Oleh
Syaikh Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Syaikh Al-Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i
Syaikh Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Syaikh Al-Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i
Sesungguhnya Segala puji Bagi Allah, kitd memujiNya, memohon pertolongan Dan berlindung kepadaNya Dari keburukan Diri kitd Dan kejelekan Amalan kitd, siapa Yang diberi Petunjuk Oleh Allah niscaya dia akan tertunjuki, sedang siapa Yang disesatkan Allah tiada Yang Mampu Memberi Petunjuk kepadanya.
Saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi tentang Muhammad adalah hamba dan hubunganNya. Amma ba'du
Sesungguhnya Allah telah menerima perjanjian dari para ulama, mereka menjelaskan kepada manusia tentang apa-apa yang disampaikan kepada mereka (syari'at ini), Allah berfirman.
Dan ketika Allah mengambil perjanjian dari mereka yang telah memberikan buku itu, untuk mengumumkannya kepada manusia, mereka tidak menyembunyikannya
Dan (ingatlah), kompilasi Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu bawanya. [Ali-Imron / 3: 187]
Allah melaknat orang yang mengatur ilmunya.
Orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami ungkapkan dari bukti dan petunjuk setelah apa yang telah mereka perlihatkan kepada orang-orang di dalam Kitab. Mereka dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh orang-orang kafir. "(159)" Tetapi mereka yang bertobat dan memperbaiki diri,
Sesungguhnya orang-orang yang membantah apa yang telah Kami turunkan terdiri dari keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati, Kecuali mereka yang telah menyelesaikan dan menyelesaikan perbaikan, lalu menentang mereka. Aku menerima Taubatnya dan Akulah Yang Maha. Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. [Al-Baqarah / 2: 159-160]
Dan Allah menyelamatkan mereka dengan terburu-buru.
Mereka yang menyembunyikan apa yang telah Allah wahyukan dari Kitab Suci dan membeli dengan sedikit harga, mereka yang makan di perut mereka kecuali api, dan Tuhan tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kebangkitan, juga tidak akan memberi upah kepada mereka, dan mereka akan mendapat hukuman yang menyakitkan.
Sesungguhnya orang-orang yang memindahkan apa yang telah diperoleh Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu tidak mengandung (tidak memuat) ke dalam perutnya api, dan Allah tidak akan membuka kembali kepada mereka pada hari ini kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang sangat pedih. [Al-Baqarah / 2: 174]
Sebagai pengamalan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Agama itu adalah nasehat, kami bertanya: Bagi siapa wahai Rasulullah? Jawab beliau: Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat umum. [Hadit Riwayat Muslim]
Dan mencermati beragam musibah yang menimpa umat Islam dan membantah yang disusupkan oleh komplotan musuh yang menantang impor yang merusak aqidah dan syariat umat, maka wajib bagi setiap orang yang diberkahi ilmu agama oleh Allah agar dapat menjelaskan hukum Allah dalam berbagai masalah yang dilihat.
DEMOKRASI
Menurut pencetus dan pengusungnya, demokrasi adalah pemerintahan rakyat, -pent). Rakyat memegang kekuasaan menyetujui. Pemikiran ini bertentangan dengan syari'at Islam dan aqidah Islam. Allah berfirman.
Menurut pencetus dan pengusungnya, demokrasi adalah pemerintahan rakyat, -pent). Rakyat memegang kekuasaan menyetujui. Pemikiran ini bertentangan dengan syari'at Islam dan aqidah Islam. Allah berfirman.
Penghakiman hanya untuk Tuhan
Menetapkan hukum itu adalah hak Allah. [Al-An'am / 6: 57]
Dan barangsiapa yang tidak menghakimi berdasarkan apa yang Allah ungkapkan, ini adalah orang-orang kafir
Barangsiapa yang tidak ditentukan sesuai dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir. [Al-Maidah / 5: 44]
Atau apakah mereka pasangan yang telah memulai agama mereka dari mereka kecuali Allah telah memberi mereka izin?
Apakah mereka memiliki sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan bagi mereka agama yang tidak dizinkan Allah? [As-Syura / 42: 21]
Dan Tuhanmu tidak akan percaya sampai Dia memerintah di antara kamu di antara mereka
Maka demi Rabbmu, mereka (atas hakekatnya) tidak beriman demi mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan [An-Nisa / 4: 65]
Dan tidak melibatkan siapa pun dalam penilaiannya
[Al-Kahfi / 18: 26]
Sebab demokrasi merupakan undang-undang thagut, padahal kita diperintahkan agar mengingkarinya, firmanNya.
Dia yang tidak percaya pada tiran dan percaya pada Tuhan, telah berpegang teguh pada ikatan yang paling kuat dan tidak terpatahkan
(Oleh karena itu) barangsiapa yang mengingkari thagut dan beriman kepada Allah, maka ia telah berpegang pada buhul (tali) yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. [Al-Baqarah / 2: 256]
Kami telah mengirim utusan untuk menyembah Tuhan di setiap bangsa dan menghindari tiran
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja) dan jauhi thagut itu. [An-Nahl / 16: 36]
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang telah memberikan sebagian dari Kitab, percaya pada pertobatan dan tirani, dan berkata kepada mereka yang tidak percaya?
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang berhak bahagian dari Al-Kitab? Mereka percaya pada jibt dan thagut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), kata mereka lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman [An-Nisa / 4: 51]
DEMOKRASI BERLAWANAN DENGAN ISLAM, TIDAK AKAN MENYATU SELAMANYA.
Oleh karena itu hanya ada dua pilihan, beriman kepada Allah dan berhukum dengan hukumNya atau beriman kepada thagut dan berhukum dengan hukumnya. Setiap yang menyelisihi syari'at Allah pasti berasal dari thagut.
Oleh karena itu hanya ada dua pilihan, beriman kepada Allah dan berhukum dengan hukumNya atau beriman kepada thagut dan berhukum dengan hukumnya. Setiap yang menyelisihi syari'at Allah pasti berasal dari thagut.
Sementara orang-orang yang memutuskan menggolongkan demokrasi ke dalam sistem syura, pendapatnya tidak bisa diterima, sebab sistem syura itu teruntuk sesuatu hal yang belum ada nash (dalilnya) dan merupakan hak Ahli Halli wal Aqdi [1] yang anggotanya para ulama yang wara ' bersih dari segala pamrih). Demokrasi sangat berbeda dengan sistem syura seperti yang telah dijelaskan di muka.
BERSERIKAT Merupakan
bagian dari demokrasi, gabungan ini ada dua macam:
bagian dari demokrasi, gabungan ini ada dua macam:
• Serikat dalam politik (partai) dan, • Serikat dalam politik
.
.
Maksud kebebasan berpikir manusia berada dalam naungan sistem demokrasi, mereka memiliki kebebasan untuk memeluk keyakinan apa saja sekehendaknya. Mereka bebas untuk keluar dari Islam (murtad), pindah agama menjadi yahudi, nasrani, atheis (anti tuhan), sosialis, atau sekuler. Sejatinya ini adalah kemurtadan yang nyata.
Allah berfirman.
Mereka yang telah menghidupkan kekuasaan mereka setelah wahyu tentang petunjuk iblis kepada mereka dan Saulus kepada mereka (25) yang mereka katakan kepada mereka yang membenci apa yang Tuhan Yang Maha Esa akan taatkan padamu dalam beberapa kasus dan Tuhan tahu rahasia mereka
Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (ke kekafiran) datang petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah membuat mereka mudah (membawa dosa) dan memperoleh angan-angan mereka. Yang demikian itu karena mereka (orang-orang munafik) itu meminta kepada orang-orang yang menentang apa yang diturunkan Allah (orang-orang yahudi); Kami akan meminta kamu dalam beberapa urusan, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. [Muhammad / 47: 25-26]
Dan siapa pun yang membaca dari Anda tentang agamanya, dan dia adalah orang yang tidak beriman, dan dia adalah orang yang tidak beriman, dan mereka yang perbuatannya telah digagalkan di dunia ini dan di akhirat.
Barangsiapa Yang murtad di ANTARA kamu Dari agamanya, Lalu dia mati hearts kekafiran, Maka mereka itulah Yang sia-sia amalannya di Dunia Dan di akhirat, Dan mereka itulah Penghuni neraka, mereka Kekal di dalamnya [Al-Baqarah / 2: 217].
Adapun serikat politik (partai politik) Maka Membuka Peluang Bagi SEMUA golongan untuk review Menguasai kaum muslimin DENGAN Cara Pemilu Tanpa mempedulikan Pemikiran Dan Keyakinan mereka, Berarti penyamaan ANTARA muslim Dan non muslim.
Hal ini jelas-jelas menyelisihi dali-dalil qath'i (absolut) yang dibagikan kepada para muslimin.
Allah berfirman.
Tuhan tidak akan membuat orang yang tidak percaya menjadi jalan bagi orang percaya
Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman. [An-Nisa / 4: 141]
Hai orang-orang yang beriman, taati Allah dan taati rasul dan orang-orang yang memberi perintah kepadamu
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. [An-Nisa / 4: 59]
Jangan menjadikan Muslim seperti penjahat (35) Bagaimana Anda menghakimi
Jadi apakah kami orang gila Kami membuat orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa? Atau adakah kamu (turut demikian); Bagaimanaakah kamu mengambil keputusan? [Al-Qolam: 35-36]
Karena mendominasi (bergolong-golongan) itu menyebabkan perpecahan dan perselisihan, lantaran itu mereka pasti mendapat adzab Allah. Allah memfirmankan.
Jangan seperti orang-orang yang berpencar dan tidak setuju setelah bukti datang kepada mereka, dan mereka mendapat hukuman berat
Dan janganlah kamu mengundang orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih datang datang yang menjelaskan kepada mereka. Mereka adalah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. [Ali-Imran / 3: 105]
Mereka juga pasti mendapatkan bara 'dari Allah (Allah berlepas diri dari mereka). FirmanNya.
Mereka yang telah memecah agama dan menjadi Syiah tidak ada di antara mereka
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah AgamaNya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. [Al-An'am / 6: 159]
Siapapun yang beranggapan ini hanya dalam program saja bukan dalam sistem atau disamakan dengan perbedaan madzhab fikih antara ulama maka realita yang terpampang di pertemuan kita membantahnya. Sebab program setiap partai muncul dari pemikiran dan aqidah mereka. Program sosialisme berangkat dari dasar pemikiran sosialisme, sekularisme berangkat dari dasar-dasar demokrasi, begitu maju.
PERSEKUTUAN DAN KOALISI DENGAN KELOMPOK SEKULER
Tahaluf (persekutuan) adalah kesepakatan antara dua kelompok yang bersekutu pada satu kesepakatan, yang saling menolong.
Tahaluf (persekutuan) adalah kesepakatan antara dua kelompok yang bersekutu pada satu kesepakatan, yang saling menolong.
Tansiq (koalisi) adalah suatu tandhim (sistem) yaitu semua pihak dalam satu sistem yang lengkap dan menyatu. Tandhim lebih tertata guna persekutuan.
Bila Koalisi Penyanyi bertujuan menyokong demokrasi berserikat, Pemikiran Dan usaha Meraih Kekuasaan Yang dicanangkan Oleh partai-partai Islam di beberapa Negara Islam bekerjasama DENGAN partai sekuler Maka pungkasannya Adalah seperti Persekutuan ANTARA orang-orangutan Yaman DENGAN Kelelawar Partai Sosialis Perbaikan melancarkan untuk review. Model Persekutuan Dan Koalisi diharamkan begini, sebab termasuk tolong menolong hearts dosa Dan permusuhan. Allah menfirmankan.
Dan bekerja sama pada kebenaran dan kesalehan dan tidak bekerja sama dalam dosa dan pelanggaran
Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam pengampunan dosa dan mengatasi [Al-Maidah / 5: 2]
Dan janganlah ditinggalkan bagi orang-orang yang melakukan kesalahan, dan api akan mencari kamu, dan kamu tidak akan memiliki penjaga tanpa Allah, dan kemudian kamu tidak akan menang
Dan janganlah kamu meminta kepada orang-orang yang zhalim yang menyebabkan kamu disentuh api, dan sekali-kali kamu tiada memiliki penolongpun selain dari pada Allah, kemudian kamu tidak akan berhak pertolongan. [Hud / 11: 113]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil lapisan tanpa kamu, mereka tidak akan mengubah kamu menjadi orang bebal, dan lakukan apa yang kamu miliki, kebencian mulut mereka nampak, dan dada mereka tersembunyi.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang keluar dari kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. [Ali-Imron / 3: 118]
Selain mengandung implikasi terwujudnya kecintaan antara golongan tersebut (antara muslim dan non muslim, -pent), hal ini juga menggerus pondasi wala 'dan bara' (loyalitas dan sikap berlepas diri). Sungguh merupakan tali iman yang terkokoh. Allah berfirman.
Dan siapa pun yang merawat Anda, adalah mereka
Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka itu orang asli termasuk golongan mereka. [Al-Maidah / 5: 51]
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: semua yang dikelompokkan bersama orang yang dia cintai. [Muttafaqun Alaihi]
Orang-orang yang melegalkan persekutuan dan koalisi berdalil dengan beberapa dalil, namun dalil-dalil ini tidak menunjukkan apa yang mereka kehendaki, diharapkan;
1. Persekutuan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dengan Orang Yahudi Jawabannya
sebagai berikut:
• Haditsnya tidak shahih, karena mu'dhal (gugurnya dua orang rawi dengan berurutan dalam silsilah sanadnya, -pent)
sebagai berikut:
• Haditsnya tidak shahih, karena mu'dhal (gugurnya dua orang rawi dengan berurutan dalam silsilah sanadnya, -pent)
• Pasal-pasal dalam persekutuan yang dibuat pijakan-jika ini benar- maka menyelaraskan isi dari persekutuan tadi.
• Hukum bagi yahudi dan bagi orang-orang yang enggan menggunakan syari'at Allah berbeda.
• Mereka tidak sesuai dengan situasi (dharurat) sebab keadaan dharurat yang sesuai dengan syar'iat tidak terwujud, lantaran syarat darurat tidak ada.
• Kalaulah hadits tentang persekutuan Nabi dengan yahudi itu shahih, tetapi hukumnya mansukh (terhapus) dengan hukum-hukum jizyah (upeti yang diminta oleh orang-orang non muslim yang ditempatkan di kawasan negara Islam sebagai jaminan keamanan dan pemulihannya, -pent)
• Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjalankan pemerintahan Islam, sedangkan jama'ah dan partai yang terjun di medan dakwah tidak boleh memposisikan diri mereka sebagai pemerintah Islam.
• Orang-orang yahudi berada di naungan negara Islam, oleh karena itu tidak akan terwujud persekutuan antara golongan yang sederajat.
Persekutuan Nabi Shallallahu 2. Alaihi Wa Sallam Mencari Google Artikel Bani , Khuza'ah
Jawabannya Sebagai Berikut:
• Yang 's Benar, Bani , Khuza'ah Adalah Muslimin, Buktinya, Tersebut Dalam Sejarah Mereka Mengatakan: Kami ' s Telah Memeluk Islam Dan Kami TIDAK Mencabut Ketaatan, Namun Mereka Membunuh Kami sedang kami dalam keadaan ruku dan sujud.
Jawabannya Sebagai Berikut:
• Yang 's Benar, Bani , Khuza'ah Adalah Muslimin, Buktinya, Tersebut Dalam Sejarah Mereka Mengatakan: Kami ' s Telah Memeluk Islam Dan Kami TIDAK Mencabut Ketaatan, Namun Mereka Membunuh Kami sedang kami dalam keadaan ruku dan sujud.
• Andaikan saja itu masih musyrik, tetapi hukum kafir berbeda dengan hukum bagi orang-orang yang menolak hukum Islam.
• Isi persekutuan yang ada sekarang ini bebeda dengan isi persekutuan dengan bani Khuza'ah; pasal-pasal persetujuan partai harus disetujui terlebih dahulu pasal-pasal persetujuan dengan Khuza'ah tidak mengandung penyelewengan dari kebenaran dan tidak ada kereelaan bagi kebatilan.
3. Perlindungan Yang Diberikan Muth'im bin Adi dan Abu Thalib Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Jawabannya:
Ini strategi dia mensiasati keadaan dan dia masih bebas untuk berdakwah.
Jawabannya:
Ini strategi dia mensiasati keadaan dan dia masih bebas untuk berdakwah.
KONTRAKDIKSI YANG MENIMPA MEREKA
Kali ini mereka sebut Partai Sekuler, kali lain mengatakan Perbedaan golongan ini hanya dalam program bukan perbedaan manhaj, kali lain lagi mendukung Partai tidak baru saja murtad, mereka telah bertobat, lantaran mereka menerima ke-Islaman dan pertobatan mereka. Lantas mengapa mereka berdalih Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersekutu dengan yahudi dan orang-orang musyrik, apakah mereka telah memvonis partai tertentu kafir, lalu apakah mereka masih persekutuan? Ini kontradiksi yang nyata. Andai taubat mereka jujur, maka menurut syari'at harus memenuhi hal-hal berikut:
Kali ini mereka sebut Partai Sekuler, kali lain mengatakan Perbedaan golongan ini hanya dalam program bukan perbedaan manhaj, kali lain lagi mendukung Partai tidak baru saja murtad, mereka telah bertobat, lantaran mereka menerima ke-Islaman dan pertobatan mereka. Lantas mengapa mereka berdalih Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersekutu dengan yahudi dan orang-orang musyrik, apakah mereka telah memvonis partai tertentu kafir, lalu apakah mereka masih persekutuan? Ini kontradiksi yang nyata. Andai taubat mereka jujur, maka menurut syari'at harus memenuhi hal-hal berikut:
• Harus mengumumkan pelepasan diri mereka dari keyakinan mereka yang sebelumnya dan atribut-atribut ketenaran mereka, dan mengakui kesalahan manhaj mereka yang sebelumnya.
• Menghilangkan anasir yang mengeluarkan Islam dari diri mereka yang lahir batin.
Dalih Yang Menjadi Ketegangan Mereka Yaitu Perjanjian Hudaibiyyah.
Jawabnya:
• Pemerintah Islam berhak mengikat perjanjian dengan musuh mereka jika diminta maslahatnya meminta lebih banyak menyetujui mafsadahnya.
Jawabnya:
• Pemerintah Islam berhak mengikat perjanjian dengan musuh mereka jika diminta maslahatnya meminta lebih banyak menyetujui mafsadahnya.
• Pada perjanjian Hudaibiyyah tidak ada sikap mengalah, tidak seperti sikap partai-partai itu. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menggantikan tulisan Ar-Rahman Ar-Rahiim dengan Bismika Allah. Demi Allah, aku benar-benar menerjemahkan Allah.
• Terjadi perjanjian Hudaibiyyah yang menghasilkan maslahat (manfaat) nyata yaitu pengagungan kemuliaan Allah, bandingkan dengan yang muncul akibat persekutuan dan koalisi tersebut.
• Hukum untuk kafir asli dan bagi orang yang enggan mengajukan hukum Islam berbeda.
PEMILIHAN UMUM MENGGUNAKAN
sistem demokrasi pula, oleh karena itu diharamkan, sebab orang yang dipilih dan yang memilih untuk memegang kepemimpinan umum atau khusus tidak perlu memenuhi persyaratan yang sesuai syariat. Metode ini memberi peluang kepada orang yang tidak berhak memegang kepemimpinan untuk memegangnya. Karena tujuan dari orang yang dipilih ini adalah duduk di dewan pembuat undang-undang (Legislatif) yang mana dewan ini tidak sesuai hukum Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, namun yang membuat hukum adalah Suara Mayoritas. Ini adalah dewan thagut, tidak boleh disetujui, dikeluarkan untuk menggagas dan disetujui untuk membentuknya. Sebab dewan ini membahas hukum Allah dan merupakan sistem barat, produk yahudi dan nashara, oleh karena itu tidak boleh melanggar mereka.
sistem demokrasi pula, oleh karena itu diharamkan, sebab orang yang dipilih dan yang memilih untuk memegang kepemimpinan umum atau khusus tidak perlu memenuhi persyaratan yang sesuai syariat. Metode ini memberi peluang kepada orang yang tidak berhak memegang kepemimpinan untuk memegangnya. Karena tujuan dari orang yang dipilih ini adalah duduk di dewan pembuat undang-undang (Legislatif) yang mana dewan ini tidak sesuai hukum Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, namun yang membuat hukum adalah Suara Mayoritas. Ini adalah dewan thagut, tidak boleh disetujui, dikeluarkan untuk menggagas dan disetujui untuk membentuknya. Sebab dewan ini membahas hukum Allah dan merupakan sistem barat, produk yahudi dan nashara, oleh karena itu tidak boleh melanggar mereka.
Bila ada yang membantah: Mengapa di dalam syari'at Islam tidak memerlukan metode tertentu untuk memilih pemimpin, lantaran itu pemilihan tidak diperbolehkan.
Jawabannya: Pendapat ini tidak benar, sebab para sahabat telah menentukan metode ini dalam memilih pemimpin dan ini merupakan metode syar'i. Sedangkan metode yang dikeluarkan partai-partai politik, tidak memiliki patokan-patokan pasti, ini sudah cukup sebagai larangan bagi metode itu, akibatnya orang-orang non muslim yang berpeluang untuk beribadah muslimin, tidak ada orangpun dari kalangan ahli fikih yang membolehkan hal itu.
AKTIVITAS POLITIK
Partai-partai politik memiliki perjanjian-perjanjian antara mereka untuk tidak saling mengkafirkan dan bersepakat untuk mengukuhkan dasar-dasar demokrasi. Sementara hukum Islam dalam masalah ini mengkafirkan orang-orang yang telah dikafirkan oleh Allah dan RasulNya, memberi tutup fasiq kepada orang yang di tutup fasiq oleh Allah dan RasulNya dan memberi cap sesat kepada orang yang memberi cap sesat oleh Allah dan RasulNya. Islam tidak mengenal pengampunan (grasi / amnesti dari pemerintah, -pent). Mengkafirkan seorang muslim yang tercebur dalam maksiat bukan termasuk manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah selama dia tidak dikenakan kemaksiatan tersebut. Berdasarkan undang-undang produk manusia, undang-undang Yaman, telah disetujui oleh ulama, Yaman, di mana terkandung penyelisihan terhadap syari'at.
Partai-partai politik memiliki perjanjian-perjanjian antara mereka untuk tidak saling mengkafirkan dan bersepakat untuk mengukuhkan dasar-dasar demokrasi. Sementara hukum Islam dalam masalah ini mengkafirkan orang-orang yang telah dikafirkan oleh Allah dan RasulNya, memberi tutup fasiq kepada orang yang di tutup fasiq oleh Allah dan RasulNya dan memberi cap sesat kepada orang yang memberi cap sesat oleh Allah dan RasulNya. Islam tidak mengenal pengampunan (grasi / amnesti dari pemerintah, -pent). Mengkafirkan seorang muslim yang tercebur dalam maksiat bukan termasuk manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah selama dia tidak dikenakan kemaksiatan tersebut. Berdasarkan undang-undang produk manusia, undang-undang Yaman, telah disetujui oleh ulama, Yaman, di mana terkandung penyelisihan terhadap syari'at.
METODE DAKWAH KITA YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT
• Kita mendakwahi manusia untuk berpegang dengan Al-Qur'an dan Sunnah oleh hikmah, nasihat yang baik selaras dengan dukungan para salaf.
• Kita mendakwahi manusia untuk berpegang dengan Al-Qur'an dan Sunnah oleh hikmah, nasihat yang baik selaras dengan dukungan para salaf.
• Kita Memandang bahwa Kewajiban syar'i terpenting Adalah Menghadapi Pemikiran impor Dan bid'ah-bid'ah Yang disusupkan Ke hearts Islam DENGAN Cara menyebarkan ilmu Yang bermanfaat, dakwah, menggugah Kesadaran Umat, meluruskan Keyakinan-Keyakinan Dan pemahaman Yang Keliru Dan menyatukan kaum muslimin dalam alokasi semua tadi.
• Kami memandang sebagai umat Islam tidak membutuhkan revolusi, penculikan dan penyebaran fitnah. Yang dibutuhkan adalah pendidikan iman dan pemurnian. Ini merupakan saran paling penting untuk memulihkan kejayaan dan kemuliaan umat.
• Sebagai penutup kami akan memutarkan motif yang melatari perbedaan uraian ini adalah kami melihat sebagian besar dan sebagian besar negara Yaman membahas masalah yang digunakan pijakan oleh partai-partai politik Islam. Mereka yang mempertimbangkan landasan syar'i untuk masalah tersebut, padahal masalah ini berkaitan dengan kontradiksi dan kesalahan-ditinjau dari sisi syar'i. Perlu diketahui bahwa mereka tidak mewakili kaum muslimin namun hanya mewakili diri mereka sendiri dan partai mereka saja. Yang jadi mizan adalah dalil bukan jumlah dan bukan desas-desus.
Semoga shalawat dan salam terlimpahkan bagi para pemimpin kita Muhammad, anggota dewan dan seluruh sahabatnya. Segala puji bagi Allah.
Penandatangan fatwa ini adalah:
Syaikh Muhamad Nashiruddin Al-Albani
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i
Syaikh Abdul Majid Ar-Rimi.
Syaikh Abu Nashr Abdullah bin Muhammad Al-Imam
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washshabi, dll.
Syaikh Muhamad Nashiruddin Al-Albani
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i
Syaikh Abdul Majid Ar-Rimi.
Syaikh Abu Nashr Abdullah bin Muhammad Al-Imam
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washshabi, dll.
[Dialih bahasakan dari Majalah Al-Ashalah, edisi 2 Jumadil Akhir 1413H, oleh Abu Nuaim Al-Atsari, Disalin ulang dari Majalah Al-Furqon, edisi 7 / Th III. Hal.39-43 Penerbit Lajnah Dakwah Ma'had Al-Furqon, Srowo-Sedayu Gresik-Jatim]
_______
Catatan Kaki
[1] Ahlu Halli wal Aqdi tersusun dari dua kata Al-Hillu dan Al-Aqdu. Al-Hillu berarti penguurian, pelepasan, pembebasan dll. Sedang Al-Aqdu berarti pengikatan, penyimpulan, perjanjian dll. Tujuannya adalah mengatur peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi kaum muslimin, perpolitikan, manajemen, pembuatan undang-undang, kehakiman dan semisalnya. Semua hal ini suatu saat bisa direvisi lagi dan disusun yang baru [Lihat buku Ahlu Halli wal Aqdi, Sifatuhum wa Wadha'ifuhum. Dr Abdullah bin Ibrahim At-Thoriqi, Rabithah Alam Islami, -pent]
_______
Catatan Kaki
[1] Ahlu Halli wal Aqdi tersusun dari dua kata Al-Hillu dan Al-Aqdu. Al-Hillu berarti penguurian, pelepasan, pembebasan dll. Sedang Al-Aqdu berarti pengikatan, penyimpulan, perjanjian dll. Tujuannya adalah mengatur peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi kaum muslimin, perpolitikan, manajemen, pembuatan undang-undang, kehakiman dan semisalnya. Semua hal ini suatu saat bisa direvisi lagi dan disusun yang baru [Lihat buku Ahlu Halli wal Aqdi, Sifatuhum wa Wadha'ifuhum. Dr Abdullah bin Ibrahim At-Thoriqi, Rabithah Alam Islami, -pent]
Read more https://almanhaj.or.id/577-demokrasi-dan-pemilu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar