga pribumi kemudian dibuka pada tahun 1907 (yang pada tahun 1914 berganti nama menjadi (Hollandsch-Inlandsche School (HIS)) dengan lama belajar 7 tahun, diperuntukan bagi keturunan Indonesia asli yang umumnya anak bangsawan, tokoh terkemuka, atau pegawai negeri.
Sementara sekolah bagi warga Tionghoa, Hollandsch-Chineesche School (HCS) dibuka pada tahun 1908 dengan lama belajar 7 tahun. HCS dan HIS tersebut digolongkan dalam Eerste Klasse School atau Sekolah kelas Satu yang diperuntukan bagi penduduk non Eropa.
Kesetaraan jenjang pendidikan sekolah rendah (sekarang Sekolah Dasar): ELS - HIS - HCS
Gatot Soebroto
Jenderal TNI (Purn.) Gatot Soebroto (lahir di Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah, 10 Oktober 1907 – meninggal di Jakarta, 11 Juni 1962 pada umur 54 tahun) adalah tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan juga pahlawan nasional Indonesia. Ia dimakamkan di Ungaran, kabupaten Semarang.
HIS Partikelir (PHIS) Sumekar Pangabru
PHIS (Partikelir Hollandsch-Inlandsche School ) Sumekar Pangabru adalah sekolah swasta pertama di Sumenep yang berdiri tanggal 31 Agustus 1931. PHIS Sumekar Pangabru didirikan oleh Muhammad Saleh Werdisastro putra dari R. Musaid Werdisastro penulis "babad Songenep". PHIS berlokasi di daerah Karembangan atau sekarang lokasinya sekitar Jalan Urip Sumoharjo.
Hollandsche Chineesche School
HCS (singkatan dari bahasa Belanda: Hollandsch-Chineesche School) adalah sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia khususnya untuk anak-anak keturunan Tionghoa di Hindia Belanda saat itu. Sekolah-sekolah ini pertama kali didirikan di Jakarta pada 1908, terutama untuk menandingi sekolah-sekolah berbahasa Mandarin yang didirikan oleh Tiong Hoa Hwee Koan sejak 1901 dan yang menarik banyak peminat.
Sebagai perbandingan, pada tahun 1915, sekolah-sekolah berbahasa Mandarin mempunyai 16.499 siswa, sementara sekolah-sekolah berbahasa Belanda hanya mempunyai 8.060 orang siswa.
HCS menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya.
IAIN Curup
IAIN Curup adalah perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia yang berada di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Ilmu keguruan adalah program prioritas di STAIN Curup, dan setiap lulusannya diklasifikasi sebagai guru berdasarkan klasifikasi program studi yang ditekuni dalam perkuliahan.
Kaharudin Datuk Rangkayo Basa
Kombes. Pol. (Purn.) Kaharudin Datuk Rangkayo Basa (lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, 17 Januari 1906 – meninggal di Padang, Sumatera Barat, 1 April 1981 pada umur 75 tahun) merupakan seorang anggota polisi Republik Indonesia dengan jabatan terakhir Kepala Kepolisian Sumatera Tengah dan kemudian menjadi Gubernur Sumatera Barat yang pertama (1958-1965), setelah provinsi Sumatera Tengah kemudian dimekarkan berdasarkan Undang-undang Darurat Republik Indonesia nomor 19 tahun 1957.
Kweekschool
Kweekschool adalah salah satu jenjang pendidikan resmi untuk menjadi guru pada zaman Hindia Belanda dengan pengantar Bahasa Belanda.
Di Belanda sendiri, lembaga tersebut kini dijuluki Pedagogische academie voor het basisonderwijs ("akademi pedagogis untuk pendidikan dasar").
Oto Iskandar di Nata
Raden Otto Iskandardinata (Sunda: ᮛ᮪ᮓ᮪. ᮇᮒ᮪ᮒᮧ ᮄᮞ᮪ᮊᮔ᮪ᮓᮁᮓᮤᮔᮒ, Latin: Rd. Otto Iskandardinata; lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – meninggal di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia mendapat nama julukan si Jalak Harupat.
Praptoyuwono
Kolonel (CHB) Praptoyuwono (Purwokerto, 26 Oktober 1926–1980) adalah seorang tokoh militer dan pencipta lagu kemiliteran asal Indonesia. Lahir sebagai putra bungsu R. Soedarmo dan RR. Siti Hupinah, Praptoyuwono adalah lulusan HIS-Hollandsch-Inlandsche School. Karier kemiliteran berawal dari kiprahnya di Tentara Pelajar (Mastepe - TP Be17 - Brigade XVII -kompie Encung -) saat perang gerilya di Banyumas. Selanjutnya ia berkarier di TNI-AD pada Jawatan Perhubungan Angkatan Darat.
Ia adalah pencipta lagu Mars Perhubungan Angkatan Darat yang dikumandangkan pada setiap Hari Ulang Tahun Perhubungan Angkatan Darat sesuai aransemen/gubahan dari R.A.Y. Soejasmin.
Praptoyuwono menikah dengan Hartini putri dari Rd. Hagnyosandjojo dan RR. Wuriyah asal Wonosobo, dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu Nani Retno Indrati, Andi Dwijuwono Tjahya Utama, Binawan Yudistira, Wisnu Pramarta dan Novi Andayani Permanasari, ke 5 anak tsb. saat ini bertempat tinggal di Jakarta
Rachmatullah Ading Affandie
Haji Rachmatullah Ading Affandie, lahir di Ciamis, 12 Oktober 1929 – meninggal di Bandung, 6 Februari 2008 pada umur 78 tahun adalah pengarang cerita pendek, wartawan, penulis lakon dan sutradara pementasan, pembina olahraga sepak bola, dan pemimipin grup kesenian.
Rajawali Pusadan
H. Rajawali Muhammad Pusadan (lahir di Buol, Sulawesi Tengah, 5 Februari 1909 – meninggal di Palu, Sulawesi Tengah, 20 Februari 1986 pada umur 77 tahun), adalah seorang politikus yang pernah menjadi Kepala Daerah Otonom Sulawesi Tengah, dan menjabat sejak 1949 hingga 1952. Dia juga pernah menjadi Bupati Buol Tolitoli yang menjabat pada tahun 1960 hingga 1965.
Dia adalah salah satu tokoh berpengaruh dalam sejarah Sulawesi Tengah, dengan menjadi pemrakarsa dan Ketua Dewan Raja-raja untuk pendirian provinsi Sulawesi Tengah yang terpisah dari Sulawesi Utara.
S. Kabo
Sudara Kabo (lahir di Watutau, Poso, Sulawesi Tengah, 7 Oktober 1910 – meninggal di Wanga, Poso, Sulawesi Tengah, 26 Juni 1982 pada umur 71 tahun), adalah seorang politikus yang pernah menjabat sebagai Bupati Poso ke-4, dan menjabat dari tahun 1957 hingga 1959. Ia adalah Bupati Poso ke-2 yang tidak berasal dari kalangan militer, setelah Djafar Lapasere.Kabo lulus dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Poso dan OSVIA di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada bulan September 1945, ia ditunjuk sebagai Kepala Pemerintahan Kabupaten Poso. Kabo meninggal dunia pada tanggal 26 Juni 1982 di Wanga, Lore Utara.
S. Sudjojono
Sindoedarsono Soedjojono (Kisaran, Sumatera Utara Mei 1913 – 25 Maret, Jakarta, 1985) merupakan pelukis legendaris di Indonesia. Dengan diawali oleh Trisno Soemardjo, Sudjojono dijuluki sebagai Bapak Seni Rupa Modern Indonesia. Julukan ini diberikan kepadanya karena Sudjojono adalah senimaan pertama Indonesia yang memperkenalkan modernitas seni rupa Indonesia dengan konteks kondisi faktual bangsa Indonesia. Ia memperkenalkan jiwa ketok atau "jiwa tampak" sebagai identitas seni Indonesia. Ia biasa menulis namanya dengan “S. Sudjojono”.
SMP Negeri 1 Blitar
SMP Negeri 1 Blitar adalah sebuah sekolah menengah pertama di Kota Blitar, Jawa Timur. Sekolah ini terletak di Jalan A. Yani 8, menempati gedung bekas Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
SMP Negeri 1 Wonogiri
SMP Negeri 1 Wonogiri, merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang ada di Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMP Negeri 1 Wonogiri ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX
Saridjah Niung
Saridjah Niung (lahir di Sukabumi, 26 Maret 1908 – meninggal di Jakarta, 12 Desember 1993 pada umur 85 tahun) adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu-lagu yang diciptakan Ibu Soed sangat terkenal di kalangan pendidikan Taman Kanak-kanak Indonesia.
Slamet Iman Santoso
Prof. Dr. R. Slamet Iman Santoso (lahir di Wonosobo, 7 September 1907 – meninggal di Jakarta, 9 November 2004 pada umur 97 tahun) adalah seorang pakar psikologi Indonesia. Ia memelopori berdirinya Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan menjabat sebagai dekan pertama fakultas tersebut.
Ia menempuh pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) dan Hollandsch Inlandsche School antara tahun 1912 dan 1920; Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Magelang pada tahun 1920 hingga 1923; MAS-B di Yogyakarta pada 1923 hingga 1926; Indische Arts STOVIA pada tahun 1926 hingga 1932; dan Geneeskunde School of Arts Batavia Sentrum pada 1932 hingga 1934.Slamet Iman Santoso menduduki posisi Pembantu Rektor I ketika Sjarif Thajeb (1962–1964) dan Sumantri Brodjonegoro (1964–1973) menjabat sebagai Rektor UI. Menyusul kematian Sumantri Brodjonegoro pada tahun 1973 ketika tengah menjabat sebagai rektor, Slamet Iman Santoso ditunjuk menjadi Pejabat Rektor UI. Ia mengakhiri jabatannya pada tahun 1974, ketika jabatan itu beralih ke Mahar Mardjono.
Atas jasa-jasanya di bidang psikologi, Slamet Iman Santoso dikenal sebagai Bapak Psikologi Indonesia.
Teuku Muhammad Hasan
Teuku Muhammad Hasan (lahir di Pidie, Aceh, 4 April 1906 – meninggal di Jakarta, 21 September 1997 pada umur 91 tahun) adalah Gubernur Wilayah Sumatera pertama setelah Indonesia merdeka
, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 hingga tahun 1949 dalam Kabinet Darurat. Selain itu ia adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia.
This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar