Sabtu, 09 Maret 2019

SMP Zaman Belanda

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs

MULO (singkatan dari bahasa BelandaMeer Uitgebreid Lager Onderwijs) adalah Sekolah Menengah Pertama pada zaman kolonial Belanda di Indonesia. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs berarti "Pendidikan Dasar yang Lebih Luas". MULO menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Pada akhir tahun 1930-an, sekolah-sekolah MULO sudah ada hampir di setiap kabupaten di Jawa. Hanya beberapa kabupaten di luar Jawa yang mempunyai MULO.

Jenjang studi di MULO terdiri atas tiga tingkatan dalam tiga tahun bagi lulusan ELS dan bagi lulusan selain ELS ditambah dengan kelas persiapan selama satu tahun (total empat tahun), yaitu:
  • Voorklasse (Kelas Persiapan/Pendahuluan - bagi lulusan selain ELS)
  • Kelas I
  • Kelas II
  • Kelas III
COLLECTIE TROPENMUSEUM Groepsportret met leerlingen van de openbare Muloschool TMnr 60016264
Sekolah MULO di Medan (sekitar tahun 1925)

Peraturan Pendidikan 1848, 1892, dan Politik Etis 1901

Peraturan pendidikan dasar untuk masyarakat pada waktu Hindia Belanda pertama kali dikeluarkan pada tahun 1848, dan disempurnakan pada tahun 1892 di mana pendidikan dasar harus ada pada setiap Karesidenan (?), Kabupaten (?), Kawedanan (?), atau pusat-pusat kerajinan, perdagangan, atau tempat yang dianggap perlu [1]. Peraturan yang terakhir (1898) diterapkan pada tahun 1901 setelah adanya Politik Etis atau Politik Balas Budi dari Kerajaan Belanda, yang diucapkan pada pidato penobatan Ratu Belanda Wilhelmina pada 17 September 1901, yang intinya ada 3 hal penting: irigasitransmigrasi, dan edukasi.
Pada zaman Hindia Belanda anak masuk HIS pada usia 6 th dan tidak ada Kelompok Bermain (speel groep) atau Taman Kanak-Kanak (di antaranya dengan dasar pendidikan Friedrich Fröbel), sehingga langsung masuk dan selama 7 tahun belajar. Setelah itu dapat melanjutkan ke MULO, atau Kweekschool. Untuk memasuki HBS diperlukan syarat yang sangat ketat, tamatan HIS tidak dapat masuk HBS.
Bagi masyarakat keturunan Tionghoa biasanya memilih jalur HCS (Hollands Chineesche School) karena selain bahasa pengantar Belanda, juga diberikan bahasa Tionghoa.
Di luar jalur resmi Pemerintah Hindia Belanda, maka masih ada sekolah partikelir seperti Taman Siswa, Perguruan Rakyat, Kristen dan Katholik. Pada jalur pendidikan Islam ada pendidikan yang diselenggrakan oleh Muhammadiyah, Pondok Pesantren, dan lain sebagainya.

Referensi

  1. ^ http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html

Lihat pula

Aidan Sinaga
Aidan Sinaga (lahir di Tarutung, Sumatera Utara, 6 Maret 1906; umur 113 tahun).
Pendidikannya adalah H.K.S Hoofd-Actie Cursus.
Tokoh ini pada mulanya adalah guru HIS (Hollands Inlandse School) di Kandangan tahun 1935. Selain itu dia juga mengajar di HIS Banjarmasin dan sekolah Hutsu Cho-Gakko (pengganti MULO/Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) pada masa pendudukan Jepang.
Pada zaman setelah kemerdekaan, A.Sinaga aktif di organisasi kepartaian, yaitu bersama dr. D.S. Diapari, dr. Suranto, A.A. Rivai, R. Sya'ban, E.S. Handuran, dan Abdullah mendirikan partai politik Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI) pada tanggal 19 Januari 1946 di Banjarmasin. Sebagai dengan Ketua Umum D.S. Diapari, Wakil Ketua I A.A. Rivai, Wakil Ketua II A. Sinaga. Sekretaris Umum E.S. Handuran dan beberapa pengurus lainnya.
Tujuan pembentukan SKI adalah untuk sarana perjuangan di bidang diplomasi politik, untuk mendukung perjuangan rekan-rekan di bidang militer, pimpinan Hasan Basry. Menyikapi Persetujuan Linggarjati, yang isinya tidak memasukkan Kalimantan sebagai wilayah dari Republik Indonesia, maka Aidan Sinaga, E.S. Handuran dan A.A. Rivai menghadap Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta di Yogyakarta dan menyampaikan surat pernyataan bertanggal 20 November 1946 berisi dukungan dan kesetiaan SKI terhadap Republik Indonesia
Perjuangannya bersama tokoh-tokoh SKI lainnya berhasil mendominasi anggota Dewan Banjar, sebuah badan legislatif bentukan Belanda. Dari 7 kursi yang tersedia, 5 kursi diduduki orang-orang SKI. Sehingga Dewan banjar lebih berpihak pada perjuangan menuju Negara Kesatuan daripada menyalurkan keinginan Belanda untuk membentuk negara perserikatan.
Sebelum Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, A. Sinaga bersama A.A. Rivai sebagai utusan BFO dari Dewan Banjar mengikuti persidangan antara Delegasi Republik Indonesia di Scheveningen dan ‘s-Gravenhage, membicarakan persiapan pembuatan Konstitusi RIS. A.A. Rivai sebagai wakil dari Dewan Banjar ikut membubuhkan tanda tangan pada Piagam Persetujuan Naskah Undang-undang Dasar Peralihan bernama Konstitusi Republik Indonesia. Mereka berdua selanjutnya mengikuti Persidangan KMB di Den Haag. Sehabis dari KMB, keduanya pulang ke Indonesia dengan pesawat constellation KLM tanggal 9 November 1949. bersama utusan-utusan lainnya.
Sesudah pengakuan kedaulatan, ia dipercaya sebagai Wali kotapraja Banjarmasin (1950-1958).
Algemeene Middelbare School
Algemeene Middelbare School dalam ejaan bahasa Belanda lebih baru Algemene Middelbare School disingkat AMS adalah pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda dengan masa studi tiga tahun yang menerima lulusan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs - pendidikan dasar yang diperluas - sekolah setingkat SMP waktu itu).
Anwar Musaddad
Anwar Musaddad atau terkenal dengan sebutan Prof. K.H. Anwar Musaddad (lahir 3 April 1909 di Desa Ciledug, Kabupaten Garut - meninggal 21 Juli 2000 di Garut pada umur 91 tahun) adalah seorang ulama terkemuka asal tanah Sunda, seorang guru besar Ilmu Perbandingan Agama dan kristologi serta seorang di antara lima ulama kharismatik (KH. Muhammad Ilyas Ruhiat, K.H. Totoh Abdul Fatah Ghazali, K.H. Irfan Hielmy, K.H. Abdulah Abbas) Jawa Barat yang hafidz al-Qur'an.
Basuki Resobowo
Basuki Resobowo adalah seorang seorang pelukis Indonesia yang lahir pada tahun 1916 di Palembang, Sumatra Selatan dan wafat pada tanggal 5 Januari 1999 di Amsterdam Belanda. Ia lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Prawiroatmojo, seorang asal Purworejo Jawa Tengah, hidup sebagai mantri ukur di kawasan transmigrasi dan perkebunan di Palembang dan Lampung. Sejak masa kanak-kanak Basuki Resobowo telah senang menggambar.
Ia kemudian hijrah ke Jakarta (Betawi) bersama pamannya, seorang polisi pada masa kolonial. Di sana, Ia menempuh pendidian di ELS (Europesche Largere School). Setelah menamatkan studinya di ELS, ia kemudian tinggal bersama pamannya yang lain, seorang nasionalis terdidik mantan anggota Budi Utomo dan anggota Serikat Theosofi. Pada tahun 1930 saat belajar di MULO(Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), ia mengiikut Kepanduan Bangsa Indonesia dan menjadi anggota perkumpulan Indonesia Muda, di samping menjadi anggota pandu National Islamitisch Padvinerij.
Tercatat dari tahun 1987 sampai akhir tahun 1989, sudah berjilid-jilid buku ditulisnya dan diterbitkannya sendiri. Judul bukunya tersebut antara lain Becermin Di Muka Kaca, Riwayat Hidupku, Karmiatun (jilid 1 Januari 1988, jilid ke-6 Januari 1989) dan cerita bergambar Cut Nyak Din(jilid ke-1 dan ke-2). Selain itu ia juga menerbitkan tulisan-tulisan berbentuk jurnal dan serentetan karikatur. Ia juga ikut menyumbangkan esai tentang seni rupa kepada beberapa majalah dan kemudian dicetak dan dibukukan dalam buku berjudul Seniman, Seni, dan Masyarakat (1994).
Gereja Santa Theresia Jakarta
Gereja Santa Theresia atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Theresia adalah sebuah gereja Katolik di Jakarta. Letaknya di Jalan Gereja Theresia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Hollandsch-Inlandsche School
Hollandsch-Inlandsche School (HIS) (sekolah Belanda untuk bumiputera) adalah sekolah pada zaman penjajahan Belanda. Sekolah ini, kali pertama didirikan di Indonesia pada tahun 1914 seiring dengan diberlakukannya Politik Etis. Sekolah ini ada pada jenjang Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs) atau setingkat dengan pendidikan dasar sekarang. HIS termasuk Sekolah Rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda (Westersch Lager Onderwijs), dibedakan dengan Inlandsche School yang menggunakan bahasa daerah.
Sekolah ini diperuntukan bagi golongan penduduk keturunan Indonesia asli. Pada umumnya disediakan untuk anak-anak dari golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka, atau pegawai negeri. Lama sekolahnya adalah tujuh tahun.
Jalan Hayam Wuruk (Jakarta)
Jalan Hayam Wuruk (Dahulu Molenvliet Oost) Adalah Nama Jalan Di Jakarta yang menghubungkan Kota lama dan Kota baru. Di bagian tengah jalan itu mengalir Kali Ciiiwung. Jalan ini dibuat tahun 1648 oleh pemuka masyarakat Phoa Beng Gan. Molenvliet Oost berarti jalan yang berada di sisi sebelah timur kali. Dari Noordwijk dulu tidak ada akses menuju jalan ini karena masih dipenuhi dengan pemukiman pribadi (1800). Di sepanjang jalan berdiri banyak bangunan seperti rumah Beynon, Hotel Ernst, dan tanah perkebunan milik van der Parra.
Jalan Prapatan (Jakarta)
Jalan Prapatan adalah nama salah satu jalan utama Jakarta.
Jalan Veteran (Jakarta)
Jalan Veteran adalah salah satu jalan di Jakarta Pusat.
Museum Wayang
Museum Wayang adalah sebuah museum yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat.
Palmerah, Jakarta Barat
Kecamatan Palmerah terletak di Jakarta Barat.
Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau.
SMP Negeri 1 Bogor
SMP Negeri 1 Bogor adalah sekolah menengah pertama yang berdiri di Kota Bogor. Sekolah ini dulunya bernama MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau jika diartikan, berarti "Pendidikan Dasar Lebih Tinggi".
SMPN 1 Bogor telah diseleksi oleh Direktorat Pembinaan SMP Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas sebagai rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN). Kemudian pada tanggal 14 Maret 2007 SMPN 1 Bogor ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dengan Surat Keputusan No. 543/C3/KEP/2007 oleh Direktur Pembinaan SMP Dirjen Manajemen Disdiknas Depdiknas..
SMP Negeri 2 Semarang
SMP Negeri 2 Semarang, merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Provinsi Semarang,Jawa Tengah, Indonesia. SMP Negeri 2 Semarang memiliki Program khusus Akselerasi yang pertama kali di Jawa Tengah dari tahun 2000,Tetapi Sekarang Sudah Ditiadakan
SMP Negeri 5 Jakarta
SMP Negeri 5 Jakarta merupakan sebuah sekolah Menengah Pertama Negeri yang terletak di Jalan Dr.Soetomo no. 5, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Indonesia, karenanya lebih dikenal dengan "DHOEZT"
Dibangun pada tahun 1917 untuk digunakan sebagai sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setingkat SMP pada zaman Belanda. Bangunan depan terdiri dari dua lantai yang digunakan untuk ruang kepala sekolah, ruang-ruang guru dan staf administrasi. Bangunan sayap kiri dan kanan terletak memanjang ke belakang berlantai satu dan digunakan sebagai ruang-ruang kelas, kedua bangunan sayap tersebut dihubungkan dengan bangunan aula terbuka pada bagian belakang, sehingga membentuk ruang terbuka pada bagian tengah dan kiri difungsikan sebagai lapangan olahraga.
Setelah kemerdekaan sekolah ini terbentuk pada tahun 1951. Sekolah ini sempat digunakan bersama juga dengan SMP Negeri 10 Jakarta. Namun akhirnya mereka pindah ke gedung baru di Kemayoran.
Salemba
Salemba adalah nama sebuah kawasan di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Salemba merujuk pada nama lain dari Jeremias Latuihamalo, Raja Ullath, yang kemudian ditunjuk oleh Thomas Matulessy menjadi Raja negeri Porto dan mendampingi Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura sebagai penasehat dalam perang melawan Belanda.Dia akhirnya tertangkap pada akhir peperangan, diinterogasi pada tanggal 24 Desember 1817, pada tanggal 2 Februari 1818 dijatuhi hukuman gantung oleh Ambonsche Raad van Justitie (Pengadilan Belanda di Ambon)namun diberi keringanan oleh Buykes menjadi hukuman pembuangan ke Pulau Jawa selama 25 tahun. Yeremias Latuihamallo berangkat ke Batavia dengan kapal perang “Wilhelmina” untuk menjalani hukuman penjara .
Nama Salemba bisa pula merujuk kepada Rutan Lembaga Pemasyarakatan yang berada di sini. Nama ini juga terkenal karena adanya Universitas Indonesia yang terletak di daerah tersebut.
Gedung-gedung lain yang terkenal dan terletak di sini adalah:
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)
Rumah Sakit Sint Carolus
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
Lembaga Alkitab Indonesia
Universitas Kristen Indonesia
Universitas Gunadarma
Slamet Iman Santoso
Prof. Dr. R. Slamet Iman Santoso (lahir di Wonosobo, 7 September 1907 – meninggal di Jakarta, 9 November 2004 pada umur 97 tahun) adalah seorang pakar psikologi Indonesia. Ia memelopori berdirinya Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan menjabat sebagai dekan pertama fakultas tersebut.
Ia menempuh pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) dan Hollandsch Inlandsche School antara tahun 1912 dan 1920; Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Magelang pada tahun 1920 hingga 1923; MAS-B di Yogyakarta pada 1923 hingga 1926; Indische Arts STOVIA pada tahun 1926 hingga 1932; dan Geneeskunde School of Arts Batavia Sentrum pada 1932 hingga 1934.Slamet Iman Santoso menduduki posisi Pembantu Rektor I ketika Sjarif Thajeb (1962–1964) dan Sumantri Brodjonegoro (1964–1973) menjabat sebagai Rektor UI. Menyusul kematian Sumantri Brodjonegoro pada tahun 1973 ketika tengah menjabat sebagai rektor, Slamet Iman Santoso ditunjuk menjadi Pejabat Rektor UI. Ia mengakhiri jabatannya pada tahun 1974, ketika jabatan itu beralih ke Mahar Mardjono.
Atas jasa-jasanya di bidang psikologi, Slamet Iman Santoso dikenal sebagai Bapak Psikologi Indonesia.
Walujati
Walujati (Sukabumi, Jawa Barat, 5 Desember 1924) adalah penyair dan cepernis. Ia mempunyai nama lainnya Wiesye. Pernah belajar di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs di Sukabumi dan di Hogere Burger School di Bogor. Karyanya terangkum dalam Gema Tanah Air (1948), Pujani (1951), Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (1979), Tonggak 1 (1987), Ungu: Ontologi Puisi Wanita Penyair Indonesia.
Wikana
Wikana (lahir di Sumedang, Jawa Barat, 18 Oktober 1914 - meninggal di ?, 1966) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Bersama Chaerul Saleh, Sukarni dan pemuda-pemuda lainnya dari Menteng 31, mereka menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok dengan tujuan agar kedua tokoh ini segera membacakan Proklamasi Kemerdekaan setelah kekalahan Jepang dari Sekutu pada tahun 1945. Wikana termasuk dalam daftar orang yang menghilang dan diduga meninggal dibunuh dalam lembaran hitam tragedi Pembantaian di Indonesia 1965–1966 pasca peristiwa G30S.
Sekolah di Indonesia
Masa kolonial Belanda
Masa kolonial Jepang
Masa kemerdekaan
This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar