
Kafir atau Non Muslim?
Bismillah adalah shalatu adalah salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du,
Sebagian jamaah meminta kepada saya untuk membahas artikel tentang isu yang dilontarkan tokoh JIL untuk menghilangkan identitas kafir kepada warna negara Indonesia yang beragama selain islam. Mengambil tulisan yang menyinggung isu ini sudah cukup banyak, jadi saya urungkan untuk menulisnya. Karena itu, saya hanya memberikan beberapa catatan saja, semoga yang sedikit bermanfaat.
Pertama, itulah yang melontarkan ide ini adalah orang liberal
Di awal surat al-Baqarah, Allah mengutip 3 jenis manusia,
[1] Mukmin: Allah memanggil dalam 4 ayat (mulai ayat 2 hingga ayat 5)
[2] Kafir: Allah menyebut dalam 2 ayat (ayat 6 dan ayat 7)
[3] Munafiq: Allah singgung dalam 13 ayat
Semua jenis ini ada di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka juga ada di zaman kita, di negara kita. Jika kita melihat sifat-sifat Munafiq dalam al-Quran, manusia yang paling tepat untuk mewakili karakter mereka di Indonesia adalah JIL.
Sejak masa lalu, orang kafir dan orang munafik selalu bekerja sama. Orang kafir melakukan konspirasi untuk merusak islam dari luar, sementara orang munafik pindah melakukan pendangkalan ideologi kaum muslimin. Mereka saling membisikkan kalimat indah, untuk membantah orang yang beriman,
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ُ
Demikianlah Kami jadikan bagi masing-masing nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan ke sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk dikerjakan manusia . (QS. Al-An'am: 112)
Siapapun bisa melihat sangat jelas, tujuan mereka adalah untuk mendiamkan setiap kemungkaran. Karena setiap orang yang melakukan kemungkaran tidak perlu takut, karena masalah munkar ini keadaannya aman.
JIL selalu memposisikan diri tampil beda dengan umum agama islam. Semakin menyimpang dari ajaran islam, semakin dibela oleh JIL dengan segala interpretasinya.
Ingatan kita belum lapuk dengan peristiwa pelecehan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dari mulai gambar karikatur, hingga film innocent. Di semua Muslim marah dengan semua tindakan penistaan nabi itu, JIL tampil memukau dengan mengaburkan kaum muslimin bahwa sejatinya semua itu tidak termasuk bentuk penistaan untuk Nabi ﷺ.
Disaat semua kaum muslimin menolak konser lady gaga di indonesia, JIL tampil terdepan mendukung terselenggaranya konser dewi wts itu.
Di semua Muslim menolak pagelaran miss universe di Indonesia, JIL menjadi garda depan yang mendukung acara pameran aurat ini.
Prinsip mereka sama dengan karakter orang munafiq. Semua kebenaran yang disetujui islam, mari kita tolak, atau minimal dikritik. Sebaliknya, setiap kesesatan yang dilawan islam, mari kita bela diri, atau minimal ganti peran muslimin dalam menolaknya. Namun jangan terang-terangan memusuhi Nabi dan kaum muslimin.
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنُ ْ ِ َ َ َ َ َ َ
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Sebagian dengan yang lain adalah sama, mereka saling menyuruh membuat munkar dan saling meminjamkan yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan pelakunya (sangat pelit). " (QS. At-Taubah: 67).
Prinsip ini 100% sama dengan prinsip JIL yang berkembang di negara kita. Apapun yang sesuai dengan ajaran islam, mari kita buat samar-samar. Dan apapun yang menyimpang dari ajaran islam, mari kita bela diri dan kita dukung. Tapi KTP harus tetap islam. Merekalah orang munafik…
JIL Teman Kafir
Allah menyebut munafiq teman kafir, karena misi mereka sama, memusuhi islam dan kaum muslimin. Di zaman Nabi ﷺ, kompilasi terjadi antara kaum muslimin dan yahudi Bani Nadzir, kaum munafiq menampakkan pembelaan mereka kepada orang yahudi,
ألم تر إلى الذين نافقوا يقولون لإخوانهم الذين كفروا من أهل الكتاب لئن أخرجتم لنخرجن معكم ولا نطيع فيكم أحدا أبدا وإن قوتلتم لننصرنكم والله يشهد إنهم لكاذبون
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara para ahli kitab:" Sesungguhnya jika kamu membawa niscaya kamipun akan bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh untuk pergi untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu. "Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta." (QS. al-Hasyr: 11)
Di Indonesia, coba ini sama terus seperti yang dilakukan JIL terhadap WNI yang kafir. Dengan meng-anulir identitas kafir bagi mereka yang beragama selain Islam. Untuk menghilangkan ideologi kaum muslimin dengan ideologi kafir.
Padahal al-Quran mengharuskan, muslim itu khoirul bariyyah, dan ahli kitab yang kafir itu syarrul bariyyah.
Sementara al-Quran menjawab, tidak sama antara penghuni surga dengan penghuni neraka.
لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ
Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah diterima orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 20)
Jadi, pikirkan di poin pertama ini kami tegaskan yang ingin tahu identitas ini adalah tokoh liberal, agar kita tidak perlu heran, alias lumrah jika pelakunya adalah mereka.
Kedua
Kami sendiri masih meraba, apa yang seharusnya dikehendaki orang liberal dengan menghilangkan identitas kafir bagi non muslim?
Jika maksudnya adalah hindari mengundang muslim dengan panggilan 'hai orang kafir' di depan mereka, mungkin maksud ini masih bisa kita hargai. Namun ini masuk dalam ranah etika komunikasi, bukan masalah diksi.
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, hal ini telah dibahas.
هل يجوز الإشارة إلى الكافر باليد والقول له أنت كافر علما بأنه كافر فهل يجوز ذلك
“Bolehkah menuding orang kafir dan mengatakan diucapkan,“ Kamu kafir ”, padahal kita yakin dia kafir. Apakah ini dibolehkan? "
Jawaban Lembaga Fatawa Syabakah Islamiyah,
فلا شك أن من لم يكفر الكافر أو يشك في كفره أنه كافر, وهذا أصل أصيل في الإسلام, إلا أن هذا لا يعني ما ذكره السائل من إسماع الكافر كونه كافرا, بل الغالب أن ذلك يتنافى مع الحكمة, إذ كيف يقال هذا الكلام لمن يرجى تأليفه على الإسلام ، لا سيما وأن الكافر قد يعتقد أنه على حق ، فإسماعه هذه الكلمة مقتض لتنفيره عن سماعن ويستثنى من هذا حالة وهي فيما إذا اقتضت المصلحة الشرعية ذلك ، ويغلب أن يكون هذا في حق المعاند
Kita sangat yakin bahwa orang yang tidak mengkafirkan orang kafir atau ragu dengan kekufurannya maka dia juga kafir. Dan ini kaidah penting dalam islam. Hanya saja, kaidah ini tidak menunjukkan seperti apa yang membalas penanya, mengatakan di depan orang kafir bahwa dia kafir. Meskipun umum, ini menentang dengan hikmah. Bagaimana mungkin kalimat ini diucapkan di depan orang yang diharapkan agar dia simpati untuk islam? Terlebih sering orang kafir percaya bahwa dia benar. Harus mengatakan kalimat ini di depan mereka akan membuat mereka lari dari melihat kebenaran dan menerimanya. Di samping ada kompilasi maslahat syar'iyah. Dan yang disetujui untuk orang yang disetujui. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 39380).
Ketiga, bergabung dengan komunitas muslim ahlus sunah
Berkembangnya polemik agama di Indonesia, menuntut kaum muslimin untuk lebih banyak waspada. Apalagi kompilasi polemik itu disusupkan dengan mudah ke ormas islam.
Yang bisa kami bahas, pelajari agama islam dengan benar. Tentang masalah tauhid dan aqidah.
Karena penyimpangan ideologi, bisa diatasi dengan ilmu dan yakin.
Ibnul Qayim mengatakan,
فبكمال العقل والصبر ، تُدفع فتنة الشهوة ، وبكمال البصيرة واليقين ، تُدفع فتنة الشبهة
Dengan kesempurnaan akal dan sabar, fitnah syahwat bisa diperbaiki. Dengan kesempurnaan ilmu dan keyakinan, fitnah syubhat bisa diatasi.
Yang meminta fitnah syubhat adalah penyangkalan pemikiran yang merusak aqidah dan keyakinan seorang muslim.
Untuk bisa mewujudkannya, Anda bisa bergabung dengan komunitas muslim ahlus sunah. Karena dengan komunitas, kita bisa saling melakukan penguatan.
Dalam sebuah hadis dinyatakan,
عَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ ، فَإنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الغَنَمِ القَاصِيَة
Kalian harus bergabung dengan jamaah, karena serigala hanya akan memangsa kambing yang ditangkap. (HR. Hakim dalam al-Mustadrak 765 dan dihasankan an-Nawawi).
Demikian.
Semoga bermanfaat ...
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Read more https://konsultasisyariah.com/34422-kafir-atau-non-muslim.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar